Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Amerika jadi numero uno kalau kita membicarakan produk mereka yg dijual kepasaran, sistem bisnis di wall street jadi bukti raksasa bisnis dunia berada disana.
Ketika mereka mengeluarkan produk pun tidak tanggung-tanggung, dari elektronik hingga otomotif Amerika sering memberikan hal yg berbeda. Bahkan bila ada negara yg harap menyaharapya mereka seakan tidak terima, dapat berujung perang dagang yg menciptakan negara lawannya pun bimbang, melawan atau diam.
Saat ini kita melihat industri otomotif mereka yg bernama Tesla, di tengah pandemi covid-19 malah menyalip raksasa otomotif dari Jepang "Toyota" hingga memuncaki predikat tertinggi sebagai perusahaan mobil nomor satu di dunia.
Mobil listrik Tesla seperti tidak mengalami kendala dikala pandemi, penjualannya cukup memuaskan sahamnya pun terkoreksi naik dikala banyak pabrik otomotif lain terkena efek krisis hingga penjualan mereka turun drastis.
Pasar otomotif dunia memang dikuasai oleh Amerika, Jepang & Eropa walau ada raksasa baru dari China penjualan brand akbar tetap tak goyah. Tapi menurut data Toyota berhasil jadi pemuncak raja otomotif sebelum digeser oleh Tesla. Lalu di tempat berikutnya ada Volkswagen diikuti dengan beberapa pabrikan akbar lainnya seperti Honda, Daimler, Ferrari, BMW, GM, & Ford. Sedangkan SAIC yg merupakan pabrikan otomotif dari China sukses juga di deretan pasar otomotif dunia.
Apalagi persaingan kendaraan listrik saat ini semakin ketat, brand akbar saling berusaha menampilkan produk terbaiknya.
Buat nambah ilmu nih bagi anda yg punya mobil listrik di Jakarta bebas pajak, bebas ganjil genap. Di Gelora Bung Karno tempat parkirnya pun menyediakan cash gratis untuk mobil listrik. Siapa yg tak berminat memiliki kendaraan listrik walau harganya cukup mahal.
Lalu bagaimana dengan pabrikan Indonesia?
Dahulu ada Timor yg nafasnya tidak berlangsung lama setelah orde baru tumbang, kini ada Esemka yg dipercaya sanggup bicara banyak di tanah air.
Tapi hingga kini gaung Esemka seperti menghilang, produksi dari Bima & Garuda yg sudah digemborkan sejak lama akan meraup sukses todak ada kabarnya. Bahkan pemesan Esemka bukan dari masyarakat biasa namun dari institusi TNI angkatan udara. Semoga ini merupakan langkah maju untuk berkembangnya otomotif lokal di Indonesia.
Esemka sudah dijual biasa bila melihat Mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan sudah pamer mobil esemka, namun kenapa gaungnya tidak terdengar malah dihina mirip buatan China apa bedanya dengan Timor yg kerjasama dengan Korsel. Apa ada monopoli pabrikan akbar supaya mobil asal Indonesia tidak dapat eksis?
Mirip dengan motor gesit banyak yg harap membeli namun indentnya terlalu lama, hingga konsumen pun bingung & berakhir dengan membeli pabrikan yg ready stock walau harga seimbang dengan motor tipe listrik.
Apa ada kartel, & monopoli dalam perdagangan di Indonesia. Yuk kita diskusi santuy tentang pasar otomotif Indonesia yg kembang kempis. Salam, saya c4punk see u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik,klik, klik,klik,klik
Pic : google
GIF