• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

NEW NORMAL adalah MATINYA HIPEREALITA

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
NEW NORMAL adalah MATINYA HIPEREALITA


Pertama2 saya akan bilang
New Normal ini sebenarnya adalah back to normal. Justru kehidupan kemarin itu yg abnormal

Kedua, saya akan cerita apa itu hiperealita ?
sederhananya ketika anda beli segelas kopi starbuck seharga 40an ribu. Mengapa segelas kopi dapat begitu mahal ? anggaplah harga dasar kopi itu 7 ribu, maka 33 ribu sisanya anda membayar harga sewa sofa outlet & membeli simbol starbuck. Angka 33 ribu itulah hiperealita. Sebuah kondisi mental yg menganggap sesuatu itu nyata & kita butuhkan melebihi kebutuhan dasar kita sendiri.

(fyi istilah hiperalita diperkenalkan oleh filsuf prancis bernama Jean Baudrillard dalam bukunya tentang Simulacra)

Kita sesungguhnya tidak akan menemui hiperealita sedahsyat kemarin andai saja tidak ditemukan yg namanya facebook, instagram, twitter, & teman2nya.

Tiba2 datanglah covid19. Mendadak kita semua takut keluar rumah, takut berkerumun, aktivitas di luar dibatasi. Apa2 serba dari rumah. Lalu bagaimana nasib para hiperealista? (sebutan saya untuk pelaku hiperealita)

Starbuck sepi, kafe sepi, mall sepi. Tidak ada orang yg meng-uplod imej2 mereka di outlet2 pendongkrak citra diri itu. Masihkah relevan kebutuhan akan luxury, prestise & status hari ini ? masih mungkinkah kita membutuhkan itu ? atau kita langsung ke puncak pertanyaannya : *masihkah dibutuhkan hal2 seperti itu hari ini ?*

Pandemi covid19 ini ibarat tombol reset.
Sekali ditekan langsung semua berbondong2 menuju ke titik awal. Kita sudah merasakan psbb, di mana pada masa itu kita diarahkan untuk mengerjakan segala hal yg kita butuhkan saja. Ini kabar buruk untuk usaha seperti pariwisata, hotel, mall, kafe2 & semua usaha yg menjadikan CITRA, LUXURY atau PRESTISE sebagai core bisnisnya.

'Pembatasan sosial' itu adalah hantu bagi usaha2 tadi. Di mana letak kesalahannya kalau begini ?

benarkah kehidupan sosial benar2 dibatasi ?

Sebetulnya tidak salah. Karena yg terjadi sesungguhnya bukanlah pembatasan sosial tetapi mengembalikan kehidupan sosial kita ke titik yg wajar ketika kehidupan sosial kita sudah benar2 overdosis (40k for a glass of coffee ?? )

Kesalahannya adalah Starbuck dkk, membasiskan bisnisnya kepada materi yg imajiner (citra, luxury, prestise, status). Kalau anda mengira starbuck dkk itu menjual minuman/makanan sebetulnya tidak bisnis mereka adalah jual-beli simbol. Simbol akan berubah jadi status manakala kehidupan sosial manusia didorong hingga puncak di luar kebutuhan wajar manusia, & ketika ruang manusia untuk saling berjumpa hancur lebur seperti hari ini saat itulah simbol2 itu runtuh nilai jualnya.

Apakah ini pertanda buruk ? Yap ini pertanda buruk, yg menunjukan betapa lugunya kita kemarin selama ini rutin bekerja 8 jam sehari, 5 hari seminggu cuma untuk mengongkosi kebutuhan imajiner (hiperealita) kita. Kemarin kita benar-benar dijauhkan dari apa yg benar-benar kita butuhkan. Kita malah membiayai ilusi.

New Normal, adalah hancurnya sebuah abnormalitas & kembalinya sebuah kehidupan normal. Sebelum revolusi industri, kehidupan itu relatif sangat normal. manusia setara bekerja untuk kebutuhannya. Ketika 'ngopi' mereka ya ngopi untuk menghilangkan penat. Kedai kopi pun sebagai ruang publik untuk saling guyub berinteraksi, bukan ruang halusinasi atau untuk menyendiri. Selesai ngopi kembali ke kehidupannya. (bukannya pindah kasta) Upah yg mereka dapat pun untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Bukan untuk 'membeli' merek.

Ketika kondisi di atas dihantam kejadian luar biasa seperti pandemi, kemungkinan tidak akan se-dramatis seperti yg terjadi hari ini. Hari ini ribuan pekerja menggantungkan hidupnya pada bisnis imajiner seperti mall, starbuck dkk. Bisa terbayang efek domino kehancurannya... rubuh satu sirna banyak. Ribuan pekerja terancam kehidupannya seiring hilangnya pekerjaan mereka. Mereka teralienasi dari pekerjaannya sehingga merasa bukan siapa2 & tidak berdaya ketika hilang profesinya.

Sudah waktunya dunia2 usaha imajiner itu merombak plan bisnisnya ke usaha2 yg nyata (riil) & beradaptasi bila harap survive hari ini. Alih2 mempertahankan bisnis yg sama seolah2 kita masih hidup di dunia kemarin. (gagal move on)

New Normal adalah sebuah terapi psikis & efek kejut bagi kita untuk memikirkan ulang, untuk introspeksi betapa rapuhnya kehidupan sosial kita kemarin bak jaring laba2 besar. Tertata, tersistem & terstruktur rapih & massif tetapi tidak kita sadari begitu rapuh & labil ketika sebuah batu menimpanya.

New Normal mendorong kita untuk fokus & mengefisiensikan tenaga & pikiran kita untuk hal-hal yg kita butuhkan saja. Dan petunjuk atas matinya kebutuhan2 halusinasi kita. Seolah2 hidup kita serba dicukupkan. Kita didorong memikirkan kembali apa yg benar-benar kita butuhkan. Kembali ke jati diri & fungsi diri kita yg nyata.

It's all done. We' are shifting.
Change or we die. Get real.
Dunia kita yg kemarin sudah mati

Dunia hari ini ibarat sebuah rumah sakit yg besar. Dan kita tergeletak di dalamnya & cuma berpikir untuk tetap sehat & tetap hidup. Pernah lihat orang selfie saat tergeletak sekarat di rumah sakit ? Itulah matinya hiperealita

Jika Baudrillard di tahun 80an lalu sudah memikirkan kondisi hiperealita, sesungguhnya saat itu dia sudah melihat bahaya & sedang menyalakan simbol SOS (save our soul) itu kepada kita supaya kita lekas sadar & menyelamatkan diri bahwa kita berdiri di atas bom waktu.

New Normal ? Welcome normal life
Keep waras, keep alive 31-05-2020 23:24
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.