MAJALAH Newsweek mengakhiri hampir 80 tahun eksistensinya di dunia nyata dengan menerbitkan edisi cetak terakhir tertanggal 31 Desember.
Mulai Januari 2013, Newsweek akan hanya terbit dalam format digital dan online. Di sampulnya, di majalah yang edar sejak Senin (24/12) kemarin, terdapat foto yang merupakan gedung kantor lama Newsweek di Manhattan, New York dan juga hashtag Twitter, #lastprintissue (edisi cetak terakhir).
Oktober kemarin, penerbit dan pemimpin redaksi Newsweek Tina Brown mengatakan, majalahnya akan berubah format menjadi majalah digital sepenuhnya. Brown adalah juga pemilik dan pemred situs berita The Daily Beast yang dimiliki IAC/Interactive Corp.
Perpindahan Newsweek ke edisi digital menandai perubahan besar budaya membaca masyarakat saat ini yang tak lagi memilih bentuk cetak. Sejak 2005, sirkulasi Newsweek jatuh setengahnya menjadi “hanya” 1,5 juta eksemplar dan peniklan turun sampai 80 persen. Sementara itu, setahun Newsweek kehilangan penghasilan sampai AS$ 40 juta.
Didirikan sejak 1933 oleh mantan wartawan desk luar negeri majalah Time, Thomas J.C. Martyn, edisi pertama Newsweek terbit 17 Februari dengan harga 10 sen. Harga langganan setahun hanya AS$ 4. Di tahun pertama, sirkulasi Newsweek mencapai 500 ribu eksemplar.
Pada 1961, Newsweek dibeli oleh perusahaan media Washington Post Co., penerbit koran Washington Post. Hingga dua tahun kemudian, Washington Post Co. menjual Newsweek ke pengusaha perlengkapan audio Sidney Herman seharga AS$ 1. Herman kemudian menggabungkan Newsweek dengan perusahaan media IAC, Daily Beast milik Brown