dewaSalah
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 19005
- Sejak
- 17 Jul 2007
- Pesan
- 1.047
- Nilai reaksi
- 21
- Poin
- 38
1. Bulan Terbelah.
Berita tentang terbelahnya bulan pada jaman Nabi saw banyak diriwayatkan
oleh para Shahabat, sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis
Muthawatir.
2. Pohon kurma berbuah seketika.
(Sahih Bukhari Juz 3 no 517)
11. Isra’ Miraj Nabi saw.
Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan.
oleh para Shahabat, sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis
Muthawatir.
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: "Pada masa hidup Nabi saw, bulan
terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: "Saksikanlah!"
(Sahih Bukhari, juz 4 no 830)
Diriwayatkan oleh Anas: "Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah
saw untuk menunjukan mukjizat, maka Nabi menunjukan bulan yang
terbelah."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 831)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Bulan terbelah menjadi dua pada masa
hidup Nabi saw."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 832)
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: "Orang-orang Mekah meminta Nabi saw
untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang
terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung Hira’ itu dapat mereka lihat
diantara dua belahannya."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 208)
Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Di waktu kami bersama-sama Rasulullah saw
di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung di belakang
gunung, maka sabda Rasulullah saw: "Saksikanlah!" Saksikanlah!"
(Sahih Bukhari, juz 5 no 209)
Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas: "Pada masa hidup Nabi saw bulan
terbelah menjadi dua."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 210)
Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Bulan terbelah menjadi dua."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 211)
(Sahih Bukhari, juz 6 no 350) (Sahih Bukhari, juz 6 no 387) (Sahih Bukhari, juz 6 no 388) (Sahih Bukhari, juz 6 no 389) (Sahih Bukhari, juz 6 no 390) (Sahih Bukhari, juz 6 no 391) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6721) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6724) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar, juz 039 no 6725) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar, juz 039 no 6726) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6728) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6729) (Sahih Muslim, juz 039 no 6730)
2. Pohon kurma berbuah seketika.
3. Air memancar dari sela-sela jari Beliau saw.Diriwayatkan oleh Jabir:
Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak.
Kemudian, aku mendatangi Rasulullah saw untuk melaporkan kepada Beliau
mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: "Ya Rasulullah,
bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai
apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu
sudah dua tahun tidak berbuah". Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah
agar orang yang memiliki piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian
Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma. Sesampainya di sana beliau mengitari
pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo’a. setelah itu beliau duduk seraya
berkata kepadaku, "Ambilah buahnya." Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut,
aku langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah.
Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku,
bahkan sampai lebih.
(Sahih Bukhari Juz 4 no 780)
4. Makanan Nabi Mengagungkan Nama Allah.Diriwayatkan oleh 'Abdullah:
"Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam
pandangan kalian mukjizat adalah peringatan". Suatu ketika kami menyertai
Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi
saw bersabda: "Bawalah kemari air yang tersisa!" orang-orang membawa
kantung yang berisi sedikit air. Nabi saw memasukan telapak tangannya
kedalam kantung itu dan berkata, "Mendekatlah pada air yang diberkahi dan
ini berkah dari Allah." Aku melihat air memancar dari sela-sela jemari
tangan Rasulullah saw."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 779)
Diriwayatkan oleh Anas:
"Semangkuk air dibawa ke hadapan Nabi saw di Al Zawra. Nabi saw
memasukan kedua telapak tangannya ke dalam mangkok itu dan air
memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu.
Qatadah berkata kepada Anas, "Berapa orang yang hadir pada waktu itu?"
Anas menjawab, "Tiga ratus orang atau mendekati tiga ratus orang."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 772)
(Sahih Bukhari juz 4 no 777) (Sahih Bukhari juz 1 no 340)
5. Hujan Lebat dan Banjir.Diriwayatkan oleh Abdullah:
"Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah saw
mengagungkan nama Allah."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 779).
6. Sakit mata Ali sembuh dengan dengan hanya ditiup dan dido’akan oleh Rasulullah saw.Diriwayatkan oleh Anas:
Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah kekeringan yang
bersangatan. Pada suatu hari Jum’at ketika Rasulullah saw sedang
berkotbah Jum’at, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata: "Ya Rasulullah,
telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada
Allah agar diturunkan hujan atas kita." Berkata Anas : Mendengar
permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat kedua tangannya
kelangit (berdo’a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan
sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung.
Sebelum Rasulullah saw turun dari mimbarnya, hujan turun dengan selebat-
lebatnya, sehingga Rasulullah saw sendiri kehujanan, air mengalir melalui
jenggot Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jum’at yang berikutnya,
sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah sama
terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah saw: "Ya
Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda.
Berdo’alah kepada Allah agar hujan diberhentikan di atas kota Madinah ini,
agar hujan dialihkan ke tempat yang lain yang masih kering."
Rasulullah saw kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit
berdo’a: Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah
turunkanlah hujan ditempat-tempat yang ada disekitar kami, jangan atas
kami). Berkata Anas: Di waktu berdo’a itu Rasulullah saw menunjuk dengan
telunjuk beliau kepada awan-awan yang di langit itu, seakan-akan Beliau
mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Baru saja
Rasulullah menunjuk begitu berhentilah hujan di atas kota Madinah.
(Sahih Bukhari, juz 8 no 115)
7. Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya.Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah
saw bersabda pada saat peristiwa penaklukan Khaibar :
"Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang
akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia
mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya".
Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya
didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu.
Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya.
Kemudian Rasulullah saw bertanya: "Kemana Ali?" lalu ada yang mengatakan
kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw
meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah
kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw
memberikan bendera itu kepadanya.
(Sahih Bukhari)
8. Mimbar menangis.Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
Ada dua orang sahabat Nabi saw meninggalkan Nabi saw. Di tengah malam
yang gelap gulita keduanya berjalan dengan ada dua sinar yang menerangi
perjalanan keduanya yang ada di depannya. Tatkala keduanya berpisah di
perempatan jalan, masing-masing setiap orang ditemani sebuah sinar yang
membimbing mereka pulang ke rumah.
(Sahih Bukhari juz 1 no 454)
9. Mayat seorang murtad tidak diterima oleh Bumi.Diriwayatkanoleh Ibn Umar:
Rasulullah saw naik ke atas mimbar dan berkotbah. Sedang Rasulullah saw
berkotbah, Rasulullah saw mendengar mimbar itu menangis seperti tangisan
anak kecil, sehingga seakan-akan mimbar itu mau pecah. Lalu Rasulullah
saw turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya
berkurang sampai mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah saw berkata:
"Mimbar itu menangis mendengar ayat-ayat Allah dibacakan di atasnya."
(Sahih Bukhari juz 4 no 783).
10 Srigala berbicara.Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:
Di antara kami ada seorang lelaki dari Bani Najjar, dia telah membaca surah
al-Baqarah dan surah Ali Imran serta selalu menulis untuk Rasulullah s.a.w,
lalu dia melarikan diri untuk bersama-sama Ahli Kitab. Anas berkata: Ahli
Kitab menyanjungnya. Mereka berkata: Lelaki ini telah menulis untuk
Muhammad menyebabkan mereka mengkaguminya. Setelah beberapa ketika
bersama-sama Ahli Kitab, lelaki tersebut meninggal dunia. Ahli Kitab
menggali kubur dan mengkebumikannya. Bumi memuntahkannya ke
permukaan. Mereka menggali lagi dan mengkebumikannya semula. Namun
bumi tetap memuntahkan lelaki tersebut ke permukaan. Mereka menggali
dan mengkebumikannya lagi. Bumi tetap memuntahkannya semula ke
permukaan. Akhirnya mereka membiarkannya di permukaan bumi
(Sahih Bukhari juz 4 no 814)
(Sahih Bukhari Juz 3 no 517)
11. Isra’ Miraj Nabi saw.
12. Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Rasulullah saw.Dari Anas bin Malik r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Aku telah dibawakan Buraq, yaitu seekor
binatang yang berwarna putih, lebih besar dari himar tetapi lebih kecil dari
bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut menyentuh
bumi. Rasulullah bersabda lagi: Tanpa membuang waktu, aku
menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Rasulullah bersabda lagi:
Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan
oleh para Nabi. Rasulullah bersabda lagi: Kemudian aku masuk ke dalam
masjid dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah selesai aku keluar,
tiba-tiba aku didatangi Jibril a.s. dengan semangkuk arak dan semangkuk
susu. Aku memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: "Engkau telah memilih
fitrah." Lalu Jibril a.s membawaku naik ke langit.
Ketika Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya:
"Siapakah engkau?" Dijawabnya: "Jibril". Jibril a.s ditanya lagi: "Siapakah
bersamamu?" Jibril a.s menjawab: "Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi:
"Adakah dia telah diutus?" Jibril a.s menjawab: "Ya", dia telah diutus. Lalu
dibukakan pintu kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Adam a.s,
beliau menyambutku serta mendoakan aku dengan kebaikan.
Seterusnya aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril a.s meminta supaya
dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: "Siapakah engkau?"
Dijawabnya: "Jibril." Jibril a.s ditanya lagi: "Siapakah bersamamu?" Jibril a.s
menjawab: "Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi: "Adakah dia telah diutus?"
Jibril a.s menjawab: "Ya, dia telah diutus." Pintu pun dibukakan kepada
kami. Ketika aku bertemu dengan Isa bin Mariam dan Yahya bin Zakaria,
mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril a.s meminta supaya dibukakan
pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: "Siapakah engkau?" Dijawabnya:
"Jibril." Jibril a.s ditanya lagi: "Siapakah bersamamu?" Jibril a.s menjawab:
"Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi: "Adakah dia telah diutus?" Jibril a.s
menjawab: "Ya, dia telah diutus." Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika
aku bertemu dengan Nabi Yusuf a.s ternyata dia telah dikaruniai
kedudukan yang sangat tinggi. Dia menyambut aku dan mendoakan aku
dengan kebaikan.
Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril a.s meminta supaya
dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: "Siapakah engkau?"
Dijawabnya: "Jibril." Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s
menjawab: "Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi: "Adakah dia telah diutus?"
Jibril a.s menjawab: "Ya, dia telah diutus." Pintu pun dibukakan kepada
kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Idris a.s dia terus menyambutku dan
mendoakan aku dengan kebaikan. Allah s.w.t berfirman: Dan Kami telah
mengangkatnya ke tempat yang tinggi derajatnya.
Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril a.s meminta supaya dibukakan
pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: "Siapakah engkau?" Dijawabnya:
"Jibril." Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab:
"Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi: "Adakah dia telah diutus?" Jibril a.s
menjawab: "Ya, dia telah diutus." Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika
aku bertemu dengan Nabi Harun a.s dia menyambutku dan mendoakan aku
dengan kebaikan.
Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril a.s meminta supaya
dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: "Siapakah engkau?"
Dijawabnya: "Jibril." Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s
menjawab: "Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi: "Adakah dia telah diutus?"
Jibril a.s menjawab: "Ya, dia telah diutus." Pintu pun dibukakan kepada
kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Musa a.s dia menyambutku dan
mendoakan aku dengan kebaikan.
Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril a.s meminta supaya
dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: "Siapakah engkau?"
Dijawabnya: "Jibril." Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s
menjawab: "Muhammad". Jibril a.s ditanya lagi: "Adakah dia telah diutus?"
Jibril a.s menjawab: "Ya, dia telah diutus." Pintu pun dibukakan kepada
kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s dia sedang berada
dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Begitu luasnya setiap hari
dimasuki tujuh puluh ribu malaikat, yang setelah keluar mereka tidak kembali
masuk.
Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar umpama
telinga gajah manakala buahnya pula sebesar tempayan. Rasulullah
bersabda: Ketika perintah Allah memenuhi Sidratul Muntaha maka Sidratul
Muntaha berubah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu
menggambarkan keindahannya.
Lalu Allah s.w.t memberikan wahyu kepada Rasulullah dengan mewajibkan
shalat lima puluh waktu sehari semalam. Tatakala baginda turun dan
bertemu Nabi Musa a.s, dia bertanya: "Apakah yang telah diwajibkan oleh
Tuhanmu kepada umatmu?" Rasulullah bersabda: "Shalat lima puluh
waktu." Nabi Musa a.s berkata: "Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah
keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku
pernah mencoba Bani Israil dan memberitahu mereka." Rasulullah
bersabda: aku kemudian kembali kepada Tuhan dan berkata: "Wahai
Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku." Lalu Allah s.w.t mengurangi
lima waktu shalat.
Rasulullah kembali kepada Nabi Musa a.s dan berkata: "Allah telah
mengurangi lima waktu shalat dariku." Nabi Musa a.s berkata: "Umatmu
masih tidak mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu,
mintalah keringanan lagi." Rasulullah bersabda: Aku pulang pergi antara
Tuhan dan Nabi Musa a.s, sampai Allah s.w.t berfirman: "Wahai
Muhammad! Sesungguhnya Aku fardukan hanyalah lima waktu sehari
semalam. Setiap shalat fardu mendapat sepuluh kelipatan pahala, maka
lima waktu shalat sama dengan lima puluh shalat. Barangsipa berniat untuk
melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, niscaya akan dicatat
baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh
kebaikan baginya. Sebaliknya Barangsiapa yang berniat ingin melakukan
kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat
baginya. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu
kejahatan baginya."
Rasulullah turun hingga sampai kepada Nabi Musa a.s, lalu aku memberitahu
kepadanya. Dia masih lagi berkata: "Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah
keringanan." Rasulullah menyahut: "Aku terlalu banyak berulang-ulang
menghadap Tuhan, sehingga aku merasa malu kepadaNya."
(Sahih Bukhari 5 no 227)
13. Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas'ud r.a katanya:
Ketika Nabi s.a.w memasuki Mekah terdapat sebanyak tiga ratus enam
puluh buah berhala di sekitar Kaabah. Lalu Nabi s.a.w meruntuhkannya
dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya bersabda:
"Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan karena sesungguhnya
kebatilan itu, adalah sesuatu yang pasti musnah."
"Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan bermula
dan tidak akan berulang." Ibnu Abu Umar menambah: "Peristiwa itu terjadi
pada masa pembukaan Kota Mekah."
(Sahih Bukhari, kitab Jihad)
14. Ingatan Abu Hurairah.Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya
Kami dengan sejumlah seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi s.a.w.
Nabi s.a.w bertanya: "Adakah salah seorang di antara kamu mempunyai
makanan?" Didapati ada seorang yang mempunyai kira-kira satu gantang
gandum atau seumpamanya, lalu diadonkannya. Kemudian datang seorang
lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing untuk dijual.
Nabi s.a.w bertanya: Adakah ianya untuk dijual atau dihadiahkan? Lelaki itu
menjawab: Tidak! Bahkan ianya untuk dijual! Maka dibeli daripadanya
seekor kambing.
Setelah disembelih, Rasulullah s.a.w memerintahkan supaya diambil hatinya
untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu Bakar) berkata: "Demi Allah!
Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati
kambing dari Rasulullah s.a.w. Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah
s.a.w memberikannya. Jika sebaliknya, Rasulullah s.a.w menyimpan
untuknya. Makanan itu dibagikan kepada dua talam. Kami makan dari kedua
talam itu sehingga kenyang. Lebihan yang terdapat pada kedua talam
tersebut dibawa ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman)
15. Mukjizat Al Qur’an.Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw bahwa dia terlalu pelupa.
Lalu Rasulullah saw membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-
megang kainnya dengan tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah
memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan
beliau terkenal paling banyak menhafal hadis.
(Sahih Bukhari muslim)
disarikan dari Ajaran Islam MurniAl qur’an merupakan mukjizat yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini.
Itulah mukjizat yang akan tetap eksis sampai akhir jaman.