Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
"Kita berjuang sama-sama dari nol ya..."
Begitu kura-kura rayuan lelaki di awal menapaki kehidupan. Dan biasanya ini sangat mujarab bagi kebanyakan wanita untuk menganggukkan kepalanya dengan suka cita, seolah pria itu akan membawanya ke bulan. Tapi tahukah wahai para Sista.... Sebagian laki-laki yg berkata demikian, maksudnya adalah dia harap wanitanya ikut bekerja mencari nafkah.
Gak salah sih, kalau pasangan sama-sama berjuang. Yang salah adalah ketika sang wanita bekerja, maka seolah gugur kewajiban sang pria untuk menafkahi. "Ah... Istri sudah punya penghasilan sendiri." Begitu pikiran lelaki model Bambang Burik. Heloooww... Suami istri bekerja untuk saling support itu bagus, tetapi kewajiban suami & hak istri jangan diabaikan. Dan jangan juga jadikan istri sebagai sandaran. Istri bekerja menolong suami, bukan sebagai tulang punggung. Kalau kalian wahai para suami yg mengaku kepala keluarga mengharapkan istri jadi tulang punggung, jajal sekali-kali jadi rahim yg mengandung! Wah ga apple to apple perbandingannya, secara kodrati ga mungkin. Okay mari kita artikan "rahim mengandung" sebagai yg mengurus semua kebutuhan & kondisi rumah tangga 24 jam. Karena ketahuilah, istri ketika bekerja di luar rumah sekalipun, dia dapat sekaligus mengerjakan tugasnya di rumah. Bahkan tidurnya seorang istri tidaklah senyenyak para suami, karena ketika anak meringik dalam tidurnya; seorang istri yg juga ibu akan terbangun bagaimana pun lelahnya.
Belum lagi, kebiasaan banyak pria; yg ketika susah membangun usaha dari nol dengan istrinya, saat sudah merayap ke angka 1, 2, 3 sudah mulai cemacem. Apalagi kalau sudah dapat merayap di angka 7, 8, 9... Laki-laki akan cenderung memanjakan egonya ketika sudah mampu. Ada pepatah orang tua; Wanita diuji kesetiaannya saat laki-lakinya tidak mampu, sementara laki-laki diuji kesetiaannya saat dirinya mampu.
So, klo gw sih kalau ada laki-laki yg bilang "Maukah anda berjuang dari nol bersamaku?" Yang akan gw lakukan adalah.....
RUUUUNNNN
Hari ini 15:24
Begitu kura-kura rayuan lelaki di awal menapaki kehidupan. Dan biasanya ini sangat mujarab bagi kebanyakan wanita untuk menganggukkan kepalanya dengan suka cita, seolah pria itu akan membawanya ke bulan. Tapi tahukah wahai para Sista.... Sebagian laki-laki yg berkata demikian, maksudnya adalah dia harap wanitanya ikut bekerja mencari nafkah.
Gak salah sih, kalau pasangan sama-sama berjuang. Yang salah adalah ketika sang wanita bekerja, maka seolah gugur kewajiban sang pria untuk menafkahi. "Ah... Istri sudah punya penghasilan sendiri." Begitu pikiran lelaki model Bambang Burik. Heloooww... Suami istri bekerja untuk saling support itu bagus, tetapi kewajiban suami & hak istri jangan diabaikan. Dan jangan juga jadikan istri sebagai sandaran. Istri bekerja menolong suami, bukan sebagai tulang punggung. Kalau kalian wahai para suami yg mengaku kepala keluarga mengharapkan istri jadi tulang punggung, jajal sekali-kali jadi rahim yg mengandung! Wah ga apple to apple perbandingannya, secara kodrati ga mungkin. Okay mari kita artikan "rahim mengandung" sebagai yg mengurus semua kebutuhan & kondisi rumah tangga 24 jam. Karena ketahuilah, istri ketika bekerja di luar rumah sekalipun, dia dapat sekaligus mengerjakan tugasnya di rumah. Bahkan tidurnya seorang istri tidaklah senyenyak para suami, karena ketika anak meringik dalam tidurnya; seorang istri yg juga ibu akan terbangun bagaimana pun lelahnya.
Belum lagi, kebiasaan banyak pria; yg ketika susah membangun usaha dari nol dengan istrinya, saat sudah merayap ke angka 1, 2, 3 sudah mulai cemacem. Apalagi kalau sudah dapat merayap di angka 7, 8, 9... Laki-laki akan cenderung memanjakan egonya ketika sudah mampu. Ada pepatah orang tua; Wanita diuji kesetiaannya saat laki-lakinya tidak mampu, sementara laki-laki diuji kesetiaannya saat dirinya mampu.
So, klo gw sih kalau ada laki-laki yg bilang "Maukah anda berjuang dari nol bersamaku?" Yang akan gw lakukan adalah.....
RUUUUNNNN
Hari ini 15:24