• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mitos Selaput Dara part 2

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Alexis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Alexis

IndoForum Junior D
No. Urut
12106
Sejak
27 Feb 2007
Pesan
1.951
Nilai reaksi
130
Poin
63
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang seksualitas manusia yang berdasar pada penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tapi apakah masih bijaksana jika masih dipertahankan mitos selaput dara ini? Karena hal ini justru akan sering membuat kaum perempuan merasa terhina, tertekan secara psikologis bahkan terpuruk, hanya oleh keyakinan palsu tentang posisi selaput dara dan makna yang dibebankan secara kultural.

Seringkali tuduhan yang dibebankan suami terhadap pasangannya terjadi beberapa jam setelah malam pertama dilalui. Banyak kaum perempuan yang memperoleh hinaan setelah memiliki beberapa anak karena sang suami ketahuan berselingkuh dengan perempuan muda belia. Untuk yang terakhir, suami marah sebagai ungkapan menutupi rasa bersalahnya. Sang suami pun mengungkit bahwa pada malam pertama yang sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya, istri tidak mengalami perdarahan.

Rupanya efek mitos dipendam sekian lama dan suami merasa harus mendapatkan selaput dara yang dinilai "utuh", dengan mengencani gadis belia yang terkadang seusia dengan anak gadis remaja pertamanya. Tentu saja cercaan tersebut membuat istri terdiam karena bingung. Padahal sang istri yakin bahwa suaminya adalah lelaki pertama yang hadir utuh dalam kehidupannya.

Hanya karena selaput dara, seluruh kebahagiaan rumah tangga yang terbina selama bertahun-tahun akan dilenyapkan begitu saja. Apakah penting pengalaman memecah selaput dara hingga harus mengorbankan kebahagiaan seluruh anggota keluarga? Karena belum tentu perempuan muda yang dikencani oleh kaum lelaki mengalami pendarahan pada hubungan seksual pertama karena bentuk dan sifat kelenturan selaput dara sangat individual.

Kebahagiaan rumah tangga tidak selalu bergantung dari kehadiran selaput dara. Karena jika pasangan sudah merasa serasi, cocok dan berimbang dalam prinsip hidup serta orientasi masa depan keluarga sudah disepakati sebelum pernikahan. Apabila hymen menjadi point utama dalam rumah tangga, maka hubungan kasih sayang yang telah terjalin selama ini harus sirna oleh pemaknaan yang berlebihan terhadap selaput dara.

Menilai kejujuran. Setiap manusia sebenarnya dibekali kemampuan menilai kejujuran dari orang yang secara emosional erat hubungannya, karena jalinan kasih yang tulus. Hubungan tulus antara lelaki dan perempuan merupakan sarana yang kuat dan kukuh untuk membuat kedua pasangan peka terhadap kejujuran serta ketulusan pasangannya.

Bagi pasangan yang menjunjung tinggi rasa kasih antar manusia, akan menempatkan kasih di atas segalanya. Ketulusan kasih yang dijalin dengan pasangan hidup akan membuat orang tidak tega mengelabui pasangannya. Pada kasus ini, sebelum menikah keduanya telah berpacaran selama dua tahun. Dalam tenggang waktu itu seharusnya kaum lelaki yang akan menjadi suaminya memiliki banyak kesempatan mendeteksi kejujuran dan ketulusan kasih yang diberikan pasangannya.

Tapi semua itu kembali kepada diri lelaki, apakah anda tega membiarkan perempuan yang jujur, tulus, penuh kasih terhadap anda, anak-anak dan keluarga akan merasa bersedih, tertekan, bahkan terpuruk sepanjang hidupnya hanya karena mitos selaput dara? Jadi pertimbangkan kembali mitos ini, ok guys.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.