• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Nama Pengaruhi Jenjang Karier

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Ingin anak-anak Anda di kemudian hari memiliki peluang karier cemerlang? Mulailah dengan memberikan mereka nama-nama yang mudah dieja.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Melbourne dan Universitas New York mengungkap, orang yang memiliki nama sederhana dan mudah diucapkan lebih cenderung disukai untuk mendapat promosi di tempat kerja.

"Efeknya bukan karena semata-mata akibat panjang nama atau nama seberapa asing nama itu didengar atau tidak biasa, melainkan bagaimana mengucapkannya," ujar Profesor Universitas Melbourne Simon Laham yang menjadi penulis utama studi kepada Live Science.

Dalam studi pertama dari jenisnya, peneliti menganalisis bagaimana pengucapan nama dapat memengaruhi pembentukan kesan dan pengambilan keputusan.

Kaitan antara nama dan karier sangat kuat pada studi yang dilakukan pada kalangan pengacara yang berasal dari berbagai latar belakang antara lain Anglo Saxon, Asia, Eropa Barat dan Eropa Timur. Nama-nama pengacara yang mudah diucapkan memiliki karier yang melesat lebih cepat dalam hierarki perusahaan.

Peneliti dari New York University Adam Alter mengatakan, ada kemungkinan efek yang sama juga terjadi pada industri lainnya dan dalam konteks sehari-hari. "Orang-orang tidak menyadari ada dampak halus bahwa nama memengaruhi penilaian mereka."

Meski penelitian menunjukkan ada segelintir orang dengan pengucapan yang sulit sebagai anomali, peneliti juga mengungkap hal sama terjadi pada dunia politik. Kandidat politisi dengan nama yang gampang diucapkan lebih mungkin memenangkan pemilihan daripada mereka yang memiliki nama sulit dieja.

Laham mengatakan temuan memiliki implikasi penting untuk mengelola bias dan diskriminasi dalam masyarakat. "Sangat penting untuk menghargai bias halus yang membentuk pilihan dan penilaian tentang orang lain. Dengan menghilangkan bias, apresiasi menyebabkan kita bisa lebih adil dan objektif pada orang lain."

Penelitian diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology.
 
kalo ane mah kasih aja inet biar wawasanny nambah sendiri gitu gan tar :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.