tusuksate
IndoForum Activist A
- No. Urut
- 48279
- Sejak
- 14 Jul 2008
- Pesan
- 20.342
- Nilai reaksi
- 397
- Poin
- 83
Beberapa mitos dapat bertahan karena memberikan nasihat yang sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Namun banyak mitos, terutama mitos sekitar kehamilan dan melahirkan, terbukti salah atau tidak efektif sesuai dengan kemajuan kedokteran dan teknologi.
Ada mitos mengatakan -dengan menjuntaikan cincin di atas perut ibu hamil- bila cincin mengayun dari kiri ke kanan atau sebaliknya, maka bayinya perempuan. Bila mengayun berputar, bayinya laki-laki. *hahaha… asli, baru tau pas baca artikel ini, blom pernah denger!* Tentu pembacaan melalui USG sudah pasti lebih akurat.
Mitos populer mengenai kehamilan
Kelebihan berat pada kandungan bagian depan berarti bayi perempuan; kelebihan berat di sekitar pinggul dan bokong berarti bayi laki-laki
SALAH. *Waktu hamil pertama dulu, aku paling sering denger mitos yang ini* Bila wanita memiliki batang tubuh yang pendek, tidak ada ruang bagi bayi untuk tumbuh. Batang tubuh yang panjang dapat memberi ruang untuk mengakomodasi bayi, membuat perut wanita yang hamil menonjol keluar. Perut dengan kandungan yang melebar berarti bayi sedang pada posisi menyamping.
Bila kandungan berat ke bawah berarti bayi laki-laki; bila ke atas berarti bayi perempuan
SALAH. Bila kandungan ke atas, bisa berarti ini merupakan kehamilan pertama atau tubuh ibu memang memiliki bentuk yang bagus *suit.. suit.. badanku bagus? hihi… kurus ginih!* Otot perut cenderung lebih elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila kandungan bukan merupakan kandungan pertama, perut cenderung agak ke bawah.
Puting yang berwarna gelap berarti bayi laki-laki
SALAH. *mitos yang aneh, bukannya puting memang berwarna gelap?* Perubahan warna pada puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna disebabkan oleh meningkatnya progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama kehamilan. Guratan juga muncul di sekitar bagian tengah perut. Biasanya juga muncul garis hitam dari pusar ke bagian pubis. Warna hitam biasanya akan menghilang sesudah melahirkan.
Jangan menyusui bayi selama hamil, karena bayi di dalam kandungan memerlukan makanan
SALAH. Bila ibu sehat, menyusui selama kehamilan tidak membahayakan ibu, janin, maupun bayinya. Dokter akan melarang ibu menyusui bayinya selama kehamilan bila ibu mengalami kekurangan gizi, kekurangan berat badan, atau berisiko melahirkan prematur.
Mitos mengenai bayi dan anak balita
Anak balita yang memakai sepatu akan membantunya lebih cepat berjalan
SALAH. Justru kebalikannya. Membiarkan anak balita tidak memakai sepatu dapat memperkuat otot kaki dan membantu si anak untuk belajar berjalan. Begitu anak balita berjalan, tentu mereka perlu sepatu yang nyaman yang sesuai dengan kakinya. Pilih sepatu yang lunak, jangan yang keras atau kaku. Sepatu harus nyaman dan sesuai dengan bentuk kaki anak. Beli yang tidak terlalu pas untuk memberi ruang bagi pertumbuhannya.
Baby-walker membantu bayi lebih cepat belajar berjalan
SALAH. Bayi yang menghabiskan waktunya dengan walker akan belajar duduk, merangkak, dan berjalan -justru- lebih lambat dari mereka yang belajar berjalan sendiri [proven for my son!]. Duduk di walker membatasi gerakan otot mereka. Lebih signifikan lagi, walker berbahaya! Resiko terjatuh dan terluka lebih besar. Hampir sekitar 14.000 kecelakaan akibat pemakaian walker dan 34 anak meninggal sejak tahun 1973 karena menggunakan walker [maap gak bisa nampilin sumber online penelitian ini di mana].
Ada mitos mengatakan -dengan menjuntaikan cincin di atas perut ibu hamil- bila cincin mengayun dari kiri ke kanan atau sebaliknya, maka bayinya perempuan. Bila mengayun berputar, bayinya laki-laki. *hahaha… asli, baru tau pas baca artikel ini, blom pernah denger!* Tentu pembacaan melalui USG sudah pasti lebih akurat.
Mitos populer mengenai kehamilan
Kelebihan berat pada kandungan bagian depan berarti bayi perempuan; kelebihan berat di sekitar pinggul dan bokong berarti bayi laki-laki
SALAH. *Waktu hamil pertama dulu, aku paling sering denger mitos yang ini* Bila wanita memiliki batang tubuh yang pendek, tidak ada ruang bagi bayi untuk tumbuh. Batang tubuh yang panjang dapat memberi ruang untuk mengakomodasi bayi, membuat perut wanita yang hamil menonjol keluar. Perut dengan kandungan yang melebar berarti bayi sedang pada posisi menyamping.
Bila kandungan berat ke bawah berarti bayi laki-laki; bila ke atas berarti bayi perempuan
SALAH. Bila kandungan ke atas, bisa berarti ini merupakan kehamilan pertama atau tubuh ibu memang memiliki bentuk yang bagus *suit.. suit.. badanku bagus? hihi… kurus ginih!* Otot perut cenderung lebih elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila kandungan bukan merupakan kandungan pertama, perut cenderung agak ke bawah.
Puting yang berwarna gelap berarti bayi laki-laki
SALAH. *mitos yang aneh, bukannya puting memang berwarna gelap?* Perubahan warna pada puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna disebabkan oleh meningkatnya progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama kehamilan. Guratan juga muncul di sekitar bagian tengah perut. Biasanya juga muncul garis hitam dari pusar ke bagian pubis. Warna hitam biasanya akan menghilang sesudah melahirkan.
Jangan menyusui bayi selama hamil, karena bayi di dalam kandungan memerlukan makanan
SALAH. Bila ibu sehat, menyusui selama kehamilan tidak membahayakan ibu, janin, maupun bayinya. Dokter akan melarang ibu menyusui bayinya selama kehamilan bila ibu mengalami kekurangan gizi, kekurangan berat badan, atau berisiko melahirkan prematur.
Mitos mengenai bayi dan anak balita
Anak balita yang memakai sepatu akan membantunya lebih cepat berjalan
SALAH. Justru kebalikannya. Membiarkan anak balita tidak memakai sepatu dapat memperkuat otot kaki dan membantu si anak untuk belajar berjalan. Begitu anak balita berjalan, tentu mereka perlu sepatu yang nyaman yang sesuai dengan kakinya. Pilih sepatu yang lunak, jangan yang keras atau kaku. Sepatu harus nyaman dan sesuai dengan bentuk kaki anak. Beli yang tidak terlalu pas untuk memberi ruang bagi pertumbuhannya.
Baby-walker membantu bayi lebih cepat belajar berjalan
SALAH. Bayi yang menghabiskan waktunya dengan walker akan belajar duduk, merangkak, dan berjalan -justru- lebih lambat dari mereka yang belajar berjalan sendiri [proven for my son!]. Duduk di walker membatasi gerakan otot mereka. Lebih signifikan lagi, walker berbahaya! Resiko terjatuh dan terluka lebih besar. Hampir sekitar 14.000 kecelakaan akibat pemakaian walker dan 34 anak meninggal sejak tahun 1973 karena menggunakan walker [maap gak bisa nampilin sumber online penelitian ini di mana].
