Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mamake adalah sebutan ane untuk memanggil ibu, dia adalah wanita yg menurut ane paling tangguh & jadi pahlawan dihidup. Banyak kesalahan-kesalahan fatal yg ane perbuat, namun masih dimaafkan oleh dia. Dari masalah kecil bahkan masalah akbar pun, dia tetap memaafkan ane, walaupun menciptakan dia menangis pada akhirnya.
Masa lalu ane begitu kelam untuk dikenang, dari bolos sekolah saat masih bangku SD, SMP, SMA, bahkan hingga masuk diperkuliahan pun mengerjakan hal tersbut. Sudah banyak sekolah yg ane masuki, akibat kebandelan saat itu, diperkuliahan pun tetap sama. Namun Mamake tetap menaruh asa tinggi & percaya kedepannya jadi orang yg sukses. Amin.
Main perempuan pun masuk kedalam kategori masa kelam lalu ane, dari gonta-ganti pacar, perselingkuhan, & yg lebih parahnya lagi kegep selingkuh sama pacar & itu dirumah sendiri. Keributan akbar pun terjadi, dari adu bacot, pukul-pukulan antar cewe & pada akhirnya saling menangis. Mendengar keributan yg begitu akbar suaranya, mamake pun terbangun dari tidur & kaget melihat ada dua cewe dirumah, disaat itu pun ane sidang & dimarahin oleh mamake & diberi wejangan makanya kalo punya cewe tuh satu aja, ini malah dua. Seperti biasanya dia tetap memaafkan kelakuan ane tersebut.
Kenakalan ane pun masih berlanjut, seperti anak muda lainnya, rasa keharaptahuannya masih sangat akbar kepada semua sesuatu & lingkungan yg mendukung untuk memberikan informasi kepada itu semua. Narkoba, sempat jadi bagian dalam masa kelam yg ane lalui. Iming-iming memberi kenikmatan, namun cuma sesaat semata & bukan jadi jalan keluar untuk menyeselesaikan masalah. Ketika itu, saat ane mencoba barang haram tersebut & untuk kesekian kalinya, ane kegep dengan mamake, dia pun terkejut dengan apa yg ane lakukan saat itu & membentak, serta marah sejadi-jadinya. Mamake menangis melihat kelakuan ane yg melewati batas dengan mencoba barang haram tersebut, namun pada akhirnya dia masih memaafkan ane seperti biasa.
Tepat pada tanggal 27 Maret 2019, My Mamake and My Hero in my life menghembuskan nafas terakhir secara tiba-tiba & tidak ada firasat untuk pulang menghadap Alla S.W.T. Pada saat itu ane merasakan sekujur tubuh mati rasa, gatau harus bereaksi seperti apa & ketika tepukan mendarat dipunggung. Sebuah air mata pun menetes & tetesan pun semakin tidak dapat terbendung dengan melihat tubuh mamake terbujur kaku didepan mata ane, menangis sejadi-jadinya, mungkin itu yg dapat diartikan moment turning point saat itu. Penyesalan yg begitu dalam mengenang kenakalan & dosa yg sudah ane perbuat kepada mamake, bahkan menciptakan dia menangis. Saat itu juga, ane berjanji kepada diri sendiri untuk berubah jadi lebih baik & harus jadi orang disuatu saat nanti, serta mengikuti semua amanah & wejangan mamake yg pernah dihinggakan kepada ane.
Terima kasih & semoga bermanfaat untuk kalian semua yg sudah membaca cerita ane, serta dapat mengambil hikmahnya.
Spoiler for Source:
Tulisan Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Kemarin 23:52