• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Misteri Bulan Suro & Pantangannya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Misteri Bulan Suro & Pantangannya


Dalam penanggalan atau kalender Jawa diketahui nama-nama bulan sebagai berikut, Suro, Sapar, Mulud, Ba'da Mulud, Jumadil Awal, Junadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Dulkangidah, Besar. Dua belas bulan di penanggalan Jawa itu juga merupakan dua belas bulan dalam kalender islam cuma beberapa berbeda nama.

Ada bulan-bulan tertentu yg mempunyai nilai mistis, pada hakekatnya ada pelarangan mengerjakan kegiatan. Kepercayaan yg diwaeiskan dari jamam menek moyang, bila melanggar maka akan terjadi mala petaka, khususnya di bulan suro.

Kegiatan yg dilakukan di bulan ini akan membawa kesialan, bukan cuma itu hingga kelagiran seseorang di bulan ini menurut cerita dari embah-embah jaman dulu akan sering menghadapi masalah berat. Maka dari itu setiap memasuki bulan Suro ini masyarakat Jawa sering mengerjakan ritual ruwatan, supaya terhindar dari marabahaya.

Kepercayaan ini sangat melekat kuat. Benerapa hari lalu saya mendengar tanya jawab dialog seputar bulan Suro di sebuah radio swasta, yg menanyakan mengapa seperti acara hajatan dihimbau tidak dilakukan pada bulan Suro.

Menurut pendapat TS, bulan Suro bila dalam bulan Islam disebut dengan bulan Muharram. Dalam bahasa inggris Muharran diartikan sacred dalam bahasa Indonesia berarti diharamkan atau dipantangkan. Jafi benar bila kegiatan hajatan dilarang di bulan itu.

Pasti akan banyak pertanyaan, mengapa demikian? Apakah bulan itu munculnya tuyul? wewegombel & kawan-kawan? seperti dalam film Indonrsia yg dibintangi Suzana?

Ternyata bukan tentang munculnya mahluk seperti itu bila memasuki bulan Suro, itu cuma untuk menakut-nakuti masyarakat yg bandel mengerjakan hajatan di bulan Suro. Mengapa? Ternyata di bulan Suro atau Muharram ini adalah bulan hari rayanya para anak yatim.

Jaman dahulu bila diterangkan tentang hal itu tidak akan masuk dalam hati & pikiran mereka, maka yg lebih mudah dengan menakut-nakuti itu pendapat TS. Tidak ada hubungan sama sekali antara bulan Suro dengan mahluk halus apalagi yg lahir di bulan itu akan sering dirundung kemalangan. Namanya hidup pasti ada masalah baik itu lahir di bulan apa pun.

Bulan Suro yg berasal dari mengatakan Asyurra yg berarti hari kesepuluh dalam Muharram, bulan ini sebagai penanda bulan perdana di penanggalan Jawa & Islam, seperti bulan Januari, jadi memasuki tahun baru harus membersigkan diri, bersiap menghadapi satu tahun ke depan. Yang lalu biar berlalu, dosa-dosa tahun lalu harus dihapus dengan berdoa, mohon ampunan & niat baik untuk ke depannya.

Ruwatan ini pembersihan, untuk diri sendiri, lingkungan & sebuah wilayah, biasanya dilakukan pagelaran wayang kulit, berhubung ada pandemi maka rahun ini sepertinya pagelaran ditiadakan. Istilah ruwat berawal dari ngaruati artinya menjaga dari kecelakaan Dewa Batara. Yang sebenarnya menurut TS adalah pembersihan hati & diri dari dosa supaya sering selamat.

Di beberapa wilayah untuk membersihkan lingkungannya mengerjakan kegiatan selamatan yg disebutBaritan. Baritan berarti mbubarake peri lan setan yg kita sebut mahluk halus yg suka mengganggu.

Baritan ini selamatan dengan membawa nasi & lauk pauk yg dibungkus daun pisang atau takir, semua warga berkumpul di sebuah tempat biasanya musolah atau pendopo & lakakukan pitutur falsafah kehidupan lalu doa bersama.

Budaya Baritan di bulan Suro ini sebagai salah satu bukti kerukunan & kebersamaan serta saling peduli yg patut dipertahankan.
Bila ditempat asal TS biasanya warga menciptakan jenang suro, yaitu bubur beras yg diberi irisan dadar telur & kering tempe teri.
Misteri Bulan Suro & Pantangannya


Yang terbaik lagi selain itu adalah menyantuni anak yatim, kegiatan yg utama dari pada menciptakan hajatan untuk pribadi itu pantangan, menggembirakan anak yatim lebih utama di bulan ini & berpuasa untuk menghapus dosa selama satu tahun kemarin. Itu pembersihan diri dimana disebut ruwatan dalam adat Jawa.

Jadi tidak perlu takut lagi bila memasuki bulan Suro, yg sebenarnya adalah bulan perdana di tahun baru Jawa & Islam atau Hijriyah
Siapa yg harap meruwat dirinya? Maka berpuasalah di bulan itu tepatnya di tanggal 9 & 10 penanggalan Jawa & Hijriyah.




Demikian ulasan dari TS bila ada yg kurang tepat dapat diskusi bersama
Terima kasih, salam​


sunber opini TS beberapa dari sini
Sumber gambar dokpri & hipwee.com Hari ini 02:17
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.