Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di tangan pengusaha yg satu ini, bisnis batik Papua menemukan celah bersanding dengan batik yg sudah diketahui publik. Tak cuma itu, memberdayakan warga lokal memberi nilai sosial positif tersendiri.
Kristina Ifaryani mendirikan Citra Batik Papua sejak 1993. Ia memilih bisnis batik Papua dengan menonjolkan bukti diri tanah Papua, yakni motif burung Cendrawasih, rumah adat Honai, alat musik Papua, Tifa & binatang khas Papua, seperti kadal & buaya.
Yani memang bukan warga Papua. Dia memusatkan produksi untuk bisnis batik Papua miliknya di Pekalongan, Jawa Tengah, domisili asalnya. Akan tetapi, ia mengerjakan perancangan & pemasaran dengan berpusat di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Yani sudah mengoperasikan dua toko dengan nama yg sama di Sentani.
Yani menggeluti bisnis batik Papua sebab mengetahui prospek batik tipe ini yg masih minim pemain. Target usahanya adalah konsumen kelas menengah atas & pasar mancanegara. Tokonya menjual batik tulis & batik cap berupa lembaran kain & pakaian jadi, seperti kemeja,dress, rok, & kain pantai. Ia biasanya menciptakan hingga 500 buah pakaian jadi & lebih dari 10 kain batik tulis berukuran 2 meter. Harga produknya mulai dari Rp250 ribu hingga Rp2 juta per helai. Laba kotornya mencapai Rp100 juta dalam satu bulan.
BerbasisSociopreneur
Yani merupakan salah satu kawan usaha melalui Program Kemitraan PT Pertamina (Persero) bagi pelakonUMKMdi seluruh Indonesia, termasuk Papua. Ia tidak cuma mengejar keuntungan semata melainkan menyumbang kepada perekonomian warga letak usahanya.
Modelsociopreneuryang ia pilih adalah mempekerjakan banyak ibu rumah tangga di Pekalongan untuk membatik. Sedangkan untuk Jayapura, ia mempekerjakan pegawai lokal untuk mengelola operasional tokonya.
Untuk pemasaran, ia memanfaatkan media sosial untuk memajang galeri produknya di @citra_batik_papua. Ia sendiri sudah jadi kawan binaan Pertamina sejak 2012, tepatnya melalui pembinaan Go Digital. Dengan strategi ini, wanita berusia 63 tahun ini dapat memasarkan produknya ke pasar yg lebih luas. Bahkan, ia dapat mengikuti pameran di dalam & luar negeri hingga Australia. Dengan cara ini, bisnis batik Papua miliknya mempunyai rekanan yg lebih lebar.
Baca juga :Ini Dia Usaha Sepatu Lokal yg Tengah Viral di Italia
Hari ini 14:55
Kristina Ifaryani mendirikan Citra Batik Papua sejak 1993. Ia memilih bisnis batik Papua dengan menonjolkan bukti diri tanah Papua, yakni motif burung Cendrawasih, rumah adat Honai, alat musik Papua, Tifa & binatang khas Papua, seperti kadal & buaya.
Yani memang bukan warga Papua. Dia memusatkan produksi untuk bisnis batik Papua miliknya di Pekalongan, Jawa Tengah, domisili asalnya. Akan tetapi, ia mengerjakan perancangan & pemasaran dengan berpusat di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Yani sudah mengoperasikan dua toko dengan nama yg sama di Sentani.
Yani menggeluti bisnis batik Papua sebab mengetahui prospek batik tipe ini yg masih minim pemain. Target usahanya adalah konsumen kelas menengah atas & pasar mancanegara. Tokonya menjual batik tulis & batik cap berupa lembaran kain & pakaian jadi, seperti kemeja,dress, rok, & kain pantai. Ia biasanya menciptakan hingga 500 buah pakaian jadi & lebih dari 10 kain batik tulis berukuran 2 meter. Harga produknya mulai dari Rp250 ribu hingga Rp2 juta per helai. Laba kotornya mencapai Rp100 juta dalam satu bulan.
BerbasisSociopreneur
Yani merupakan salah satu kawan usaha melalui Program Kemitraan PT Pertamina (Persero) bagi pelakonUMKMdi seluruh Indonesia, termasuk Papua. Ia tidak cuma mengejar keuntungan semata melainkan menyumbang kepada perekonomian warga letak usahanya.
Modelsociopreneuryang ia pilih adalah mempekerjakan banyak ibu rumah tangga di Pekalongan untuk membatik. Sedangkan untuk Jayapura, ia mempekerjakan pegawai lokal untuk mengelola operasional tokonya.
Untuk pemasaran, ia memanfaatkan media sosial untuk memajang galeri produknya di @citra_batik_papua. Ia sendiri sudah jadi kawan binaan Pertamina sejak 2012, tepatnya melalui pembinaan Go Digital. Dengan strategi ini, wanita berusia 63 tahun ini dapat memasarkan produknya ke pasar yg lebih luas. Bahkan, ia dapat mengikuti pameran di dalam & luar negeri hingga Australia. Dengan cara ini, bisnis batik Papua miliknya mempunyai rekanan yg lebih lebar.
Baca juga :Ini Dia Usaha Sepatu Lokal yg Tengah Viral di Italia
Hari ini 14:55