Nemesis
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 55724
- Sejak
- 26 Okt 2008
- Pesan
- 9.732
- Nilai reaksi
- 503
- Poin
- 113
Seorang nasabah salah satu bunk di Lampung tertipu dan kehilangan uang puluhan juta, setelah kartu anjungan tunai mandilu (ATM) miliknya "tertelan" dan menghubungi nomor layanin yang terpasang di pintu.
Korban warga Jl. Raden Saleh No.27 A Pangajaran Telukbetung Utara, Bandarlampung, Reindo NB, Senin melaporkan peristiwa tersebut ke Poltabes Bandarlampung.
Informasi yang beredar, korban pada Minggu (11/1) petang akan mengambil uangnya melalui ATM salah satu bunk, namun kartunya tertelan.
Karena panik, ia kemudian menghubungi nomor layanin yang terpasang di salah satu bagian dalam ruang ATM tersebut.
"Korban menghubungi nomor tersebut dan menceritakan kartunya tertelan. Awalnya diberi instruksi dari seorang pria yang mengaku sebagai operator dan bernama Diki," kata seorang perwira di Poltabes Bandarlampung.
Setelah korban mengaku gagal, "operator" tersebut menyarankan agar ATM diblokir, kemudian korban diminta memberikan identitas dan PIN kartu ATM-nya.
Kemudian korban merasa ragu dan mencoba mengecek rekeningnya dengan menelepon layanin bunk tempatnya menabung, dan berkurang Rp22 juta. Setelah dicek, ternyata ada penarikan yang ditransfer ke rekening atas nama FS.
Korban pun kembali mendatangi ATM tersebut, namun stiker nomor yang pernah dia hubungi sudah dicabut dan tinggal nomor telepon layanin asli dari bunk yang sempat tertutup stiker nomor palsu.
Sumber : antara.co.id
Korban warga Jl. Raden Saleh No.27 A Pangajaran Telukbetung Utara, Bandarlampung, Reindo NB, Senin melaporkan peristiwa tersebut ke Poltabes Bandarlampung.
Informasi yang beredar, korban pada Minggu (11/1) petang akan mengambil uangnya melalui ATM salah satu bunk, namun kartunya tertelan.
Karena panik, ia kemudian menghubungi nomor layanin yang terpasang di salah satu bagian dalam ruang ATM tersebut.
"Korban menghubungi nomor tersebut dan menceritakan kartunya tertelan. Awalnya diberi instruksi dari seorang pria yang mengaku sebagai operator dan bernama Diki," kata seorang perwira di Poltabes Bandarlampung.
Setelah korban mengaku gagal, "operator" tersebut menyarankan agar ATM diblokir, kemudian korban diminta memberikan identitas dan PIN kartu ATM-nya.
Kemudian korban merasa ragu dan mencoba mengecek rekeningnya dengan menelepon layanin bunk tempatnya menabung, dan berkurang Rp22 juta. Setelah dicek, ternyata ada penarikan yang ditransfer ke rekening atas nama FS.
Korban pun kembali mendatangi ATM tersebut, namun stiker nomor yang pernah dia hubungi sudah dicabut dan tinggal nomor telepon layanin asli dari bunk yang sempat tertutup stiker nomor palsu.
Sumber : antara.co.id