Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebut saja perempuan itu Eechi, kalian tahu layaknya acara berita kriminal kita sering menyamarkan nama seseorang demi privasinya. F*ck lah!
Semua berawal saat saya berjumpa dengannya di program sekolah, mungkin lebih seperti summer camp mungkin? Tak tau lah, sebulan hidup Bersama dengan orang asing rasanya cukup menggelikan.
Saya satu kelompok dengan Eechi awalnya saya biasa saja pekan perdana awal kelompok berkumpul tak ada tanda saya jatuh padanya, ia cuma perempuan biasa dengan jilbab & almamater kebanggannya ditambah dengan kacamata dengan lensa tebal seperti ibu-ibu yg sering menawar harga dengan fantastis.
Kami satu kelompok dengan siswa lain mungkin 15 orang dari berbagai daerah ditempatkan pada suatu wilayah. Kami mulai berkenalan dengan yg lain & tentu saja saya pun berkenalan dengan perempuan itu, Eechi. Hmmm seandainya saat itu saya tahu dia akan menciptakan hidup saya hancur tak harap rasanya saya ikut program siswa tersebut. Damn it !!
Oke, seterusnya kami berdua semakin akrab di tengah suasana pertemanan satu kelompok ini. Dan hati ini mulai gusar kalau ternyata saya benar-benar menyukai Eechi. Seminggu sebelum program kami selesai saya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan saya kepadanya, saya yakin karena hamper sebulan pendekatan dengan berbagai cara saya piker ini akan berhasil & saya pulang dari program sialan ini tidak dengan tangan kosong, at least bawa oleh-oleh tidak cuma sekedar kenangan kosong belaka. Jadi upaya terakhir saya yaitu saya membawanya kabur dengan mengpakai motor salah satu temen kelompok saya saya bawa Eechi yg terlihat bingung karena semestinya kami ke tempat singgah bukan justru melewatinya begitu saja. Saya bawa ke pinggir pantai lain yg menurut saya lebih baik pemandangannya untuk menyatakan sayang kepadanya. Dari segi fisik saya jujur cuma modal jenaka saja tetapi perasaan ini jadi dorongan kuat.
Saat itu sore hari saya nyatakan perasaan saya kepada perempuan berhijab bernama Eechi dimana entah bagaimana dapat dia yg biasa-biasa saja jadi perempuan yg sangat cantic dimata saya. Setelah saya nyatakan dia terdiam & ini jadi moment paling alot dalam kisah menyatakan sayang saya kepada perempuan. Iya tidak menjawab tetapi malah menuduh saya menjadikan dia barang pertaruhan dikalangan anggota pria di kelompok kami ini. Damn! Kami berdebat hingga saya harus menciptakan janji segala macamnya lah tetek bengek supaya dia percaya bahwa saya tulus menyatakan perasaan saya bukan karena ada hal lain yg dibencinya. Pada akhirnya dia tetap keras kepala & menangis meminta diantar pulang ke tempat singgah kami
Setelah itu..
Hari ini 01:05
Semua berawal saat saya berjumpa dengannya di program sekolah, mungkin lebih seperti summer camp mungkin? Tak tau lah, sebulan hidup Bersama dengan orang asing rasanya cukup menggelikan.
Saya satu kelompok dengan Eechi awalnya saya biasa saja pekan perdana awal kelompok berkumpul tak ada tanda saya jatuh padanya, ia cuma perempuan biasa dengan jilbab & almamater kebanggannya ditambah dengan kacamata dengan lensa tebal seperti ibu-ibu yg sering menawar harga dengan fantastis.
Kami satu kelompok dengan siswa lain mungkin 15 orang dari berbagai daerah ditempatkan pada suatu wilayah. Kami mulai berkenalan dengan yg lain & tentu saja saya pun berkenalan dengan perempuan itu, Eechi. Hmmm seandainya saat itu saya tahu dia akan menciptakan hidup saya hancur tak harap rasanya saya ikut program siswa tersebut. Damn it !!
Oke, seterusnya kami berdua semakin akrab di tengah suasana pertemanan satu kelompok ini. Dan hati ini mulai gusar kalau ternyata saya benar-benar menyukai Eechi. Seminggu sebelum program kami selesai saya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan saya kepadanya, saya yakin karena hamper sebulan pendekatan dengan berbagai cara saya piker ini akan berhasil & saya pulang dari program sialan ini tidak dengan tangan kosong, at least bawa oleh-oleh tidak cuma sekedar kenangan kosong belaka. Jadi upaya terakhir saya yaitu saya membawanya kabur dengan mengpakai motor salah satu temen kelompok saya saya bawa Eechi yg terlihat bingung karena semestinya kami ke tempat singgah bukan justru melewatinya begitu saja. Saya bawa ke pinggir pantai lain yg menurut saya lebih baik pemandangannya untuk menyatakan sayang kepadanya. Dari segi fisik saya jujur cuma modal jenaka saja tetapi perasaan ini jadi dorongan kuat.
Saat itu sore hari saya nyatakan perasaan saya kepada perempuan berhijab bernama Eechi dimana entah bagaimana dapat dia yg biasa-biasa saja jadi perempuan yg sangat cantic dimata saya. Setelah saya nyatakan dia terdiam & ini jadi moment paling alot dalam kisah menyatakan sayang saya kepada perempuan. Iya tidak menjawab tetapi malah menuduh saya menjadikan dia barang pertaruhan dikalangan anggota pria di kelompok kami ini. Damn! Kami berdebat hingga saya harus menciptakan janji segala macamnya lah tetek bengek supaya dia percaya bahwa saya tulus menyatakan perasaan saya bukan karena ada hal lain yg dibencinya. Pada akhirnya dia tetap keras kepala & menangis meminta diantar pulang ke tempat singgah kami
Setelah itu..
GR
Hari ini 01:05