yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pukul 04.30 WIB pagi tadi tidak membuat warga Selo, Boyolali,Jawa Tengah panik. Berbeda dengan warga yang tinggal di tiga desa di wilayah Klaten, Jawa Tengah yang begitu panik saat erupsi terjadi, warga Selo sebaliknya tetap beraktivitas seperti biasannya.
Muntahan abu vulkanik yang dilepaskan Gunung Merapi,dianggap warga Selo tidaklah separah seperti erupsi 2010 lalu. Saat itu, wilayah Selo merupakan wilayah terakhir yang terkena abu vulkanik.
Meskipun, wilayah Selo merupakan wilayah paling dekat dengan puncak Gunung Merapi. Termasuk saat erupsi kali ini, wilayah Selo kembali tidak tersentuh abu vulkanik.Bahkan aktivitas jual beli di pasar Selo hingga pemerintahan termasuk pendidikan tetap berjalan.
Kondisi berbeda justru dialami wilayah yang letaknya dibawahnya Gunung Merapi seperti Cempogo,Jrakah bahkan hingga wilayah Solo dan Kabupaten Karanganyar terkena abu vulkanik.
Suwarni salah satu warga sekaligus pemilik toko di pasar Selo yang letaknya berada di samping Polsek Selo mengatakan,erupsi yang terjadi pada pagi hari tadi dianggap warga seperti halnya manusia biasa yang sedang batuk kecil. Warga mempercayai adanya tanda-tanda kilat putih bila Merapi akan meletus.
Bagi mereka, sekalipun ada gemuruh cukup besar layaknya rombongan kontainer lewat dari arah Gunung Merapi, selama belum ada tanda kilatan putih keluar dari arah Gunung Merapi menuju arah Gunung Merbabu, warga belum akan mengungsi.
"Oh erupsi tadi padi itu toh. Itu mbah merapi hanya batuk saja.Tidak apa-apa. Suarannya dari dalam Merapi memang bergerumuh.Tapi selama belum ada kilatan putih keluar dari arah Merapi menuju Merbabu,warga sini belum akan mengungsi,"papar Suwarni saat berbincang dengan Okezone,di Selo,Boyolali,Jawa Tengah,Senin (18/11/2013).
Menurut Suwarni, kilatan putih yang keluar dari Gunung Merapi ke arah Gunung Merbabu sebanyak tiga kali diyakini warga sekitar merupakan suatu pertanda yang memang dipercaya warga dikeluarkan oleh penunggu Gunung Bibi yang letaknya berada di bawah Gunung Merapi.
Bagi masyarakat sekitar, Gunung Bibi dipercaya sebagai ibu dari Gunung Merapi. Sehingga kilatan putih yang keluar dari Gunung Marapi merupakan isarat yang dikirimkan penunggu Gunung Bibi bila erupsi besar akan terjadi.
"Istilahnya kalau di manusia itu, ibunya sudah tidak sanggup lagi menenangkan kenakalan sang anak. Jadinya,kilatan putih itu merupakan bentuk teriakan ibunya ke anaknya yang terus membandel,"jelasnya.
Meski secara ilmiah apa yang diyakini warga Selo bertolak belakang, namun selama mereka meyakininya, maka warga tidak akan terlalu lama berada di tempat pengungsian.