• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Need help to translate into english

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. hersonw
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

hersonw

IndoForum Junior A
No. Urut
656
Sejak
20 Apr 2006
Pesan
2.939
Nilai reaksi
47
Poin
48
Can anyone help me to translate it into english?

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya adalah siswa kelas 1 SMA Mulia Bhakti. Saya baru saja mendapat tugas dari guru Sosiologi saya.

Sang Guru sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang juga memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan olehnya diberi nama “Tersenyum”. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat serta selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan “hello”. Jadi, saya pikir tugas ini sangatlah mudah untuk diselesaikan.

Segera setelah saya menerima tugas tersebut, saya beserta kedua orang tua saya pergi ke restoran McDonlad’s pada suatu sore di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Menunggu untuk dilayani adalah salah satu cara kami dalam antrian. Ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian kedua orang tua saya ikut menyingkir. Saya tigak bergerak sama sekali. Suatu perasaan panik mulai menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya menghirup suatu “bau badan yang kotor” yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek yang dekat dengan saya, ia sedang “tersenyum”. Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan. Ketika ia minta untuk dapat diterima, ia berkata “Good day” sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, “Kopi saja, Nona” karena hanya itulah yang mampu mereka beli. Saya sadar bahwa mereka membeli kopi itu hanya untuk menghangatkan badan karena jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Kemudian saya benar-benar merasakannya, desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.

Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bermata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata “Terima kasih.” Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, “Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan.”

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan keluarga saya. Ketika saya duduk, kedua orang tua saya tersenyum kepada saya dan berkata, “Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku. Untuk memberiku harapan.” Kedua orang tua saya kemudian memeluk saya selama beberapa saat dan pada saat itu saya tahu bahwa hanya karena kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.

Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah. Saya kembali ke sekolah pada hari pengumpulan tugas yang telah ditentukan dengan cerita ini di tangan saya. saya menyerahkan tugas saya dan guru saya membacakannya di depan kelas. Kemudian ia melihat kepada saya dan bertanya, “apakah boleh saya membagikan ceritamu kepada yang lain ?” saya mengangguk perlahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan.

Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, orang tuaku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas. Saya berhasil menyelesaikan tugas itu dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari dalam hidup saya, yaitu “penerimaan yang tak bersyarat”.

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana cara untuk mencintai sesama dan memanfaatkan benda-benda, bukannya untuk mencintai benda-benda dan memanfaatkan sesama

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Omg!!!!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
I'm a 10th year student at SMA Mulia Bhakti. I have been given a home work from my sociology teacher.

The Teacher is very inspirative with the quality I hope everyone have it. The last project my teacher gave has been given the name “Smile”. All students are requested to go out and smile to three people and document their reaction. I'm a friendly guy and always smile to people and greet them. So I think, this job will be easy as a pie.

After I received that job, my parents and I went to McDonald's Fast Food Restaurant one cold and dry evening in March. Wait to be served is one of our way in queuing. When suddenly people around us were starting to step away, and even my parents too. I don't move a single muscle. Panic started to fill me when I turn back to see why did they move away.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------[/quote]

That's all for now.....
tired XP
 
Thanks for Calvin, please Translate the other again.

For others

Please help me translate it all...

Thx
 
When I turn around I smell thick "smelly body", and stood before me two roofless men. When I bow I saw the shorter man close to me, he's "smiling". His beautiful sky blue eyes full of God's light. When he asked to be accepted, he said “Good day” while counting how many coins he had collected. The second man played his hands with strange movements and stood behind his friend.

I realized the second man suffered mental deficiency, and the blue eyed man is his helper. I held my affection when I stood with them.
 
--------------------------------------------------------------------------

The young woman on the counter ask to the man what they want, he said ' Just coffee cause its the only thing that i can afford'. Then i realise that they only bought the coffee because they want to get warmed up here and they have to bought something to stay there. Then i can feel the feeling, the feeling going strong that make me almost hug the little boy with blue eyes. It just happen when i was realise that all of the eyes on that room was staring at me and judging bout me.

-----------------------------------------------------------------------
PS: Continue tommorow cause i was to sleepy night'
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.