Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Nah ini Dia: Penjual Pentol Sembrono Berani Perkosa Mahasiswi
Senin, 31 Oktober 2022 07:00 WIB
Penjual Pentol, Sembrono, Berani Perkosa Mahasiswi, sembrononya penjual pentol,
MACAM Ketum partai saja, Wagino, 25, berani berbuat sembrono. Tapi sembrononya penjual pentol (bakso rasa tepung) memang beda. Nah ini dia. Dia berani perkosa mahasiswi di Tuban, Indri, 20, yg berwajah cantik karena terangsang. Tapi sial, enaknya tidak seberapa, Wagino dilaporkan korbannya & ditangkap polisi di kampungnya Ngawi.
Urusan kejahatan selangkangan sebetulnya cerita lama, tetapi hingga kini tak pernah hilang dari peredaran. Ceritanya sama, cuma korban & pelakunya yg berbeda-beda. Ada guru biasa, ada guru agama, oknum polisi & juga politisi. Ironisnya, meski sudah ada yg dikebiri kimia, kok masih ada terus kejahatan selangkangan dari sana & sini.
Dan di Ngawi, Wagino yg pekerjaannya cuma penjual pentol, kok berani-berani jadi penjahat selangkangan dengan korban seorang mahasiswi di Tuban. Padahal kalau dilihat dari status sosialnya, kalau terpaksa jadi penjahat kelamin korbannya paling-paling pembantu atau buruh pabrik rokok. Lha kok dia kuwanen perkosa mahasiswi yg tingkat pendidikannya jauh lebih tinggi.
Tapi urusan seks memang tak memandang status sosial. Seperti Wagino ini, dia dapat kenal dengan Indri ya melalui medsos. Setelah komunikasi lewat dunia maya, keduanya sepakat ketemu di Ngawi. Gobloknya si mahasiswi, mau-maunya dia pergi ke Ngawi cuma mau ketemu penjual pentol. Tapi ya bagaimana lagi, dia baru tahu status Wagino sebenarnya ya setelah kena pentol-nya si penjual pentol.
Di medsos sih Wagino mengaku jadi pegawai kantoran. Dalam kesepakatan itu berjanji akan ketemu di RM Duta di jalan raya Solo Surabaya. Mau makan? Bukan, cuma ketemu di depan RM. Dari situ nanti baru dipikirkan berdua, mau ke mana. Soal wisata halal, di Ngawi juga banyak yg dapat dikunjungi.
Benar saja, Indri yg cantik datang & keduanya lalu jalan berdua pakai sepeda motor. Tapi ternyata bukannya dibawa ke tempat rekreasi atau apalah, tetapi justru ke daerah hutan yg sepi. Di sinilah kemudian Indri diperkosa Wagino dengan segala nafsunya yg meledak-ledak. Pokoknya dicucuk-cucukke (biar sesuai). Selesai melepas nafsu, Wagino kabur sambil membawa tas Indri yg ada HP & uangnya.
Indri kemudian ditolong orang untuk melapor ke Polres Ngawi. Tak hingga 24 jam, jejak digital, eh alat vital Wagino terlacak. Ternyata dia penjual pentol. Tanpa ampun dia digelandang. Dari jok motornya ditemukan pula tas Indri, tetapi sudah kosong. Dalam pemeriksaan dia mengaku, semula tak ada niat memperkosa. Tapi demi melihat Indri cantik & seksi, ukuran celananya mendadak berubah & terjadilah perkosaan itu.
Sumber Ilustrasi gambar:
https://manado.tribunnews.com/2019/0...4-butir-peluru Hari ini 20:00
Senin, 31 Oktober 2022 07:00 WIB
Penjual Pentol, Sembrono, Berani Perkosa Mahasiswi, sembrononya penjual pentol,
MACAM Ketum partai saja, Wagino, 25, berani berbuat sembrono. Tapi sembrononya penjual pentol (bakso rasa tepung) memang beda. Nah ini dia. Dia berani perkosa mahasiswi di Tuban, Indri, 20, yg berwajah cantik karena terangsang. Tapi sial, enaknya tidak seberapa, Wagino dilaporkan korbannya & ditangkap polisi di kampungnya Ngawi.
Urusan kejahatan selangkangan sebetulnya cerita lama, tetapi hingga kini tak pernah hilang dari peredaran. Ceritanya sama, cuma korban & pelakunya yg berbeda-beda. Ada guru biasa, ada guru agama, oknum polisi & juga politisi. Ironisnya, meski sudah ada yg dikebiri kimia, kok masih ada terus kejahatan selangkangan dari sana & sini.
Dan di Ngawi, Wagino yg pekerjaannya cuma penjual pentol, kok berani-berani jadi penjahat selangkangan dengan korban seorang mahasiswi di Tuban. Padahal kalau dilihat dari status sosialnya, kalau terpaksa jadi penjahat kelamin korbannya paling-paling pembantu atau buruh pabrik rokok. Lha kok dia kuwanen perkosa mahasiswi yg tingkat pendidikannya jauh lebih tinggi.
Tapi urusan seks memang tak memandang status sosial. Seperti Wagino ini, dia dapat kenal dengan Indri ya melalui medsos. Setelah komunikasi lewat dunia maya, keduanya sepakat ketemu di Ngawi. Gobloknya si mahasiswi, mau-maunya dia pergi ke Ngawi cuma mau ketemu penjual pentol. Tapi ya bagaimana lagi, dia baru tahu status Wagino sebenarnya ya setelah kena pentol-nya si penjual pentol.
Di medsos sih Wagino mengaku jadi pegawai kantoran. Dalam kesepakatan itu berjanji akan ketemu di RM Duta di jalan raya Solo Surabaya. Mau makan? Bukan, cuma ketemu di depan RM. Dari situ nanti baru dipikirkan berdua, mau ke mana. Soal wisata halal, di Ngawi juga banyak yg dapat dikunjungi.
Benar saja, Indri yg cantik datang & keduanya lalu jalan berdua pakai sepeda motor. Tapi ternyata bukannya dibawa ke tempat rekreasi atau apalah, tetapi justru ke daerah hutan yg sepi. Di sinilah kemudian Indri diperkosa Wagino dengan segala nafsunya yg meledak-ledak. Pokoknya dicucuk-cucukke (biar sesuai). Selesai melepas nafsu, Wagino kabur sambil membawa tas Indri yg ada HP & uangnya.
Indri kemudian ditolong orang untuk melapor ke Polres Ngawi. Tak hingga 24 jam, jejak digital, eh alat vital Wagino terlacak. Ternyata dia penjual pentol. Tanpa ampun dia digelandang. Dari jok motornya ditemukan pula tas Indri, tetapi sudah kosong. Dalam pemeriksaan dia mengaku, semula tak ada niat memperkosa. Tapi demi melihat Indri cantik & seksi, ukuran celananya mendadak berubah & terjadilah perkosaan itu.
Sumber Ilustrasi gambar:
https://manado.tribunnews.com/2019/0...4-butir-peluru Hari ini 20:00