• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
62Ye0.jpg

Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Agustus 2013. Pelemahan ini tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi pada mata uang negara maju.

Menurut data yang dirilis dari bunk Indonesia dalam situs bi.go.id, nilai tukar rupiah hari Rabu kemarin sebesar Rp10.723, selisih 2,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang mencapai Rp10.504 per dolar Amerika.

Beberapa mata uang dunia juga melemah. Menurut CNBC, euro turun sebesar 0,27 persen ke level USD1,3379, dolar Selandia Baru atau dolar kiwi melemah 1,32 persen ke angka USD0,789. Won Korea melemah sebesar 0,32 persen ke level USD1.116,86.

Yen, rupee, dan peso justru menguat. Yen menguat sebesar 0,38 persen ke level 97,62 persen, rupee naik 1,58 persen ke USD64,11, dan peso naik sebesar 0,31 persen ke USD515,68.

Seperti dilansir CNBC, pasar tidak hanya berfokus pada pelemahan rupee dan rupiah, tapi juga pada kiwi. Ada kemungkinan kiwi juga mengalami pelemahan seperti rupiah dan rupee. Mata uang ini turun sebesar 2,5 persen sejak Senin 19 Agustus 2013, dari USD0,81 pada Senin menjadi USD0,79 pada hari ini.

Hal ini terjadi karena bunk sentral membatasi saham sektor properti. Sentimen pasar mata uang ini menjadi "bullish" beberapa bulan lalu setelah bunk sentral mengindikasikan bahwa ada upaya untuk menaikkan suku bunga dari level 2,5 persen. Ini yang membuatnya sebagai negara maju pertama yang memperketat kebijakan moneter.​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.