• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MISTERI HAJATAN DI CABEAN KUNTI

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for Disclaimer:
Cerita fiksi ini dibuat berdasarkan kisah nyata yg diperoleh baik dari penuturan warga sekitar maupun penuturan sumber yg bersangkutan langsung, ketika TS mengerjakan blusukan ke tempat-tempat bersejarah. Cerita sudah dirubah sedemikian rupa & semua nama tokoh yg terlibat dalam cerita ini sudah disamarkan.
Wallahu'alam... Benar atau tidaknya cerita ini mohon untuk disikapi dengan bijaksana


MISTERI HAJATAN DI CABEAN KUNTI


Malam selepas isya, Mas Tomo terlihat mengendari sepeda motornya seorang diri. Sebenarnya agak enggan juga Mas Tomo harus berkendara malam-malam ke daerah yg belum dikenalnya.

Mas Tomo berasal dari daerah Sawit di perbatasan Boyolali Klaten. Malam itu Mas Tomo mendapat tugas dari Pak RT untuk ngabari berita lelayu ke daerah Cepogo. Walaupun Mas Tomo sendiri kurang hafal daerah sana, namun Mas Tomo tetap yakin akan tiba dirumah yg akan dituju berbekal pengalamannya sebagai sales bahan bangunan. Cepogo adalah daerah kecamatan di lereng gunung Merapi & Merbabu sehingga memiliki udara yg dharap, terlebih di malam hari. Keadaan cuacanya pun tidak dapat diprediksi, terkadang cerah terkadang juga tiba-tiba hujan & berkabut. Nahh , seperti yg dialami Mas Tomo saat itu ketika sudah hingga di jalan raya Boyolali-Cepogo tiba-tiba gerimis.

Saat itu Mas Tomo berpikir mau berhenti dulu berteduh apa mau lanjut, tetapi akhirnya Mas Tomo melanjutkan perjalanannya. Mas Tomo berkendara pelan-pelan sambil mengingat jalan masuknya karena selain gerimis saat itu kabut sudah mulai turun.

Ketika melihat sebuah gapura kecil dikanan jalan, Mas Tomo segera berbelok melewati jalan desa dengan aspal seadanya. Sambil mengingat arah, Mas Tomo celingak celinguk juga mungkin ada warga yg terlihat sehingga dapat ditanyakan letak rumah yg ditujunya.

Ketika hingga diujung desa Mas Tomo belum melihat seorangpun warga yg dapat ditanyai. Ujung desa ini berupa pertigaan jalan & Mas Tomo memutuskan mengarah kekiri karena dalam hati Mas Tomo kalau jalan yg ke kanan akan kembali ke jalan raya tadi.

Gerimis makin lebat saat Mas Tomo mulai melewati jalan kecil yg rupanya jalan perkebunan, namun untuk kembali lagi Mas Tomo merasa malas. Mas Tomo merasa girang & beruntung saat itu dilihatnya agak jauh didepan samar-samar dalam bayangan kabut & hujan Nampak lampu-lampu yg bernyala terang.

Benar saja setelah dekat Mas Tomo melihat ada hajatan & banyak orang yg lagi berkumpul. Mas Tomo jadi bahagia banget & berbegas kearah keramaian gak peduli basah kuyup.

pangapunten pak, badhe nderek tanglet. (maaf pakde, mau menanyakan), Mas Tomo bertanya ke seorang laki-laki tua yg menghampirinya.

injeh nak, monggo pinarak rumiyin ngeyup mriki (iya nak, mari silakan masuk dulu untuk berteduh), laki-laki tua itu membalas pertanyaan Mas Tomo.

Setelah basa basi sebentar Mas Tomo akhirnya mengikuti laki-laki tua tadi. Setelah duduk Mas Tomo baru menyadari ternyata tamu-tamu yg banyak tadi kesemuanya itu perempuan. Hanya Mas Tomo & laki-laki tua yg menyambutnya tadi saja yg laki-laki ditempat itu. Bahkan yg memainkan gamelan juga perempuan semua. Yang agak aneh lagi semua yg ada ditempat itu termasuk Mas Tomo duduknya di lantai tanah beralas tikar pandan, padahal hajatan tadi termasuk ramai untuk ukuran desa, namun Mas Tomo gak ambil pusing.

Laki-laki tua tadi menyuguhkan banyak makanan & minuman khas hajatan di Jawa. Mas Tomo agak lega setelah laki-laki tua tadi memberitahu kalau yg dituju Mas Tomo sudah dekat & mempersilakan Mas Tomo menikmati hidangan & sajian musik tradisional.

Mas Tomo makan lahap sekali, mungkin karena hawa dharap ditempat itu jadi kelaparan setelah kehujanan. Sambil menikmati makan minum, Mas Tomo memperhatikan perempuan ditempat itu ternyata cantik-cantik semua. Yang bikin Mas Tomo agak heran dari kesemua perempuan itu kok gak ada yg ngobrol padahal kalau perempuan sudah berkumpul biasanya ngobrolnya gak berhenti-berhenti.

Pagi itu, desa kecil di dekat sungai pule digegerkan dengan penemuan seorang laki-laki muda yg pingsan dibebatuan sungainya. Sebuah sepeda motor tampak tergeletak didekatnya. Warga beramai-ramai menolong pemuda tersebut & motornya yg jatuh ke dalam sungai pule.

Setelah tersadar, laki-laki muda tersebut mengaku dari Sawit & bernama Tomo!


Spoiler for Bonus:
MISTERI HAJATAN DI CABEAN KUNTI





0.jpg



Hari ini 17:09
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.