Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saat ini negara di dunia yg cenderung lebih maju sering dikaitkan tentang sekuler, apakah benar demikian? Karena negara yg tidak sekuler agak lebih susah bergerak menuju arah yg lebih maju.
Coba kita lihat list dari beberapa negara paling maju di dunia, ada Austria, Denmark, Estonia, Belgia, Perancis, Republik Ceko, Yunani, Irlandia, Luksemburg, Italia, Belanda, Portugal, Rusia, Swedia, Spanyol, Monaco, Malta, Slovenia, Norwegia, Siprus, Vatikan. Untuk kawasan Asia ada Singapura, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Israel, Taiwan, Cina. Lalu di benua lain ada Kanada, Amerika Serikat & Australia serta Selandia Baru.
List nama negara diatas ini tidak ada sama sekali area Timur Tengah, & Afrika. Menarik melihat hal itu, apa yg sebenarnya terjadi?
Menurut para peneliti hal itu disebabkan negara yg lebih religius akan susah maju, atau berkiblat jadi negara industri, tentu saja walau secara data & fakta yg diungkapkan para peneliti itu benar adanya, namun secara pribadi saya menyangkalnya.
Contoh Jepang maju karena sekuler? Hmm, gimana ya sebenarnya Jepang maju karena tradisi mereka, kalau ditelaah lebih jauh ada tradisi yg diketahui yaitu Bushido yaitu sebuah etika yg dipengaruhi oleh ajaran Budha Zen dapat disebut bagian dari Shinto.
Maka orang Jepang memegang prinsip Bushido yaitu kebenaran, keberanian, kebajikan, rasa hormat, ketulusan, menghormati, loyalitas, & kontrol diri. Tak heran mereka dapat jadi maju, karena kultur masyarakatnya yg memang sudah ditanamkan hal positif seperti itu. Maka mau mereka tak beragama pun, prinsip hidupnya memang sudah sesuai tradisi.
Rasa malu, disiplin, tepat waktu & lainnya dapat dibilang muncul karena keadaan masyarakatnya yg membentuk pola tradisi yg sudah mengakar kuat di Jepang. Jadi konteksnya Jepang masih memakai etika dari sebuah agama, walau secara kepercayaan memang terlihat sekuler.
Lalu negara eropa yg maju karena sekuler, ini juga tidak tepat karena bila menarik lagi hal ini sudah diungkap oleh Etika Protestan & Semangat Kapitalisme (bahasa Inggris: The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism) adalah sebuah buku yg ditulis oleh Max Weber, seorang ekonom & sosiolog Jerman pada 1904.
Quote:
Berdasarkan pada tesis Max Weber mengatakan bahwa agama mempunyai kontribusi penting dalam kapitalisme. Agama dalam hal ini yaitu etika protestan menciptakan prakondisi yg memungkinkan terjadinya pengembangan kapitalisme. Kapitalisme tidak melulu karena sumbangsi pengusaha & pemodal, ada juga peran serta agama di dalamnya yg memungkinkan terkumpulnya kapital sebanyak-banyaknya.
Dalam etika protestan bekerja & berusaha merupakan panggilan agama. Kesuksesan di dunia dikatakan sebagai representasi dari kebahagiaan hidup di akhirat. oleh karenanya, penganut protestan ini berusaha semaksimal mungkin untuk dapat bekerja sekuat tenaga dengan keras demi mencapai kesuksesan di dunia sehingga sukses juga di kehidupan akhirat.
Akibat dari etika protestan ini yaitu kaum protestan memiliki dedikasi untuk bekerja yg memungkinkan mereka mendapatkan banyak keuntungan & kemakmuran. Semangat ini dalam etika protestan dikombinasikan dengan nilai kesederhanaan hidup & sikap ekonomis dalam ajaran protestan yg mendorong penganutnya menjalani kehidupan duniawi sederhana saja tanpa kesenangan berlebihan. Maka kombinasi ini membentuk tumbuhnya pengumpulan uang atau kapital. Kapital ini kemudian dipakai pemiliknya untuk jadi modal usaha & menguasai sarana produksi, yg jadi awal dari kapitalisme.
Sumber kutipan https://brainly.co.id/jawaban-buku/q...ce=qa-qp-match
Di sisi sosiologi & ekonomi, munculnya protestanisme dianggap sudah melahirkan etika protestan yg menumbuhkan budaya kerja di kalangan protestan yg menjadikan mereka sangat makmur & berpengaruh di Eropa. Disinilah akhirnya eropa dapat jadi maju seperti saat ini.
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Ini agak berat, salah bicara dapat dihujat. Begini Indonesia disebut negara religius, namun ketika melihat etika-etika positif yg dihinggakan oleh agama, kenapa masyarakatnya jauh panggang daripada api?
Kalau memang benar religius, kenapa sampah ada dimana-mana? Kenapa angka korupsinya tinggi? Lantas pembullyan sudah seperti tradisi? Bahkan diskriminasi masih ada? Belum lagi hukum yg cacat disana sini? Lantas maayarakat yg tak ramah dengan lingkungan.
Kalau masyarakat Indonesia benar-benar religius, tentu hal-hal semacam itu tidak ada karena jelas dilarang oleh agama! Tapi kenapa kita mengerjakan hal itu?
Karena kita mengpakai nama agama, cuma sebagai topeng untuk menutup kemunafikan kita. Bagaimana, paham ya!
Lantas kalau Indonesia sekuler apakah akan jadi maju? Jawabannya simple jelas tidak, karena prakteknya akan sama saja dengan yg ada sekarang, cuma berganti topeng saja.
Weslah, mumetkan hehehe....
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google