Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi Agan & Sista yg tinggal dekat jalur kereta api, cara paling mudah & menyenangkan menikmati waktu sore ya nongkrong di rel kereta api, apalagi dalam suasana Ramadhan seperti ini, istilahnya ngabuburit.
Tua, muda, besar, kecil, laki, perempuan, semua tumpah ruah di sini.
Seperti terlihat di Desa Panjer, Kebumen, persisnya di sebelah timur Stasiun Kebumen, sore itu warga asyik berkumpul sambil menunggu waktu berbuka.
Orang tua duduk-duduk sambil momong putra-putrinya, sementara anak-anak bermain gilas paku, yaitu permainan menggilaskan paku saat kereta melintas.
Terlihat berbahaya memang, paku-paku ditaruh di atas rel dengan dibantu pegangan dari bambu supaya tak bergeser ketika roda kereta melindasnya.
Hasilnya, paku-paku itu berubah bentuk jadi seperti pisau. Semakin bagus bentuknya, semakin dianggap berhasil seorang anak dalam menggilaskan paku.
Permainan ini sudah ada sejak lama sekali. Sejak Ane kecil, tiga puluhan tahun lalu pun permainan ini sudah ada di hampir seluruh daerah di Indonesia yg dilintasi kereta api.
Tentu saja petugas rel kereta api melarangnya, tetapi yg namanya anak-anak, bandel itu biasa GanSist!
Nongkrong di rel kereta api, biarpun agak horor & berbahaya, tetap jadi opsi menikmati sore yg asyik di bulan Ramadhan hingga waktu berbuka tiba
Tapi sayang seribu sayang, pada bulan puasa tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. Dikarenakan Pandemi Covid-19 sehingga perjalanan kereta banyak yg dibatalkan.
Hanya kereta barang & kereta rangkaian pembawa BBM yg dipersilakan lewat. Itupun instensitasnya tak sesering kereta penumpang.
Selain itu pemerintah juga melarang kerumunan lebih dari 5 orang, padahal acara ngabuburit seperti ini jamak dilakukan secara berkerumun.
Lor Rel, Kidul Ril