Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Misteri asal usul legenda Buto Ijo memang sering jadi perbincangan. Soalnya, tokoh Buto Ijo selama ini susah untuk dibuktikan dengan kasat mata. Legenda Buto Ijo tetap hidup karena kerap dipakai untuk menakuti anak-anak yg belum tidur walau sudah larut malam.
Menurut banyak orang, Buto Ijo sebetulnya cuma tokoh rekaan manusia. Ia tidak akan pernah ada dalam kehidupan kita. Ia cuma mitos, cuma khayalan. Meski cuma khayalan, citra menyeramkan Buto Ijo dapat jadi adalah interpretasi kebudayaan akan kehidupan yg hitam & kotor.
Buto Ijo digambarkan sebagai sosok yg tinggi akbar ibarat raksasa dengan tubuh yg berwarna hijau. Kehadirannya sering disertai dengan aroma busuk yg sangat menyengat, persis seperti busuk lumpur pembuangan limbah rumah.
Dalam sejumlah cerita rakyat, Buto Ijo sering diceritakan sebagai pihak yg paling bertanggung jawab ketika terjadi gerhana bulan. Buto Ijo dianggap sedang menelan bulan sedikit demi sedikit hingga akhirnya habis. Itulah legenda, cerita rakyat yg berkembang dari dulu.
Meski sebenarnya kita sama-sama tahun bahwa peristiwa gerhana bulan yg kerapkali terjadi adalah peristiwa alam biasa. Ketika gerhana bulan terjadi, bulan posisinya berada di belakang matahari, sehingga ketika mentari berjalan akan menutupi rembulan. Memang nampak kalau bulan sepertinya berangsur-angsur gelap, padahal sesungguhnya rembulan sedang tertutup oleh matahari.
Jadi, sungguh tidak benar rembulan itu ditelan bulat-bulat oleh Buto Ijo. Pun tidak benar pula, manakala ada anak berbuat nakal atau melawan orang tua mereka maka akan dimakan oleh Buto Ijo.
Pesugihan Buto Ijo
Sulit memperkirakan kapan & dimana asal mula cerita tentang Buto Ijo ini berkembang di masyarakat kita. Hanya saja, hingga kini kita kerap masih mendengarkan nama Buto Ijo hadir dalam aktivitas-aktivitas yg berhubungan dengan ritual pesugihan. Ya, pesugihan Buto Ijo!
Dalam tradisi beberapa masyarakat di negeri ini, pelibatan makhluk halus dianggap sebagai cara cepat & instan meraup kekayaan melimpah, meski umumnya juga diketahui memiliki konsekuensi.
Makhluk halus layaknya Buto ini konon biasa dimintai bantuan oleh para dukun & paranormal untuk mempercepat mendatangkan uang & kekayaan materi dengan hebat.
Mereka yg mengerjakan pesugihan Buto Ijo ini, konon akan sering diiringi oleh Buto Ijo dalam beraktivitas atau berbisnis. Saat pelaku bernegosiasi, mereka akan menggedor hati lawan bisnis untuk menyerahkan bisnisnya pada pelaku.
Saat pelaku pesugihan berjualan rumah, mobil & sebagainya, Buto Ijo akan menolong mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Saat berjualan, pembeli akan dirayu si Buto Ijo untuk membeli di tempat kita.
Konon, Buto Ijo dapat juga ditemukan di bunk-bunk, lembaga & perusahaan yg berhubungan dengan keuangan. Konon, Buto ijo dijadikan sebagai satpam gaib yg loyal menunggui lembaga keuangan supaya terbebas dari pencurian tuyul & dedemit pencuri uang gaib lainnya.
Sayangnya, semua bentuk pesugihan & pemufakatan dengan makhluk halus pasti memiliki sejumlah konsekuensi. Sebagaimana yg terjadi saat bermufakat & meminta sesuatu dengan tipe makhluk halus apapun, maka mereka pun akan minta tumbal atau imbalan baik yg ringan maupun yg berat.
Karena itu, banyak pakar kebatinan menyarankan supaya orang-orang tidak mengpakai Buto Ijo sebagai tenaga pesugihan. Soalnya, Buto Ijo konon memiliki tabiat yg brangasan, ngawur & tidak terkontrol. Jika imbalannya dipandang tidak begitu bagus, dapat saja ia akan mengamuk & meminta korban nyawa dari keluarga si pelaku pesugihan.
Konon, untuk mendatangkan si Buto Ijo, kita cuma perlu mempersiapkan ritual & sejumlah sesajen. Untuk pemancing, ritual yg biasanya dilakukan adalah membakar kembang setaman, kemenyan Arab & dupa Cina sambil membaca mantra berulang-ulang hingga Buto Ijo datang.
Selain itu, kita juga perlu mempersiapkan ayam kampung, air putih di kendi, wewangian lain & madat yg mahal, diletakkan di atas nampan anyaman bambu tradisional. Dari sini kemudian dirapalkan beberapa mantra & doa yg jadi pengantar untuk semakin mempercepat si Buto Ijo datang memakan sesajen yg sudah disiapkan.
Adapun mantra yg biasa dipakai untuk memanggil datangnya Buto Ijo adalah sebagai berikut:
Hong ilaheng prayoga naniro, Aku si komo dadiaku teko ngajak dulurku si komo wurung, mayan-mayanku, bukakno plawangan gaibesedulurku den baguse kaki Buto Ijo lan den ayune nini Buto Ijo,Hu..hu..hu..hurip, jud maujudo ono ngarsaku heh dulurku, tak jaluk mreneyo, jabang bayikuduwe perlu marang sliramu, siro teko-o,wujuto gage memoni aku
Jika ritual & sesajen berjalan lancar, si Buto Ijo akan datang & menikmatinya. Lalu, setelah kenyang, Buto Ijo akan bersedia mengobrol atau melayani apapun permintaan si pelaku.
Nah, masih percayakah Anda dengan cara pesugihan? Siapkah Anda dengan konsekuensi bersekutu dengan makhluk halus? Terlebih si pelaku juga belum tentu tahu yg datang itu buto ijo, jin, setan atau tipe lain yg akan sering mempermainkan manusia.
Kemarin 20:59