Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
Pemberitaan mengenai apa yang disebut-sebut sebagai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh model muda Manohara Odelia Pinot tak luput dari perhatian vokalis belia pujaan kaum muda Vidi Aldiano (19). Vidi menilai, pemberitaan tentang Mano sudah berlebihan.
"Sekarang semua televisi menyiarkan tayangan Manohara. Sepertinya, no Mano, no money," ujar penyanyi lagu-lagu Nuansa Bening dan Status Palsu ini sebelum naik ke atas pentas Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/6) malam.
Menurut Vidi, muatan pemberitaan Manohara pun semakin profokatif. "Kok jadi profokatif banget, semestinya biarin beritanya begitu saja," ujar Vidi. "Masalahnya, ini masalah besar menyangkut nama dua negara, jadi jangan terlalu diekspos, bahaya menurutku," tekannya.
Mengambil jalan tengah, mahasiswa semester dua Universitas Pelita Harapan ini pun menilai bahwa kasus Manohara jangan sampai menjadi masalah yang semakin besar. "Harus wise (bijak) menanggapinya, karena sebetulnya ini bukan hanya menyangkut nama Indonesia dan Malaysia," ucapnya. "Ini juga kekerasan dalam rumahtangga. Siapapun bisa mengalaminya di mana saja, tidak hanya Indonesia-Malaysia. Kebetulan, ini diekspos berlebihan," tandasnya. (C7-09)
sumber
"Sekarang semua televisi menyiarkan tayangan Manohara. Sepertinya, no Mano, no money," ujar penyanyi lagu-lagu Nuansa Bening dan Status Palsu ini sebelum naik ke atas pentas Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/6) malam.
Menurut Vidi, muatan pemberitaan Manohara pun semakin profokatif. "Kok jadi profokatif banget, semestinya biarin beritanya begitu saja," ujar Vidi. "Masalahnya, ini masalah besar menyangkut nama dua negara, jadi jangan terlalu diekspos, bahaya menurutku," tekannya.
Mengambil jalan tengah, mahasiswa semester dua Universitas Pelita Harapan ini pun menilai bahwa kasus Manohara jangan sampai menjadi masalah yang semakin besar. "Harus wise (bijak) menanggapinya, karena sebetulnya ini bukan hanya menyangkut nama Indonesia dan Malaysia," ucapnya. "Ini juga kekerasan dalam rumahtangga. Siapapun bisa mengalaminya di mana saja, tidak hanya Indonesia-Malaysia. Kebetulan, ini diekspos berlebihan," tandasnya. (C7-09)
sumber


