Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamu'alaikum gan/sist.
Ketemu lagi
Di cerita ke 2 ini ane mau coba tulis lagi pengalaman yg pernah ane alami waktu ane berdua sama temen ane. Ceritanya sih di bilamg serem ya serem di bilang ngga tetapi ya kepikiran..?!
Jadi langsung aja ane coba ceritain ceritanya buat agan/sist semua.
Selamat membaca
Waktu itu entah kejadiannya di hari apa, saya & teman saya yg kebetulan teman saya ini sudah berada dirumah saya, sekitar jam 20.15 WIB berangkat menuju kesalah satu kerabat sebut saja namanya Ojo, yg rumahnya berjarak kurang lebih sekitar 5km dari rumah saya.
Saya berangkat dengan mengpakai kendaraan roda dua waktu itu atau motor matic, saya kerumah Ojo yg masih ada di C****** nama daerahnya sebut saja PK, ketika saya berangkat dari rumah saya mau menuju rumah OJo, saya itu merasa biasa saja tanpa ada tanda-tanda keanehan atau sesuatu yg akan terjadi.
Saya berangkat tidak melewati jalan raya seperti pada umumnya, tetapi saya & Tata justru memilih jalan-jalan perkampungan, tujuannya waktu itu untuk memotong jalan supaya cepat hingga tujuan, sepanjang perjalanan saya & Tata sembari berbincang kecil di atas kendaraan yg kami berdua naiki, untuk sekedar menghilangkan kejenuhan di perjalanan waktu itu.
Singkat cerita saya & Tata, ketika itu saya & tata kebetulan saya yg mengendarai motornya & tata ini saya bonceng.
Tak selang beberapa menit saya & tata hingga di rumah kerabat saya yg saya tuju, kami bertamu seperti layaknya tamu biasa, yaaaa, kami ngobrol, berbincang, ngopi dll.
Tidak lama sekitar 20 menitan kami bertamu untuk sekedar basa basi sebentar, si tata ini lalu mengajak saya untuk pulang, karna memang tujuan kami berdua cuma untuk mengambil barang pesanan yg sudah kami pesan sebelumnya pada si Ojo itu.
Kami berduapun berpamitan untuk pulang & mengakhiri dialog kecil kami, ketika kami berpamitan teman saya si Tata ini bergantian untuk memboncengi saya, kamipun pulang & melewati jalur jalan yg berbeda.
Jalur jalan arah kami berdua pulang jalannya agak sedikit gelap & agak rusak, kami juga melewati salah satu kuburan di sekitar pemukiman rumah warga yg kami lewati.
Jalan kedua ini jalannya agak sedikit kecil, & padat rumah-rumah penduduk sekitar, setelah sekitar 30 menit kamipun hingga, akan tetapi saya & Tata tidak langsung pulang, saya & Tata mampir ke salah satu kerabat saya lagi sebut saja namanya Bob, tak lama saya berjumpa sebentar & mengantar barang titipan yg Bob beli juga pada teman saya si Ojo.
Ketika saya & Tata berbincang-bincang sebentar dengan si Bob, setelah sekitar 30 menitan saya & Tata berjumpa dengan bob, saya & Tata mengakhiri perbincangan kecil kita & saya pun berpamitan untuk pulang.
Kebetulan tempat saya & Tata ketika menemui Bob tidak jauh dari rumah saya, akhirnya setelah 10 atau 15 menit saya & Tata hingga di rumah saya, waktu hingga saya tidak langsung masuk kedalam rumah, saya memilih mengambil nafas & berbincang sedikit pada Tata.
Sekitar 10 menit saya berbincang, saya masuk untuk mengambil air putih, sayapun keluar rumah sambil membawa sebotol air minum yg saya ambil dari kulkas.
Singkat cerita, saya & Tata nongkrong berdua di teras depan rumah saya, kebetulan samping rumah saya yg saya & keluarga tempati itu sebelahnya adalah rumah Tetangga saya yg sekitar 2 bulanan kosong. Nah, saya & Tata pun akhirnya memutuskan untuk duduk santai di lantai rumah atau di depan beranda rumah tetangga saya yg lama tidak ditempati itu.
Tidak ada keanehan selama saya & Tata berbincang atau mengobrol untuk membahas barang yg saya beli dari teman saya si Ojo itu & mencicipi barang pesanan yg saya beli pada si Ojo.
"Sedikit bocoran kami membeli minuman TEQ**** (merk minuman alcohol)"
Sambil berbincang saya & Tata menikmati minuman itu & sedikit ditemani musik kecil yg saya putar melalui HP Android saya, saya & Tata menikmati suasana sedikit, waktu itu saya & tata baru mencicipi minuman itu saya 2 sloki kecil & Tata 2 sloki kecil.
"Jadi kami berdua sangat belum merasakan efek dari minuman itu cuma saja badan baru terasa hangat & tenggorokan serasa seperti terbakar karna dari efek minuman itu sendiri mengandung alcohol yg cukup tinggi alias kami masih merasa sangat sadar."
Sampai pada saat jam menunjukan Pukul 02.15 WIB, keanehan itu baru terjadi.
Karna posisi rumah tetangga saya sebelahnya adalah ada sedikit seperti pekarangan kecil yg jadi pembatas dari belakang rumah yg agak cukup akbar itu, jadi dari tempat kami duduk ada skat tembok kecil sebatas leher orang dewasa.
Dari batas skat tembok itu ada pekarangan kecil barulah ada rumah yg posisinya kebetulan kalau dari saya nongkrong bersama si tata itu posisi bagian belakang rumah, jadi pekarangan kecil itu dapat dibilang seperti pembatas antar rumah yg dulunya adalah jalan kecil yg dapat dilalui warga sekitar, "nanti saya akan ceritakan soal pekarangan kecil yg saya maksud"
Nah waktu itu posisinya saya menghadap ke arah barat dari depan rumah tetangga saya yg saya tumpangi itu & si Tata menghadap ke arah Selatan, yg kebetulan si Tata ini dengan posisi menyender ke tembok pembatas yg tingginya sebatas leher orang dewasa itu.
Singkat cerita saya mendengar suara seperti ada orang yg melempar sesuatu dari samping ke arah saya & Tata duduk, waktu itu saya berpikir kalau itu cuma halusinasi atau memang saya salah mendengar ketika ditimpukan perdana saya cuma diam & mencoba untuk tidak bertanya kepada Tata.
Setelah suara lemparan batu yg perdana saya dengar berlalu, saya & Tata masih ngobrol seperti biasa, hingga saya mendengar ada lemparan lagi dengan suara yg agak sedikit keras, karna waktu itu batu yg kedua terlihat menggelinding ke arah saya & tata duduk & batu itu agak sedikit lebih akbar dari batu yg sebelumnya.
Ketika ada lemparan batu yg kedua Tata kaget & berkata "A***** apaan tuh ?! Kaget gua B******.!! Otomatis waktu tata berkata dengan sedikit nada yg tinggi sontak otomatis saya ikut kaget & berkata "Apaan si K***** ngaggetin aja..?!!
Tata sambil menunjuk arah batu itu lalu berucap "itu batu siapa yg ngelempar dah?" Dengan penuh penasaran. Tata pun mengambil batu itu & ketika saya & Tata melihat batu itu, tipe batu yg di lempar itu sama sekali tidak ada batu tipe yg batu yg ada di pekarangan rumah itu. Karna di pekarangan itu juga kebetulan bersih & sama sekali tidak ada batu yg seukuran kurang lebih diameter 5x6cm karna batunya agak sedikit lonjong batu itu biasa kita sebut batu kolar.
Kenapa saya bilang tidak ada batu tipe itu karna kebetulan kadang saya sendiri yg menyapu pekarangan itu selain ibu saya, jadi saya tahu betul tidak ada batu sebesar itu di pekarangan itu & kebetulan juga pekarangan itu sore sebelum magrib saya sudah menyapu pekarangan itu jadi dapat saya pastikan kalau tidak ada batu sebesar itu, & kebetulan lagi dipekarangan itu sekarang adalah jalan buntu jadi tidak ada orang lain yg lewat selain cuma keluarga saya & tetangga saya yg rumahnya itu kosong sudah kosong selama 2 bulan lebih jadi dapat dipastikan lagi di waktu itu cuma saya & keluarga saya saja yg tau kondisi pekarangan rumah itu.
"Sebentar ngopi dulu sambil ngudud, pegel tangan"
LANJUT
Dari lemparan batu yg kedua itu saya & Tata kembali ngobrol sambil membahas dari mana asal batu itu dapat hingga di lempar ke arah kami.
Tidak lama saya pun harap buang air kecil, dari pada saya harus masuk kerumah ketika itu saya memilih untuk buang air kecil di pekarangan rumah itu di pojok-pekarangan itu saya buang air kecil yg dimana pekarangan itu memang sama sekali tidak di pasangi lampu jadi sangat gelap.
Di sela saya buang air kecil saya memperhatikan sekitar, sambil bertanya dalam hati "Batu darimana itu kok dapat yak?"
Selesai saya buang air kecil saya pun kembali duduk & tak lama Tata bicara kepada saya "G***** dah lu malah kencing disitu". Saya pun balik bertanya "lah emang kenapadah? Males gua mau kencing di kamar mandi". Tata pun menjawab perkataan saya lagi "itu batu dari..." belum selesai Tata menyampaikan sesuatu kepada saya. Saya & Tata mendengar suara benda yg di pukul atau di gebrak arah suara masih sama dari pekarangan itu.
Kami mendengar suara pembatas jalan itu seperti dipukul atau di timpuk entah kami tidak tau yg jelas suara itu sangat kencang karna pembatas pekarangan itu yg saya bilang pekarangan itu dulunya jalan biasa cuma di tutup dengan mengpakai seng yg dibuat seperti pintu.
Sontak saya & Tata langsung kaget tanpa berkata apa-apa & bengong sejenak sambil saling menatap muka, benar-benar kami berdua dibuat bingung di malam hari itu, yg dimana niat saya seusai saya buang air kecil saya harap melanjutkan menikmati minuman kami, tetapi karna suara itu mengagetkan kami berdua saya & tata akhirnya memutuskan memberanikan diri utuk ke arah pojok pekarangan itu yg tadi saya sempat buang air kecil disitu.
Setelah saya sekitar 5 menit saya & tata mencari-cari sumber suara itu, dengan sedikit penerangan dari lampu HP saya, saya tidak menemukan apapun disana, tidak ada batu, tidak ada kayu, tidak ada benda yg dipakai untuk memukul pembatas pekarangan itu.
Akhirnya saya & tata kembali lagi ketempat asal kedepan rumah & posisinya saya & tata masih dirumah kosong itu & tetap kembali di posisi sebelumnya, karna posisi kita duduk memang sering seperti itu kalau lagi nongkrong berdua karna nyari posisi wenaknya.
BERSAMBUNG.
"Ceritanya masih panjang gan/sist & kebetulan sekarang udah jam 04.50 mata saya udah sepet jadi kita lanjut lagi ke PART II yaa.
"Mohon maaf sebelumnya karna keadaan yg menciptakan saya tidak kuat untuk menyelesaikan tulisan ini jadi ditunggu kelanjutannya ya gan/sist.
Selamat hari senin selamat istirahat & buat yg nanti pagi udah bangun jangan lupa sarapan mandi & selamat beraktifitas.
Buat yg lagi begadang
Jangan lupa sholat subuh gan/sist
Semoga pagi ini kalian sering dalam lindungan Allah SWT. aamiin."
Assalamu'alaikum Hari ini 04:51
Ketemu lagi
Di cerita ke 2 ini ane mau coba tulis lagi pengalaman yg pernah ane alami waktu ane berdua sama temen ane. Ceritanya sih di bilamg serem ya serem di bilang ngga tetapi ya kepikiran..?!
Jadi langsung aja ane coba ceritain ceritanya buat agan/sist semua.
Selamat membaca
Waktu itu entah kejadiannya di hari apa, saya & teman saya yg kebetulan teman saya ini sudah berada dirumah saya, sekitar jam 20.15 WIB berangkat menuju kesalah satu kerabat sebut saja namanya Ojo, yg rumahnya berjarak kurang lebih sekitar 5km dari rumah saya.
Saya berangkat dengan mengpakai kendaraan roda dua waktu itu atau motor matic, saya kerumah Ojo yg masih ada di C****** nama daerahnya sebut saja PK, ketika saya berangkat dari rumah saya mau menuju rumah OJo, saya itu merasa biasa saja tanpa ada tanda-tanda keanehan atau sesuatu yg akan terjadi.
Saya berangkat tidak melewati jalan raya seperti pada umumnya, tetapi saya & Tata justru memilih jalan-jalan perkampungan, tujuannya waktu itu untuk memotong jalan supaya cepat hingga tujuan, sepanjang perjalanan saya & Tata sembari berbincang kecil di atas kendaraan yg kami berdua naiki, untuk sekedar menghilangkan kejenuhan di perjalanan waktu itu.
Singkat cerita saya & Tata, ketika itu saya & tata kebetulan saya yg mengendarai motornya & tata ini saya bonceng.
Tak selang beberapa menit saya & tata hingga di rumah kerabat saya yg saya tuju, kami bertamu seperti layaknya tamu biasa, yaaaa, kami ngobrol, berbincang, ngopi dll.
Tidak lama sekitar 20 menitan kami bertamu untuk sekedar basa basi sebentar, si tata ini lalu mengajak saya untuk pulang, karna memang tujuan kami berdua cuma untuk mengambil barang pesanan yg sudah kami pesan sebelumnya pada si Ojo itu.
Kami berduapun berpamitan untuk pulang & mengakhiri dialog kecil kami, ketika kami berpamitan teman saya si Tata ini bergantian untuk memboncengi saya, kamipun pulang & melewati jalur jalan yg berbeda.
Jalur jalan arah kami berdua pulang jalannya agak sedikit gelap & agak rusak, kami juga melewati salah satu kuburan di sekitar pemukiman rumah warga yg kami lewati.
Jalan kedua ini jalannya agak sedikit kecil, & padat rumah-rumah penduduk sekitar, setelah sekitar 30 menit kamipun hingga, akan tetapi saya & Tata tidak langsung pulang, saya & Tata mampir ke salah satu kerabat saya lagi sebut saja namanya Bob, tak lama saya berjumpa sebentar & mengantar barang titipan yg Bob beli juga pada teman saya si Ojo.
Ketika saya & Tata berbincang-bincang sebentar dengan si Bob, setelah sekitar 30 menitan saya & Tata berjumpa dengan bob, saya & Tata mengakhiri perbincangan kecil kita & saya pun berpamitan untuk pulang.
Kebetulan tempat saya & Tata ketika menemui Bob tidak jauh dari rumah saya, akhirnya setelah 10 atau 15 menit saya & Tata hingga di rumah saya, waktu hingga saya tidak langsung masuk kedalam rumah, saya memilih mengambil nafas & berbincang sedikit pada Tata.
Sekitar 10 menit saya berbincang, saya masuk untuk mengambil air putih, sayapun keluar rumah sambil membawa sebotol air minum yg saya ambil dari kulkas.
Singkat cerita, saya & Tata nongkrong berdua di teras depan rumah saya, kebetulan samping rumah saya yg saya & keluarga tempati itu sebelahnya adalah rumah Tetangga saya yg sekitar 2 bulanan kosong. Nah, saya & Tata pun akhirnya memutuskan untuk duduk santai di lantai rumah atau di depan beranda rumah tetangga saya yg lama tidak ditempati itu.
Tidak ada keanehan selama saya & Tata berbincang atau mengobrol untuk membahas barang yg saya beli dari teman saya si Ojo itu & mencicipi barang pesanan yg saya beli pada si Ojo.
"Sedikit bocoran kami membeli minuman TEQ**** (merk minuman alcohol)"
Sambil berbincang saya & Tata menikmati minuman itu & sedikit ditemani musik kecil yg saya putar melalui HP Android saya, saya & Tata menikmati suasana sedikit, waktu itu saya & tata baru mencicipi minuman itu saya 2 sloki kecil & Tata 2 sloki kecil.
"Jadi kami berdua sangat belum merasakan efek dari minuman itu cuma saja badan baru terasa hangat & tenggorokan serasa seperti terbakar karna dari efek minuman itu sendiri mengandung alcohol yg cukup tinggi alias kami masih merasa sangat sadar."
Sampai pada saat jam menunjukan Pukul 02.15 WIB, keanehan itu baru terjadi.
Karna posisi rumah tetangga saya sebelahnya adalah ada sedikit seperti pekarangan kecil yg jadi pembatas dari belakang rumah yg agak cukup akbar itu, jadi dari tempat kami duduk ada skat tembok kecil sebatas leher orang dewasa.
Dari batas skat tembok itu ada pekarangan kecil barulah ada rumah yg posisinya kebetulan kalau dari saya nongkrong bersama si tata itu posisi bagian belakang rumah, jadi pekarangan kecil itu dapat dibilang seperti pembatas antar rumah yg dulunya adalah jalan kecil yg dapat dilalui warga sekitar, "nanti saya akan ceritakan soal pekarangan kecil yg saya maksud"
Nah waktu itu posisinya saya menghadap ke arah barat dari depan rumah tetangga saya yg saya tumpangi itu & si Tata menghadap ke arah Selatan, yg kebetulan si Tata ini dengan posisi menyender ke tembok pembatas yg tingginya sebatas leher orang dewasa itu.
Singkat cerita saya mendengar suara seperti ada orang yg melempar sesuatu dari samping ke arah saya & Tata duduk, waktu itu saya berpikir kalau itu cuma halusinasi atau memang saya salah mendengar ketika ditimpukan perdana saya cuma diam & mencoba untuk tidak bertanya kepada Tata.
Setelah suara lemparan batu yg perdana saya dengar berlalu, saya & Tata masih ngobrol seperti biasa, hingga saya mendengar ada lemparan lagi dengan suara yg agak sedikit keras, karna waktu itu batu yg kedua terlihat menggelinding ke arah saya & tata duduk & batu itu agak sedikit lebih akbar dari batu yg sebelumnya.
Ketika ada lemparan batu yg kedua Tata kaget & berkata "A***** apaan tuh ?! Kaget gua B******.!! Otomatis waktu tata berkata dengan sedikit nada yg tinggi sontak otomatis saya ikut kaget & berkata "Apaan si K***** ngaggetin aja..?!!
Tata sambil menunjuk arah batu itu lalu berucap "itu batu siapa yg ngelempar dah?" Dengan penuh penasaran. Tata pun mengambil batu itu & ketika saya & Tata melihat batu itu, tipe batu yg di lempar itu sama sekali tidak ada batu tipe yg batu yg ada di pekarangan rumah itu. Karna di pekarangan itu juga kebetulan bersih & sama sekali tidak ada batu yg seukuran kurang lebih diameter 5x6cm karna batunya agak sedikit lonjong batu itu biasa kita sebut batu kolar.
Kenapa saya bilang tidak ada batu tipe itu karna kebetulan kadang saya sendiri yg menyapu pekarangan itu selain ibu saya, jadi saya tahu betul tidak ada batu sebesar itu di pekarangan itu & kebetulan juga pekarangan itu sore sebelum magrib saya sudah menyapu pekarangan itu jadi dapat saya pastikan kalau tidak ada batu sebesar itu, & kebetulan lagi dipekarangan itu sekarang adalah jalan buntu jadi tidak ada orang lain yg lewat selain cuma keluarga saya & tetangga saya yg rumahnya itu kosong sudah kosong selama 2 bulan lebih jadi dapat dipastikan lagi di waktu itu cuma saya & keluarga saya saja yg tau kondisi pekarangan rumah itu.
"Sebentar ngopi dulu sambil ngudud, pegel tangan"
LANJUT
Dari lemparan batu yg kedua itu saya & Tata kembali ngobrol sambil membahas dari mana asal batu itu dapat hingga di lempar ke arah kami.
Tidak lama saya pun harap buang air kecil, dari pada saya harus masuk kerumah ketika itu saya memilih untuk buang air kecil di pekarangan rumah itu di pojok-pekarangan itu saya buang air kecil yg dimana pekarangan itu memang sama sekali tidak di pasangi lampu jadi sangat gelap.
Di sela saya buang air kecil saya memperhatikan sekitar, sambil bertanya dalam hati "Batu darimana itu kok dapat yak?"
Selesai saya buang air kecil saya pun kembali duduk & tak lama Tata bicara kepada saya "G***** dah lu malah kencing disitu". Saya pun balik bertanya "lah emang kenapadah? Males gua mau kencing di kamar mandi". Tata pun menjawab perkataan saya lagi "itu batu dari..." belum selesai Tata menyampaikan sesuatu kepada saya. Saya & Tata mendengar suara benda yg di pukul atau di gebrak arah suara masih sama dari pekarangan itu.
Kami mendengar suara pembatas jalan itu seperti dipukul atau di timpuk entah kami tidak tau yg jelas suara itu sangat kencang karna pembatas pekarangan itu yg saya bilang pekarangan itu dulunya jalan biasa cuma di tutup dengan mengpakai seng yg dibuat seperti pintu.
Sontak saya & Tata langsung kaget tanpa berkata apa-apa & bengong sejenak sambil saling menatap muka, benar-benar kami berdua dibuat bingung di malam hari itu, yg dimana niat saya seusai saya buang air kecil saya harap melanjutkan menikmati minuman kami, tetapi karna suara itu mengagetkan kami berdua saya & tata akhirnya memutuskan memberanikan diri utuk ke arah pojok pekarangan itu yg tadi saya sempat buang air kecil disitu.
Setelah saya sekitar 5 menit saya & tata mencari-cari sumber suara itu, dengan sedikit penerangan dari lampu HP saya, saya tidak menemukan apapun disana, tidak ada batu, tidak ada kayu, tidak ada benda yg dipakai untuk memukul pembatas pekarangan itu.
Akhirnya saya & tata kembali lagi ketempat asal kedepan rumah & posisinya saya & tata masih dirumah kosong itu & tetap kembali di posisi sebelumnya, karna posisi kita duduk memang sering seperti itu kalau lagi nongkrong berdua karna nyari posisi wenaknya.
BERSAMBUNG.
"Ceritanya masih panjang gan/sist & kebetulan sekarang udah jam 04.50 mata saya udah sepet jadi kita lanjut lagi ke PART II yaa.
"Mohon maaf sebelumnya karna keadaan yg menciptakan saya tidak kuat untuk menyelesaikan tulisan ini jadi ditunggu kelanjutannya ya gan/sist.
Selamat hari senin selamat istirahat & buat yg nanti pagi udah bangun jangan lupa sarapan mandi & selamat beraktifitas.
Buat yg lagi begadang
Jangan lupa sholat subuh gan/sist
Semoga pagi ini kalian sering dalam lindungan Allah SWT. aamiin."
Assalamu'alaikum Hari ini 04:51