Bagi beberapa orang, materi mampu memicu akan hadirnya sebuah cinta. Karena memang saat ini terjadi pergeseran antara nilai cinta dan materi dalam pemikiran kaum lelaki ataupun perempuan. Pada kenyataannya dunia memang semakin materialistis dan setiap orang menjadi semakin individualistis.
Hal ini tentu saja bertolak belakang pada masa lalu, dimana setiap pasangan memahami secara alami bahwa lelaki adalah pencari nafkah. Sedangkan perempuan sebagai istri bertugas untuk mengurus rumah tangga, anak-anak mereka dan bekerja di dapur. Apabila budaya hidup sederhana disesuaikan dengan kemampuan dan selalu berlandaskan cinta maka pasangan akan selalu bahagian. Pada masa lalu, pasangan tidak terlalu mempermasalahkan kondisi keuangan keluarga nantinya.
Memang membicarakan penggunaan uang sebelum menikah masih tabu, tapi kini materi sudah menjadi salah satu patokan bagi pasangan yang akan menikah. Hal ini sangat wajar karena memang kebutuhan hidup semakin tinggi. Kondisi inilah yang membuat kaum perempuan wajar bila mempertimbangkan saat memilih pasangan hidup karena ingin yang terbaik bagi keluarga. Tapi tidak sedikit perempuan yang menikah hanya karena faktor materi dengan tujuan negatif.
Sebenarnya rasa cinta yang dimiliki seorang perempuan akan tumbuh dengan sendirinya dari pengalaman keseharian. Karena perempuan mampu menumbuhkan cinta dan memeliharanya, baik itu terhadap suami yang tadinya tidak dikenal atau bagi anak-anaknya.
Karena materi tidak pernah mampu membeli cinta dan tidak mampu membeli kenyamanannya dalam mencintai pasangannya. Meski semua kebutuhan materi terpenuhi tapi tanpa ada dasar cinta dalam perkawinan maka tidak akan dapat dijalani dengan baik. Tidak salah juga bila cinta datang belakangan tetapi tidak semua bisa melakukannya dan itu sangat tergantung pada pribadi anda.
Jika anda merasa cukup hidup dengan bergelimangan materi dan tidak perlu dicintai maka itu adalah pilihan anda. Tapi jika awalnya anda sudah tertarik karena materi dan sejalan dengan waktu anda ingin dicintai. Hal yang perlu anda ingat adalah cinta tidak akan bisa dipaksakan.
Sebenarnya tidak selamanya materi bisa menyelesaikan masalah dan memudahkan hidup anda. Karena tidak jarang materi malah akan menjadi pemicu masalah dalam rumah tangga. Ada anggapan yang mengatakan bahwa materi sebagai sesuatu yang tabu, cenderung jahat atau identik dengan keserakahan. Hal tersebut dapat timbul jika anda takut membicarakan masalah keuangan sebelum menikah. Sehingga tidak mengherankan jika kemesraan hubungan anda berdua akan berubah drastis setelah menikah nanti. Karena banyak kejutan yang tidak terbayangkan dalam mengatur keuangan anda berdua.
Berdasarkan survei, materi memang tidak terlalu banyak berhubungan dengan cinta tetapi sangat berkaitan dengan banyaknya pertengkaran. Meski besarnya cinta anda kepada pasangan, jika anda berdua tidak bisa menjembatani perbedaan pandangan tentang materi atau keuangan. Atau selalu memaksakan diri mengambil keputusan keuangan yang tidak bisa mengakomodasi perasaan satu sama lain maka sudah pasti akan timbul masalah. Apabila materi mulai menguasai kehidupan anda maka tidak ada salahnya merenungkan hal-hal di bawah ini agar tidak menimbulkan konflik antara anda dan pasangan.
Yang pertama adalah bagaimana anda menghabiskan uang tidak ada hubungannya dengan kedalaman cinta anda kepada pasangan anda. Kedua adalah anda berdua dibesarkan dengan cara yang berbeda sehingga cara memperlakukan uang pun akan berbeda. Ketiga adalah pengertian uang untuk anda tidak selalu sama dengan pasangan. Sedangkan yang terakhir adalah cara anda berbelanja juga berbeda dengan pasangan.
Fakta-fakta diatas sering terjadi pada kebanyakan pasangan sehingga sangat wajar jika terjadi pertengkaran karenanya. Bertengkar karena uang bukan karena tidak cinta tapi karena adanya perbedaan diatas.
Yang harus anda yakinkan adalah kebahagiaan tidak hanya tercermin dari banyaknya materi yang anda berdua miliki. Dengan tercukupinya materi maka jalan menuju kebahagiaan akan menjadi lebih mudah. Tapi yang harus anda ingat adalah ukuran kebahagiaan akan berbeda-beda dan tergantung bagaimana anda mengartikannya.
Jadi saat memutuskan untuk menikah karena materi maka anda harus mencoba merefleksikannya pada kehidupan anda yang sesungguhnya agar anda bisa meraih kebahagiaan. Anda juga harus ingat bahwa jangan pernah menyepelekan kekuatan cinta karena akan mengalahkan segala kekayaan yang ada di dunia ini. So...think twice before decided.

