Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Tahun lalu masih jadi tahun yg dramatis bagi para orang terkaya di dunia. Meski Covid-19 masih menyerang, sebanyak 2.660 miliarder tercatat memperoleh kekayaan sekitar US$ 1,6 triliun dari Januari hingga awal Desember.
Sebaliknya, ada para orang kaya yg 'jatuh miskin' sepanjang tahun 2021. Setidaknya ada 10 taipan yg kehilangan kekayaan paling banyak pada tahun 2021. Kekayaan bersih mereka turun secara kolektif US$ 152 miliar.
Melansir Forbes, penurunan kekayaan paling parah terjadi di China. Setidaknya ada enam dari 10 miliarder di dunia yg kekayaannya tergerus berasal dari Negeri Tirai Bambu.
"Meningkatnya tindakan keras regulasi oleh pemerintah China pada industri mulai dari e-commerce hingga bimbingan belajar setelah sekolah mendorong aksi jual saham yg tajam yg menghapus nilai ratusan miliar dolar dari perusahaan China," tulis Forbes.
Berikut daftar orang-orang terkaya di dunia yg 'jatuh miskin' sepanjang tahun 2021:
1. Colin Zheng Huang (China)
Peraturan & tindakan keras pemerintah China sangat merugikan Huang, pendiri platform e-commerce Pinduoduo. Miliarder itu kehilangan 64% kekayaannya tahun ini karena saham Pinduoduo turun dengan jumlah yg hampir sama.
Harta Huang turun US$ 40,2 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 22,4 miliar.
2. Jack Ma (China)
Jack Ma, yg pernah jadi orang terkaya di China & paling vokal, harus 'jatuh miskin' setelah regulator pemerintah mengambil tindakan keras kepada perusahaannya. Regulator China perdana kali membatalkan IPO yg direncanakan oleh Ant Group senilai US$ 35 miliar pada November 2020.
Tidak cuma itu, China juga mengincar Alibaba, raksasa e-commerce yg didirikan oleh Ma, dengan denda US$ 2,8 miliar pada April. Alibaba dituduh melanggar aturan anti-monopoli, & ini jadi sanksi antimonopoli tertinggi yg pernah diterapkan di China. Kapitalisasi pasar Alibaba turun lebih dari 46% sepanjang tahun ini, membabat US$ 37 miliar dari kekayaannya yg turun 37%.
Harta Ma turun US$ 21,4 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 37 miliar.
3. Hui Ka Yan (China)
Hui adalah salah satu miliarder yg 'jatuh miskin' untuk dua tahun berturut-turut. Raksasa real estat Evergrande Group, yg ia dirikan & pimpin, gagal membayar utangnya senilai US$ 300 miliar kepada investor global untuk perdana kalinya pada Desember.
Meski begitu, Hui berjuang untuk menjaga perusahaan tetap hidup dengan menyuntikkan US$ 1 miliar dari kekayaan pribadinya. Akibatnya harta Hui turun US$ 18 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 9,1 miliar.
4. Zhang Yong (Singapura)
Zhang Yong adalah pendiri & ketua Haidilao, jaringan restoran hotpot terbesar di China, yg juga memiliki letak di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 menciptakan perusahaannya merugi saat mencoba ekspansi. Saham turun 71% pada tahun ini hingga 15 Desember, menciptakan Zhang, yg memiliki kekayaan US$ 23 miliar pada April, 68% lebih miskin dari sebelumnya.
Harta Zhang turun US$ 15,9 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 7,6 miliar.
5. Tadashi Yanai (Jepang)
Yanai kehilangan sekitar sepertiga dari kekayaannya tahun 2021 setelah saham kerajaan pakaiannya yg berbasis di Tokyo, Fast Retailing, pemilik merek populer Uniqlo and Theory, turun sekitar 34%. Meskipun pendapatan untuk tahun ini hingga Agustus 2021 tumbuh 6% & laba sebelum pajak melonjak lebih dari 70% dari tahun 2020, retail masih sangat dipengaruhi oleh pembatasan & penguncian Covid-19.
Harta Yanai turun US$ 14 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 30.4 miliar.
6. Lei Jun (China)
Kekayaan Lei, pendiri & ketua Xiaomi, hampir turun setengahnya tahun ini. Meskipun menghindari supervisi peraturan yg merusak perusahaan raksasa teknologi China lainnya, Xiaomi harus mengalami masalah rantai pasokan, seperti kekurangan chip global.
Harta Lei turun US$ 14 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 16,3 miliar.
7. Masayoshi Son (Jepang)
Ketidakpastian yg mengganggu perusahaan China juga berdampak akbar pada Masayoshi Son, pendiri & CEO raksasa investasi Jepang Softbank Group. Serangan pemerintah China kepada perusahaan investasi utamanya, seperti Alibaba hingga aplikasi ride-hailing Didi Global, ditambah dengan anjloknya nilai beberapa IPO Softbank, menyebabkan rekor kerugian sebesar US$ 7,3 miliar untuk danang Visi Softbank dalam tiga bulan yg berakhir pada 30 September. Saham yg merosot sudah memangkas 35% dari kekayaan Son.
Harta Son turun US$ 13,6 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 25,1 miliar.
8. Daniel Gilbert (Amerika Serikat)
Tahun 2021 penuh gejolak bagi harga saham perusahaan hipotek Rocket Companies milik Gilbert. Sebab saham pemberi pinjaman online sudah turun 62% sejak puncaknya pada 15 Desember di tengah perlambatan pendapatan & keuntungan dari bisnis booming siklus 2020, ketika pembiayaan kembali hipotek melonjak.
Harta Gilbert turun US$13,2 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 29,6 miliar.
9. Zhang Bangxin (China)
Zhang, salah satu pendiri & ketua perusahaan layanin pendidikan TAL Education, juga jadi target pemerintah. Saham perusahaan ini anjlok ketika regulator meluncurkan aturan baru yg ketat, termasuk larangan meningkatkan modal dari investor luar negeri & melalui daftar publik & persyaratan bagi perusahaan bimbingan belajar yg mengajar mata pelajaran sekolah untuk mendaftar sebagai organisasi nirlaba.
Kekayaan Zhang turun US$ 11,3 miliar atau hampir 90% dengan kekayaan bersih terkini US$ 1,2 miliar.
10. Zhong Huijuan (China)
Zhong adalah pendiri, ketua sekaligus CEO dari produsen obat Cina Hansoh Pharmaceutical. Namun tahun ini sahamnya sudah jatuh lebih dari 50% pada tahun 2021 & sekarang di bawah harga pencatatan IPO HK$ 14,26 (US$ 1,82) per saham. Akibatnya, kekayaan Zhong turun 51% tahun ini. Dia menikah dengan miliarder China Sun Piaoyang, yg menjalankan perusahaan farmasi Jiangsu.
Harta Zhong turun US$ 10,4 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 10 miliar.
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/2...in-ada-jack-ma Hari ini 15:40