irtapace
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 38580
- Sejak
- 1 Apr 2008
- Pesan
- 1.559
- Nilai reaksi
- 22
- Poin
- 38
Nominal rupiah yang terlalu besar bahkan hingga ada uang kertas pecahan Rp 100.000, membuat mata uang kebanggaan Indonesia tersebut seringkali menjadi bahan ledekan di mata internasional.
Demikian disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar kepada detikFinance, Kamis (6/8/2010).
"Mata uang kita termasuk mata 'uang sampah'. Waktu di sebuah pertemuan di Singapura, ada orang Malaysia yang meledek. Dia berkata, di Indonesia jika kita belanja kita bisa punya uang ribuan di kantong. Mereka membicarakan itu sambil tertawa meledek," ujar Farial.
Nominal rupiah yang besar menurut Farial membuat rupiah dipandang sebelah mata oleh asing. bunk Indonesia (BI), lanjut Farial, juga merasa harus meningkatkan citra dan gengsi mata uangnya di dunia internasional.
Menurut Farial, rupiah menjadi merupakan salah satu mata uang 'sampah' atau garbage money karena masuk dalam 10 mata uang dengan nilai terendah di dunia jika dibandingkan dengan dolar AS. Karena itu kebutuhan redenominasi sangat penting dan nyata diperlukan.
Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.
BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. BI menargetkan pada tahun 2022 proses redenominasi sudah tuntas.
kalok repost close ataw delet aja
kalok bagus grp yah kk ^^
Demikian disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar kepada detikFinance, Kamis (6/8/2010).
"Mata uang kita termasuk mata 'uang sampah'. Waktu di sebuah pertemuan di Singapura, ada orang Malaysia yang meledek. Dia berkata, di Indonesia jika kita belanja kita bisa punya uang ribuan di kantong. Mereka membicarakan itu sambil tertawa meledek," ujar Farial.
Nominal rupiah yang besar menurut Farial membuat rupiah dipandang sebelah mata oleh asing. bunk Indonesia (BI), lanjut Farial, juga merasa harus meningkatkan citra dan gengsi mata uangnya di dunia internasional.
Menurut Farial, rupiah menjadi merupakan salah satu mata uang 'sampah' atau garbage money karena masuk dalam 10 mata uang dengan nilai terendah di dunia jika dibandingkan dengan dolar AS. Karena itu kebutuhan redenominasi sangat penting dan nyata diperlukan.
Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.
BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. BI menargetkan pada tahun 2022 proses redenominasi sudah tuntas.
numpang cerita realita dikit:Originally Posted by c4tchmeIFy0ucAn temen ane di forum sebelah..<<<
kebetulan ane kuliah di malaysia, dan fenomena penduduk sini (ruang lingkup penduduk saya anggap student asli malaysia) menertawakan nilai nominal yang tercetak di uang rupiah memang sudah biasa.
terkadang mereka juga nge-joke didepan saya (tapi saya anggap penghinaan secara halus) dengan berkata:
"wahh bestnya kan indon, i tukar duit RM10 je kena boleh dapat Rp30.000, klo cem nih i nak always return every weekend KL-bandung-KL".klo dah ngedengarin dia ngomong kek gitu biasanya gue balas aja kek gini:
"ahhhh, u pergi holiday kat bandung memang senang lagi sebab u nak belanja pun, tapi u jangan lupalah bro, u punya stuff kat malaysia tuh soooooooooo expensive, that's why lah u pergi kat indon especially bandung biar u belanja sepuas hati kau terus u bawa barang tuh balik kat KL pas tuh u kena show off kat kawan u, but now, you laughing about my money currency and you dont realize your real condition"
nah biasanya klo dah diomongin kek gitu langsung salting, menyesal, dan merasa bersalah.
jadi overall, selama stay disini hampir 3 tahun, kebanyakan orang sini itu memang cuman tahu bandung adalah surga tempat belanja (makanya bandung dipenuhin ama pelancong dari malaysia akhir" ini), mereka belanja sepuasnya dan sebanyak mungkin untuk dijual lagi di malaysia. tidak heran, hampir semua penjual baju, kain di bazar" atau pasar malam disini dipenuhi ama produk indonesia.
jadi sebenarnya yah, sekeras"nya mereka menertawakan nilai nominal rupiah, mereka termasuk munafik juga karena nilai nominal RINGGIT malaysia kecil (ex: RM1) dan semua kebutuhan disini lumayan mahal. ex: mie goreng/tom yam plus nasi kurang lebih RM4-RM4.50 atau Rp. 12.000-Rp. 12.000++ (asumsi RM1=Rp. 3000) jadi yah sama aja boong sebenarnya, gak ada yang bisa dibanggain juga dengan nominal rendah yang dimiliki ama mereka. disisi lain di warung burjo atau warteg dengan RM4 saya rasa sangat lebih dari cukup
so be positive aja, emang mereka mentalnya agak kurang
kalok repost close ataw delet aja
kalok bagus grp yah kk ^^

(temen gue yg bilang, no offense please. 