Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mengapa yg namanya korupsi hingga saat ini sulit sekali diberantas? Mengapa biaya berobat mahal? Mengapa jalan-jalan tidak pernah mulus padahal kita sering membayar pajak? Ada apa dengan harga susu?
Sebenarnya masih banyak pertanyaan lain yg ada diisi kepala ini, tetapi masa iya harus saya masukan juga termasuk yg masih tersimpan di dalam benak saya, mengapa si 'A' bukan memilih saya? Mhuehe.
Pertanyaan-pertanyaan ini saya rasa juga mewakili pertanyaan masyarakat jelata yg saat ini jumlahnya kian meroket akibat efek pandemi. Bahkan yg kaya pun masih memiliki angan-angan untuk memiliki lebih dari satu harta yg dimilikinya.
Bukan tanpa sebab, selama manusia masih memiliki nafsu keduniawian pastinya urusan harta, takhta, wanita, pria (bagi si wanita) adalah target utama baru kemudian urusan alam akhirat.
Ketika nafsu keduniawian mulai menciptakan gelap mata seseorang & menenggelamkan sifat welas asih kepada sesama maka hidup orang itu sesungguhnya sudah terjerembab ke dalam jurang kehancuran & kehinaan.
Korupsi yg tanpa sadar sudah membudaya di negeri ini benar-benar sudah menodai hati & kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yg semestinya melindungi & memberi kehidupan lebih baik.
Tapi, yg namanya korupsi adalah salah satu wujud 'haram' keserakahan manusia yg paling hina, bahkan yg namanya sumbangan bantuan sosial pun hingga tega-teganya di embat, di korupsi. Masihkah kurang gaji seorang menteri? Astagfirullahaladzim...
Yang semestinya jadi hak mereka akhirnya jadi bancakan orang elit, rakyat kembali jatuh dalam lingkaran jajahan pelaku berkerah yg hidupnya bermegah-megah. Inikah keadilan & kemerdekaan?
Pemberitaan korupsi di media sudah seperti sajian infotainment di negeri ini, yg semestinya adalah sebuah berita aib, kini seperti tontonan yg dianggap biasa, bahkan sang pelaku masih dapat tersenyum sumringah.
Kita seperti dipaksa untuk menerima keadaan atas perilaku mereka. Dengan mata berkaca-kaca rasanya harap marah & bergejolak hati ini, tetapi apa daya saya cuma rakyat jelata yg cuma dapat melihat dari layar kaca tanpa dapat berbuat apa-apa.
Korupsi di negeri ini sudah sangat-sangat keterlaluan, menjatuhkan martabat & sendi-sendi pemerintahan yg semestinya suci & menjunjung tinggi amanah rakyat, tetapi dinodai demi kepentingan peribadi, kelompok diatas penderitaan rakyat!
Dalam keadaan keprihatinan saat ini masih saja ada manusia yg memanfaatkan jabatan & kekuasaan untuk mengeruk keuntungan yg semestinya jadi hak rakyat. Sungguh tega. Sungguh terlalu!
Pemberantasan korupsi saat ini beberapa memang cukup meyakinkan meskipun terkadang hangat-hangat tahi ayam, tetapi setidaknya keadilan di negeri ini terlihat masih ada. Semoga yg amanah semakin banyak, yg lemah semakin terarah & istiqomah.
Negeri ini sudah terlalu gaduh & banyak drama dengan korupsi. Kapan korupsi akan hilang & lenyap di negeri ini? Mimpi, kah?
Bisa. Tapi saya rasa bukan Tuhan yg mengehentikannya, tetapi bagaimana manusia itu sendiri yg tergerak & bersikap untuk antikorupsi sebenar-sebenarnya & seteguh-teguhnya memegang janji.
Tuhan tidak akan merubah nasib sebuah kaum, kalau kaum tersebut tidak harap berubah untuk jadi lebih baik? Ini sudah jelas & ada dalam kitab suci agama saya.
Ayolah bapak-bapak, ibu-ibu, generasi muda, siapapun mereka yg memiliki kewenangan, kekuasaan, & jabatan... marilah bersatu demi rakyat untuk benar-benar memberantas korupsi secara konsekuen mulai detik ini juga.
Rakyat sudah amat letih menanti impian & menagih janji kapan negeri ini dapat jadi makmur, tenteram, & sejahtera. Indonesia sudah 75 tahun (katanya) Merdeka, kan? Tapi merdeka untuk siapa?
Kami tidak butuh janji, tetapi kepastian & bukti yg anda ucapkan saat dibawah sumpah kitab suci & 'berkoar' akan memegang teguh amanah rakyat demi kebaikan & keadilan bersama-sama.
Tapi apa lacur, kemerdekaan saat ini cuma dirasakan oleh sekelompok & golongan saja, jauh dari impian pejuang kemerdekaan & Undang-Undang Dasar Negara Pancasila.
Saat ini nyatanya rakyat tetap menderita & harus tetap berjuang, berjibaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditanah yg katanya subur & makmur ini, tetapi sayangnya banyak di korupsi.
Buat kita yg masih suci dari korupsi ingatlah, korupsi amat berat pertanggungjawabannya di akhirat nanti, terlebih pelaku korupsi yg mengatasnamakan rakyat. Segeralah bertobat saudara, mundur dari jabatan, & mengembalikan uang rakyat supaya tidurmu dapat pulas!
sebuah opini
Img.google img
Copyright 2016 - 2020 iskrim
All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS
Hari ini 09:06