• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

New Normal Dongkrak Perekonomian Indonesia Yang Tertekan

Angela

IndoForum Junior A
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
3.205
Nilai reaksi
2
Poin
0
New Normal Dongkrak Perekonomian Indonesia Yang Tertekan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja perekonomian mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda penguatan pada pertengahan Juni 2020 seiring dengan adanya pemberlakuan normal baru atau new normal.

Airlangga mengatakan pemberlakuan new normal sudah memberikan kontribusi kepada penguatan nilai tukar maupun IHSG serta kembali masuknya aliran modal kepada perekonomian nasional.

"Dengan new normal, kegiatan masyarakat sudah mulai bergerak ke arah positif. Kemudian kalau dilihat dari fundamental & sentimental perekonomian juga mendapatkan momentum positif," katanya saat mengisi webinar di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.

Menurut dia, beberapa sektor yg mulai bergerak naik antara lain industri otomotif, pertambangan, bahan bangunan, jasa keuangan, teknologi informasi, alat berat, permesinan, pengemasan barang, & pembangkit energi.

Beberapa sektor tertentu bahkan tidak mengalami pengaruh selama masa pandemi COVID-19 & kinerjanya justru meningkat, yaitu industri rokok & tembakau, makanan pokok, batubara, farmasi & alat kesehatan, serta minyak nabati.

"Minyak nabati ini khususnya Crude Palm Oil (CPO), karena kita berhasil menciptakan program B30. Inilah sektor-sektor yg dapat menghela Indonesia untuk recover lebih cepat," ujar mantan Menteri Perindustrian ini.

Airlangga mengatakan pentingnya upaya untuk mendorong normal baru untuk memulihkan kinerja perekonomian juga diutarakan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit ke-36 yg berlangsung Jumat, 26 Juni 2020 di tengah pandemi COVID-19.

"Efek dari COVID-19 ini tidak dialami oleh Indonesia saja, tetapi juga sekitar 215 negara lain di dunia. Dalam KTT ASEAN tadi, semua menyampaikan hal yg sama bahwa sudah masuk di dalam era new normal & mendorong bagaimana mengerjakan reset ekonomi," katanya.

Selain itu, ujar Airlangga, berbagai negara sudah sepakat bahwa vaksin untuk COVID-19 adalah barang milik bersama (public goods) yg berarti tidak ada pengenaan hak kekayaan intelektual atas penemuan vaksin tersebut karena pandemi ini adalah krisis kemanusiaan.

"Begitu vaksin ditemukan, maka Singapura, Vietnam, maupun Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan fasilitas manufaktur supaya solidaritas ASEAN ini dapat terjaga & kita dapat sama-sama menghentikan pandemi COVID-19 sekaligus untuk me-restart perekonomian," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Airlangga juga kembali memaparkan tiga program & kebijakan di bidang perekonomian untuk mengatasi akibat dari pandemi COVID-19.

Kebijakan itu adalah program pemulihan ekonomi nasional, program exit strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju normal baru, serta reset & transformasi ekonomi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

"Dalam upaya penanganan COVID-19 ini, pilar perdana yg jadi prioritas pemerintah adalah kesehatan, disusul dengan pilar sosial, ekonomi, & keuangan," katanya.

Hari ini 09:45
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.