• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MY TEARS, BELIVED IN YOU

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Seratus limapuluh dua ribu hari terlewati terlepas dari rasa sedihku diantara hari itu. Hadirmu, tentangmu yg dulu pernah kupikir tak akan dapat lepas dari kisahmu. Hari terus berganti begitu cepat. Saat saya menyadari, ternyata sang semesta tidak menggariskan garis rasa yg tak berkrikil.

Butiran kesedihan yg dulu saya genggam erat nyatanya dapat saya lepaskan perlahan. Mungkin saat ini cuma tersisa sedikit debu dari butiran-butiran pesakitan itu.

Terimakasih sudah mengajari apa itu arti sebuah perjuangan, bukan cuma sekedar kalimat kiasan yg banyak didengungkan banyak orang.

"Mereka bilang bahwa sayang tidak harus memiliki, tetapi lebih tepatnya buatku sayang tidak semestinya berjuang sendirian. Lebih tepat & terdengar lebih masuk akal buatku".

Bersama denganmu menciptakanku tahu bagaimana rasanya mati-matian mensayangi, rasanya berjuang sendirian pada saat itu, juga berusaha sekuat hati bertahan tanpa peduli seberapa banyak serpihan hati yg terkikis.

"Jika anda tanya, apa dulu saya merasa lelah?"

Ya, saya letih berjuang sendiri Aku letih berusaha meruntuhkan tembok egomu yg begitu akbar & kokoh yg mengalahkan rasa hadirku buatmu.

Aku letih berjalan sendiri, tanpa ada bahu buatku untuk bersandar walau cuma sebentar.

"Tapi kalau anda tanyakan, apa saya menyesal pernah mensayangimu?"

Aku jamin bahkan kalau itu pertanyaan yg ke seribu kalinya anda tanyakan, jawabanku akan tetap sama bahwa saya bersyukur pernah mati-matian mensayangimu.

Tapi apa saya harus terus menyelupkan & terus merendam hatiku pada secangkir kisah lalu yg sudah basi melewati seratus limapuluh dua hari itu?

Aku rasa semestinya saya segera mengangkatnya keluar dari situ & menyeka bekas-bekas cerita itu.

Karena bagiku, sayang dewasa yg sesungguhnya tidak pernah menahan pada kenangan masa lalu.

Seharusya sayang itu menciptakanku bertumbuh untuk menapaki masa depan dengan sebuah asa & kepastian, bukan dengan sebuah kebimbangan tanpa arah.

Hari ini 14:23
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.