Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebagian orang awam akan merasa bingung & bertanya-tanya ketika melihat seorang kiai atau tokoh agama memiliki kekayaan alias bergelimang harta. Atau mungkin ada yg hingga berkomentar negatif, Kiai kok punya rumah megah, mobil mewah. Bukannya kiai itu zuhud, qanaah & seterusnya.
Sebagaimana dawuh Kiai Azaim, Kadang kita isykal kenapa romo yai punya mobil bagus, romo yai kok rehab rumahnya mewah
Demikian yg dirasakan bagi kita yg belum memahami tentang harta yg ada pada seorang kiai atau tokoh agama lainnya. Mungkin hal ini merupakan suatu kewajaran dalam menduga ketika melihat & menilai harta sebagai duniawi semata.
Namun, ketika melihat harta sebagai anugerah dari Allah, maka kekayaan yg ada pada diri manusia tidak lagi dipandang sebagai duniawi semata. Justru kekayaan itu akan dipandang sebagai sarana/wasilah untuk meraih kemuliaan di sisi Allah bagi seorang hamba.
Menjadikan kekayaan sebagai bukti kekuasaan Allah & dipakai untuk berdakwah & mengembangkan pesantren
Semisal seorang kiai yg kaya lalu menjadikan kekayaannya sebagai bukti bahwa Allah Maha Kaya. Sehingga kiai ini tidak mengemis kepada orang lain untuk berdakwah & mengembangkan pesantrennya. Maka kekayaan yg berada pada orang saleh akan jadi harta yg memiliki manfaat luar biasa.
Kiai Azaim menyampaikan, Bagaimana kiai itu harus kaya bukan untuk menunjukkan kesombongannya, tetapi untuk menunjukkan Allah Maha Pemberi Rizki.Ketika harta yg saleh ada pada orang yg saleh, ini kan berarti kesalehan dobel
Jika tidak kaya, khawatir dimanfaatkan oleh oknum yg berkepentingan
Sebaliknya, ketika seorang kiai tidak kaya apalagi tidak kaya hati, akan mudah dipengaruhi oleh oknum yg berkepentingan dengan memanfaatkan pesantren. Karena pesantren ternyata sudah jadi hal yg menarik untuk target matrealisme. Oleh sebab itu, seorang kiai harus kaya harta & hati.
Dawuh Kiai Azaim, Ketika dunia pesantren jadi sesuatu yg menarik di kancah nasional, dipolitisir dengan segala kepentingan,maka ahlul bait pondok pesantren, para gus, ini obyek yg snagat menarik manjadi target matrealisme itu. Tetapi ketika kita kaya hati ini yg luar biasa. Maka kekayaan fisik, ini hanyalah jadi sarana penguatan dakwah.
Kekayaan untuk memuliakan ilmu
Seorang yg berilmu memang harus kaya, dengan tujuan menjadikan kekayaannya untuk memuliakan ilmu. Tidak selamanya orang yg berilmu harus sederhana, apalagi hingga terkesan memprihatinkan. Maka, kalau Allah memberikan rizki yg melimpah, pakailah semuanya demi memuliakan ilmu.
Sebagaimana Kiai Azaim menggambarkan Abuya Sayyid Muhammad memuliakan ilmu, Bagaimana pakaian beliau (Abuya Sayyid Muhammad) super mahal, ketika untuk menampilkan ilmu, menghormati ilmu, parfumnya sangat mahal, imamah dari tekstil yg terbaik, & cetakan kitab beliau juga dari cetakan yg terbaik juga
SUMBER KE-1 Hari ini 18:14