Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebelum membahas hal ini, enaknya sambil nonton sedikit lagu'Killing In The Name' dariRage Against The Machine, dimana liriknya penuh emosi dari sang vokalis Zach de la Rocha.
Bagi yg belum tahu kenapa lagu ini hadir sebenarnya berawal dari sumpah serapah kepada pemerintah!
Lagu kemarahan dari RATM yg melihat penganiayaan kepada Rodney King pada tahun 1991, aparat penegak hukum menyalahpakai jabatannya & mengintimidasi setiap orang yg dianggap bersalah.
Membunuh atas nama...
Jelas sekali, ini kritik kepada mereka-mereka yg berkuasa & berlindung atas nama hukum, lalu jadi Tuhan dalam kelompok & dunianya itu sendiri.
Mereka harap memberitahukan bahwa ada manusia-manusia yg katanya penegak keadilan, malah sebaliknya membakar salib sebagai lambang dari sebuah agama & keadilan. Dan mempertanyakan mengapa mereka "mengerjakan apa yg diperintahkan".
Bahkan ironis sekali ketika RATM, menilai seakan-akan pembunuhan dibenarkan cuma karena mereka memakai lencana penegak hukum, alih-alih mengakkan keadilan, mereka cuma harap berlindung dibalik lencana yg mereka kenakan supaya tindakan mereka tidak dianggap sebagai kebrutalan.
(Now you're under control) And now you do what they told ya
Sekarang kau ada dalam kendali mereka & kau mengerjakan apa yg mereka katakan padamu
Betapa sulitnya keluar dari kekuasaan yg cukup akbar hingga dapat membungkam hal-hal yg diluar nalar.
Lagu ini, semakin menarik karena disaat sekarang ini ada kejadian luar biasa di Indonesia dimana ada tragedi penegak hukum, yaitu polisi tembak polisi, namun kasusnya berjalan sangat panjang & lama.
Bahkan baru-baru ini kalau kita lihat video dibawah ini, menambah daftar tanya dikalangan netizen.
Pengacara Bharada E Deolipa Yumaradicabut kuasanya, entah alasannya apa & kenapa, semua tidak ada yg tahu. Karena drama ini semakin panjang & menarik, apakah ada yg harap unjuk power dari penegak keadilan.
Entahlah, bagi wong cilik yg penting dapat makan esok hari saja sudah bersukur. Tapi bagi negarawan yg kritis, bentuk penegak hukum seperti ini berbahaya. Dimana para penegak hukum bermain dengan hukum itu sendiri, merekayasa & mencoba bermain dengan jabatan & kekuasaan.
Netizen semakin panas melihat kabar ini, media sosial juga banyak cuitan tanya.
Ditakutkan ada gerakan mosi tidak percaya kepada para penegak hukum, bagaimana? Semoga saja tidak terjadi, ditakutkan resesi akan semakin menjadi! Maka, yg terjepit ya rakyat miskin yg tak perduli dengan kasus diatas, karena hidupnya saja sudah sulit untuk mencari sesuap nasi.
Apa tanggapan juragan dengan hal ini?
Apalagi minta 15 Triliun kepada negara, karena pihak penegak hukum langsung yg menunjuk sang pengacara ini.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2
Pic : google