Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kembali ane akan bercerita tentang sebuah kisah di negara yg penduduknya ramah tamah, santun & bersahaja. Hidup mereka aman, damai, tentram tak banyak perubahan walau masa modern sedang ada di depan mata.
Negara yg katanya merupakan bagian dari benua Atlantis yg hilang, negara thropis yg sangat makmur & subur menciptakan penduduknya tak memikirkan hari esok karena mudahnya menanam bibit tani, maka jarang ada yg terdengar mereka kelaparan.
Sebuah negara yg eksotis yg ada di tempat yg subur, banyak suku di pedalaman yg belom mengenyam pendidikan & juga masih dianggap terbelakang. Namun perlahan negara ini mulai mengepakkan sayapnya & harap berkembang dari hulu hingga hilir, tentu tak dapat sendiri perlunya investasi asing menciptakan negara ini membuka pintu bagi semua WNA & juga wisatawan manca negara.
Namun semua berubah ketika pandemi menerpa, ekonomi berjalan cukup sulit. Seluruh dunia terkendala banyak hal untuk memulihkan kembali ekonomi yg mulai terpuruk, sudah setahun lamanya pandemi menghantam negeri yg sayang kedamaian ini. Tapi semuanya kini berubah perut lapar, pengangguran, bahkan tak ada lagi yg dapat mencari keuntungan di bidang perdagangan menciptakan banyak orang sering emosi, bahkan ada yg nekat bunuh diri di kantor polisi.
Pemikiran pendek akal mudah difasilitasi karena tak adanya kemakmuran, terlebih ketika ramadhan tiba & saatnya tradisi mudik diadakan supaya ekonomi merata hingga ke kampung halaman, namun ternyata malah dilarang untuk dilakukan. Karena pandemi masih teramat kencang, hingga ketakutan & ancaman kematian sengaja dipertontonkan.
Hidup pun serba takut, cemas & bingung. Bila keluar rumah dapat kena corona, lantas di rumah saja juga mati lapar tidak berusaha untuk bekerja, ketika dilema sedang dihadapi ada kabar mengejutkan kalau WNA India dimana negara itu kini sedang terjadi gelombang kedua pandemi malah berdatangan untuk masuk ke Indonesia, entah jadi wisatawan, pengungsi, atau memang menghindar dari pandemi di wilayahnya.
Pemerintah pun menciptakan peraturan pelarangan WNA dari negara pandemi untuk datang, tetapi ada jeda kenapa? Sebab ekonomi yg terpuruk, negara juga butuh devisa.
Sebab jelas pariwisata kita kedodoran, pandemi memang menghantam sektor ini. Apalagi setahun lamanya pandemi tak kunjung usai, yg penting menguntungkan karena pads dasarnya wisatawan asing yg masuk ke dalam negeri tentunya membawa mata uang asing & harus ditukar dengan Rupiah. Nah, dari penukaran uang atau valuta asing tersebut, negara dapat mendapat devisa.
Quote:
Valuta asing merupakan mata uang yg dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (US Dollar, Yen, Euro, Poundsterling).
Jadi, sebenarnya ada keuntungan juga membiarkan WNA masuk. Tanpa mereka nilai devisa negara pun tergerus, sektor ekonomi di bidang wisata juga macet.
Maka, bila keuntungan yg harap diambil saran aja sih mudik tak usah dilarang. Kalau sakit ya ke dokter, kalau meninggal memang sudah ajal. Toh semua ada konsekuensinya, yg mau pulang kampung silahkan tetapi kalau terkena corona jangan salahkan pemerintah.
Setidaknya corona hingga saat ini dapat disembuhkan, jadi jangan merasa cemas & was-was kalau kena corona pasti mati. Untuk itu banyaklah berbuat kebaikan, tidak kena corona tetapi dapat saja mati dengan cara yg berbeda toh semua yg bernyawa pasti akan merasakan mati.
Sebuah saran yg mungkin sableng bin gendeng, tetapi sudah setahun lamanya apa kita masih berkutat dengan pandemi tanpa melawannya dengan vaksin & herd immunity.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik
Pic : google