Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
MLKI Siapkan Pendidik Mapel Kepercayaan
Byap
23 Februari 2017
1317
0
Share
Must Read
disway.id8 Mei 2020
Beda Derajat
disway.id7 Mei 2020
Menuju Normal
disway.id6 Mei 2020
Lord Didi
ap
SEMARANG Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP tersebut nantinya mencetak guru atau pengampu berkompeten untuk menolong penghayat yg masih berstatus pelajar SD, SMP, SMA atau sederajat dalam pendalaman ilmu kepercayaan.
Seperti diketahui, Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanin Pendidikan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ajaran kepercayaan boleh dimasukkan di jam sekolah. Setingkat dengan mata pelajaran agama.
Presidium MLKI, Andri Hernandi menjelaskan, saat ini, pihaknya tengah mendukung implementasi Permendikbud tersebut dengan menyelenggarakan pelatihan asesor dengan menggandeng Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng. Terhitung ada 40 asesor yg siap dilatih untuk meningkatkan kompetensi supaya dapat mengerjakan uji kompetensi bagi para penyuluh atau guru kepercayaan.
Uji kompetensi ini sangat penting supaya penyuluh mendapatkan kepercayaan & legalitas kesetaraan dalam mendidik mata pelajaran kepercayaan di sekolah, ucapnya ketika ditemui di kantor BKSP Jateng, Jalan Imam Bonjol Semarang, Rabu (22/2).
Asesor & penyuluh kepercayaan, sengaja diambil dari personel Organisasi Penghayat yg berada di beberapa daerah di berbagai penjuru Indonesia. Pelatihan ini sengaja dilakukan supaya para penghayat yg masih sekolah dapat terlayani.
Dijelaskan, selama ini pelajar penghayat tidak terpenuhi. Meski ajaran kepercayaan sudah diakui sejak 2006 silam, tetapi tidak semua sekolah mau memasukkan mata pelajaran ini. Jadi siswanya belajar ilmu di organisasi penghayat, nanti organisasi penghayat yg memberikan nilai untuk dimasukkan ke dalam rapor pelajar untuk mengisi nilai mata pelajaran agama, bebernya.
Sekjen MLKI, Retno Lastani menambahkan, selain menyiapkan SDM, LSP ini nantinya juga mengatur mengenai kurikulum, materi ajar seperti buku panduan belajar, serta komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar lainnya.
Dari datanya, di Jateng sudah cukup banyak penghayat kerpercayaan yg masih berusia pelajar. Totalnya ada 747 orang. Rinciannya 8 orang TK/PAUD, 338 orang SD/MI, 192 orang SMP, 168 orang SMA/SMK, & 41 orang di perguruan tinggi. Paling banyak di Cilacap. Kalau di Semarang baru satu, ucapnya.
Direktorat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa & Tradisi Kemendikbud, Sjamsul Hadi menjelaskan, mata pelajaran kepercayaan sudah dilakukan uji publik di Medan selama dua hari, Senin-Selasa (20-21/2) kemarin. Ada banyak masukan & kritikan dalam uji publik tersebut yg akan dijadikan bahan pedoman saat implementasi.
Soal target, pihaknya menunggu kesiapan SDM & infrastruktur yg saat ini tengah disusun MLKI. Setidaknya tahun ajaran baru nanti sebaiknya sudah dapat diterapkan, tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKSP Jateng, Hertoto Basuki menjelaskan, pihaknya sekadar mengawal penyusunan LSP & mencetak asesor. Jika semua sudah jadi, tinggal MLKI yg berjalan sendiri. Kalau sudah diizinkan pemerintah untuk masuk ke dunia pendidikan, penyuluh atau pendidiknya harus kompeten, ucapnya.(amh/zal/ce1)
https://radarsemarang.com/2017/02/23...-kepercayaan/
Kemarin 23:04
Byap
23 Februari 2017
1317
0
Share
Must Read
disway.id8 Mei 2020
Beda Derajat
disway.id7 Mei 2020
Menuju Normal
disway.id6 Mei 2020
Lord Didi
ap
SEMARANG Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP tersebut nantinya mencetak guru atau pengampu berkompeten untuk menolong penghayat yg masih berstatus pelajar SD, SMP, SMA atau sederajat dalam pendalaman ilmu kepercayaan.
Seperti diketahui, Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanin Pendidikan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ajaran kepercayaan boleh dimasukkan di jam sekolah. Setingkat dengan mata pelajaran agama.
Presidium MLKI, Andri Hernandi menjelaskan, saat ini, pihaknya tengah mendukung implementasi Permendikbud tersebut dengan menyelenggarakan pelatihan asesor dengan menggandeng Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng. Terhitung ada 40 asesor yg siap dilatih untuk meningkatkan kompetensi supaya dapat mengerjakan uji kompetensi bagi para penyuluh atau guru kepercayaan.
Uji kompetensi ini sangat penting supaya penyuluh mendapatkan kepercayaan & legalitas kesetaraan dalam mendidik mata pelajaran kepercayaan di sekolah, ucapnya ketika ditemui di kantor BKSP Jateng, Jalan Imam Bonjol Semarang, Rabu (22/2).
Asesor & penyuluh kepercayaan, sengaja diambil dari personel Organisasi Penghayat yg berada di beberapa daerah di berbagai penjuru Indonesia. Pelatihan ini sengaja dilakukan supaya para penghayat yg masih sekolah dapat terlayani.
Dijelaskan, selama ini pelajar penghayat tidak terpenuhi. Meski ajaran kepercayaan sudah diakui sejak 2006 silam, tetapi tidak semua sekolah mau memasukkan mata pelajaran ini. Jadi siswanya belajar ilmu di organisasi penghayat, nanti organisasi penghayat yg memberikan nilai untuk dimasukkan ke dalam rapor pelajar untuk mengisi nilai mata pelajaran agama, bebernya.
Sekjen MLKI, Retno Lastani menambahkan, selain menyiapkan SDM, LSP ini nantinya juga mengatur mengenai kurikulum, materi ajar seperti buku panduan belajar, serta komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar lainnya.
Dari datanya, di Jateng sudah cukup banyak penghayat kerpercayaan yg masih berusia pelajar. Totalnya ada 747 orang. Rinciannya 8 orang TK/PAUD, 338 orang SD/MI, 192 orang SMP, 168 orang SMA/SMK, & 41 orang di perguruan tinggi. Paling banyak di Cilacap. Kalau di Semarang baru satu, ucapnya.
Direktorat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa & Tradisi Kemendikbud, Sjamsul Hadi menjelaskan, mata pelajaran kepercayaan sudah dilakukan uji publik di Medan selama dua hari, Senin-Selasa (20-21/2) kemarin. Ada banyak masukan & kritikan dalam uji publik tersebut yg akan dijadikan bahan pedoman saat implementasi.
Soal target, pihaknya menunggu kesiapan SDM & infrastruktur yg saat ini tengah disusun MLKI. Setidaknya tahun ajaran baru nanti sebaiknya sudah dapat diterapkan, tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKSP Jateng, Hertoto Basuki menjelaskan, pihaknya sekadar mengawal penyusunan LSP & mencetak asesor. Jika semua sudah jadi, tinggal MLKI yg berjalan sendiri. Kalau sudah diizinkan pemerintah untuk masuk ke dunia pendidikan, penyuluh atau pendidiknya harus kompeten, ucapnya.(amh/zal/ce1)
https://radarsemarang.com/2017/02/23...-kepercayaan/
Kemarin 23:04