• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Misi yang bikin Kopassus diakui dunia

wirapedia

IndoForum Beginner D
No. Urut
282669
Sejak
25 Feb 2014
Pesan
604
Nilai reaksi
11
Poin
18
Komando Pasukan Khusus, atau disingkat Kopassus merayakan hari jadi ke-63 hari ini. Mereka memulai dari titik nol kini menjelma menjadi pasukan elite dunia. Berbagai macam misi dijalankan tim elite ini, dimulai dari operasi-operasi militer di awal kemerdekaan, merebut Irian Barat (sekarang Papua), penangkapan pimpinan pemberontak hingga pembebasan sandera.

Keberhasilan-keberhasilan yang mereka raih tak hanya mendapat pujian dari dalam negeri, bahkan negara-negara lain sempat memasukkan Kopassus sebagai satu dari tim elite terbaik dunia. Pujian ini tak lepas dari kegiatan operasi mereka yang minim membawa korban dari sipil, dan berhasil melumpuhkan lawan-lawan mereka.

Dengan membawa motto 3B, yakni Berani, Benar, Berhasil menjadi pegangan pasukan ketika menjalani misi di medan tugas paling berat sekalipun.

Berikut misi-misi Kopassus yang pernah dijalani Kopassus hingga diakui dunia:

1.Pembebasan di Woyla
Indonesia dikejutkan dengan aksi pembajakan lima orang teroris yang menamakan diri 'Komando Jihad'. Kelompok yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein ini membajak pesawat DC-9 Garuda Indonesia rute Palembang-Medan ini dipaksa terbang menuju Kolombo, namun bahan bakar yang tidak cukup membuat pesawat ini mendarat di Woyla, Thailand.

Setelah empat hari berlangsung, pasukan komando Kopassandha (sekarang Kopassus) di bawah pimpinan Letnan Kolonel Infanteri Sintong Panjaitan menggelar serbuan kilat pada 31 Maret 1981. Seluruh pasukan langsung menyerbu ke dalam dan menembaki sejumlah teroris.

Tidak ada satu pun sandera yang terluka ataupun tewas dalam operasi pembebasan ini. Alhasil, operasi komando ini mendapat pujian dunia.

Pilot pesawat Garuda, Kapten Herman Rante, dan Achmad Kirang, salah satu anggota satuan Para-Komando Kopassandha, meninggal. Sementara lima teroris seluruhnya tewas.

2.Pembebasan sandera di Mapenduma
Sekelompok peneliti yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Lorentz di belantara Papua tiba-tiba disergap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mendapat sejumlah sandera, mereka lantas mengajukan tuntutan kepada pemerintah RI, yakni mengakui kemerdekaan Negara Melanesia Barat.

Upaya pembebasan sandera dipimpin Danjen Kopassus Mayjen Prabowo Subianto. Setelah mendapatkan persetujuan dari pusat dan negara-negara yang ikut dalam negosiasi, pasukan elite TNI ini langsung bergerak untuk membebaskan mereka.

Sebelum operasi pembebasan dimulai, Prabowo membeberkan hasil statistik yang diungkap oleh Federal Bureau of Investigation (FBI). Lembaga ini menilai upaya pembebasan sandera dengan operasi bersenjata 50 persen akan gagal. Alhasil, TNI mengupayakan pendekatan persuasif, namun upaya ini berkali-kali dimentahkan dan diingkari OPM.

Tepat hari ke-130 penyanderaan, Kopassus dibantu pasukan pendukung dari Kostrad dan Kodam Cendrawasih mengejar para penyandera. Lebatnya hutan sempat menyulitkan pasukan, apalagi OPM sangat menguasai medan. Namun, berkat kemampuan survival, mereka berhasil menemukan keberadaan OPM hingga terlibat baku tembak.

Meski operasi berhasil dilaksanakan dan seluruh sandera berhasil dibebaskan, namun 2 dari 11 sandera ditemukan tewas akibat dibacok oleh OPM. Mereka adalah Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

3.Pendakian Everest
Atas prakarsa Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Mayor Jenderal TNI Prabowo Subianto, Tim Nasional Indonesia berhasil menancapkan Sang Saka Merah Putih di puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest di Nepal. Gunung setinggi 8.848 meter di atas laut ini ditaklukkan oleh tim yang sebagian besar berisi pasukan Kopassus dan beberapa orang sipil.

Tim ini berhasil mencapai puncak Everest pada pukul 15.25 waktu Nepal, hari Sabtu 26 April 1997. Keberhasilan ini disampaikan oleh Letkol Inf Pramono Edhie Wibowo dari Katmandu Nepal. Sukses sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang mencapai puncak tertinggi di dunia.

Untuk mencapai puncaknya, tim ini memulai perjalanannya dari jalur selatan Nepal. Tim yang beranggotakan Kopassus, Wanadri, FPTI dan Mapala UI harus melalui sejumlah medan bersalju selama 46 hari sejak 12 Maret 1997. Anggota Tim Selatan, Pratu Asmujiono menjadi yang pertama mengibarkan Sang Merah Putih di Puncak Mount Everest, kemudian disusul Sertu Misirin.

"Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar. Komando!" teriak Asmujiono ketika itu.

Sebaliknya, Tim Utara yang terdiri dari Serda Sumardi, Ogum Gunawan Ahmad dan Praka Tarmudi memulai perjalanan pada 22 Maret 1997. Mereka mendaki ke Puncak Everest dari sisi utara Tibet, China.

Setelah 48 hari pendakian, tepatnya pada 8 Mei 1997, mereka membatalkan misi pendakian meski sudah mencapai ketinggian 8.600 meter. Pembatalan ini dilakukan mengingat cuaca yang sangat buruk dan pertimbangan keselamatan pendakian.

4.Operasi melawan SAS
Berbeda dengan ketiga operasi sebelumnya, operasi yang dilakukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), sekarang Kopassus di belantara Kalimantan tak pernah diungkap kepada publik. Konfrontasi dengan Malaysia membuat Presiden Soekarno memerintahkan Panglima TNI menggelar Operasi Dwikora dan menggagalkan pembentukan negara Malaysia.

Operasi ini tak pernah diungkap lewat pernyataan perang resmi seperti yang terjadi saat TNI berupaya merebut Irian Barat melalui operasi militer Trikora. Alhasil, TNI tidak mengirimkan pasukan reguler, melainkan para gerilyawan untuk membantu Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) melawan Malaysia. Tak hanya itu, personel yang terlibat juga wajib melepas seluruh identitas mereka, termasuk seragam TNI.

Selama beroperasi, mereka tak hanya terlibat bentrok dengan pasukan Malaysia, tapi juga pasukan elite Inggris Special Air Services (SAS). Selain mereka, Inggris juga mengirim pasukan Gurkha dan SAS tambahan dari Selandia baru dan Malaysia.

Komandan Pasukan Inggris di Malaya, Mayor Jenderal Walter Walker merasa SAS diperlukan untuk membendung pasukan gerilya asal Indonesia. Walker tak mau jatuh korban lebih banyak di kalangan Inggris. Pertempuran antara SAS dan Gurkha melawan gerilyawan TNKU berlangsung seru. Lebatnya rimba Kalimantan menjadi saksi pertempuran yang tak pernah diberitakan media tersebut.

Kadang pasukan Inggris mengalahkan gerilyawan TNKU dalam pertempuran. Kadang gerilyawan TNKU yang memukul pasukan SAS dan Gurkha. Sulit untuk mencatat secara pasti data-data pertempuran.

Dari pertempuran di Kalimantan ini pula kemudian SAS belajar mengembangkan taktik gerilya bertempur di hutan. Kalau tak pernah berhadapan dengan pasukan elite Indonesia, mereka tak akan punya taktik ini.
 
Ini senjata legendaris Kopassus dari masa ke masa

Seperti halnya pasukan reguler, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga mengandalkan senjata untuk melaksanakan berbagai operasi. Tentunya, senapan-senapan yang digunakan berbeda dari tentara pada umumnya, sehingga dipilih senjata yang mampu dibawa ke medan-medan berat sekaligus ringan dibawa.

Sejak pertama kali dibentuk, Kopassus diberikan berbagai senjata khusus. Salah satunya senapan AK-47 yang terkenal bandel dan disukai pasukan gerilyawan di dunia.

Tak hanya itu, senapan Uzi buatan Israel ini menjadi andalan saat Kopassus menjalankan operasi pembebasan sandera dalam sebuah pembajakan pesawat Garuda Indonesia di Woyla, Thailand. Meski ada yang menyebut saat itu sebagian besar justru menggunakan MP5.

Berikut senjata-senjata legendaris yang pernah dan masih dipakai Kopassus dari masa ke masa:

1.Uzi
AQMcH.jpg
IMI Uzi atau bernama internasional MP-2, merupakan jenis senjata mesin ringan yang menyerupai pistol. Senjata ini dikembangkan sejak 1949 dan mulai digunakan militer Israel sejak tahun 1954.

Titik berat senjata ini terletak di atas grip pistol, perubahan massa berat senjata saat ditembakkan relatif kecil. Alhasil, saat ditembakkan dengan salvo panjang pun kestabilannya tetap terjamin.

Menembak dengan senjata ini boleh dikatakan sama tenangnya dengan menembakkan pistol jenis otomatis seperti FN 9 mm, bahkan mungkin lebih tenang. Peluru yang dipergunakan adalah Parabellum 9x19 mm, dengan magasen mulai dari isi 25 peluru sampai 32 peluru.

Kecepatan menembaknya mencapai 60 butir peluru per menit, sedangkan ketika melakukan tembakan beruntun akan mencapai 100 sampai 120 peluru per menit. Jarak menembak otomatis mencapai 100 meter dan akan meningkat ketika melakukan tembakan salvo hingga 200 meter.

Karena keefektifannya dalam menembak, senjata ini pernah digunakan Kopassus dalam operasi pembebasan sandera di Woyla, Thailand. Dalam misi tersebut, korps baret merah ini berhasil menembak mati tiga dari lima orang teroris, dan melukai pemimpinnya. Sedangkan sisanya ditembak mati saat terdorong keluar pesawat.

2.Bren
2n6t.jpg
Senapan Bren, merupakan jenis Senapan Mesin Ringan (SMR) buatan Inggris pada 1930-an, dan sempat dipakai hingga tahun 1991. Senapan ini mulai terkenal berkat daya gempurnya selama berlangsungnya Perang Dunia II dan sempat dipakai dalam Perang Korea maupun Perang Falkland.

Sebenarnya, Bren adalah versi modifikasi dari Senapan Mesin Ringan ZB vz. 26 buatan Cekoslowakia, yang diuji Angkatan Darat Inggris selama kompetisi senjata api pada tahun 1930-an. Bren tahap selanjutnya kemudian menggunakan magazen peluru box (kotak) melengkung yang khas, pelindung pijar kerucut dan laras rubah-cepat.

Senjata ini dibawa Inggris yang tergabung bersama pasukan sekutu ke Indonesia tak lama setelah kekalahan Jepang. Senapan ini digunakan tentara Allied Forces Netherlands East Indies atau AFNEI untuk menghadapi para pejuang kemerdekaan, termasuk peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Kopassus yang baru terbentuk pada 1953 membutuhkan sejumlah senjata untuk mendukung operasi-operasi mereka. Alhasil, Bren menjadi salah satu senjata andalan saat menghadapi pasukan pemberontak di seluruh Tanah Air.

3.AK-47
yrjDf.jpg
Avtomat Kalashnikova 1947 atau AK-47 merupakan senjata terbaik yang pernah dibuat Uni Soviet semasa berlangsungnya perang dingin. Banyak pihak yang menyebut desain AK-47 mirip dengan senapan serbu buatan Nazi Jerman Sturmgewehr 44 atau dikenal dengan nama StG44. Kemiripan itu tak lepas dari upaya pembuatnya, Mikhail Kalashnikov yang lebih dulu mempelajari StG44 pada 1946.

AK-47 memiliki banyak keunggulan, salah satunya tidak pernah macet meski tercebur ke dalam lumpur sekalipun. Alhasil, senapan ini sangat disukai para gerilyawan, teroris, dan tentara di banyak negara. Diperkirakan seratus juta senjata ciptaannya telah tersebar di seluruh dunia.

Senjata ini sempat jadi senapan serbu tentara Indonesia. Hubungan mesra antara Indonesia dan Uni Soviet membuat ribuan pucuk senjata AK-47 mengalir ke Indonesia tahun 1960an.

Saat itu hanya pasukan elite yang dapat jatah AK-47. Komando Pasukan Khusus yang dulu bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), salah satunya.

Seorang pensiunan bintara RPKAD, Maman, mengenang senjata ini memang bisa diandalkan. AK-47 dikenal bandel dan jarang macet.

"Dari Trikora, lalu Dwikora, penumpasan G30S, itu RPKAD pakai AK-47. Mudah dipakai, mudah dibersihkan dan dirawat. Dipakai berenang di laut atau masuk lumpur juga tidak masalah," katanya.

4.MP5
O3niV.jpg
Heckler & Koch Maschinenpistole (MP), atau lebih dikenal dengan nama MP5, menjadi senjata andalan Kopassus dalam melakukan pertempuran jarak dekat. Senapan mesin berbentuk pistol ini merupakan produk buatan Jerman yang diproduksi sejak 1960.

Oleh pabrikannya, senjata ini memang didesain buat kepentingan pasukan khusus dan dipakai pertama kali oleh pasukan elite Jerman, yakni GSG 9. Senjata ini sudah memiliki sejumlah varian dan telah dipakai oleh sejumlah negara, termasuk TNI.

MP5 memiliki ciri berat 2,6 kg, panjang 680 mm, kaliber 9 m dengan jangkauan tembak 200 meter, dan mampu memuntahkan 800 butir peluru per menit. Tidak mudah memiliki senjata jenis ini. Sebab penjualannya sangat dibatasi, bahkan TNI pernah ditolak saat memesan senjata ini.

Senjata tersebut memiliki akurasi dan keandalan yang tinggi serta diproduksi dengan banyak varian, sehingga menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer dan para penegak hukum di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu sangat mudah untuk dioperasikan dan mudah perawatannya.

5.SS-2 V5
hSlH7.jpg
Selain mengandalkan senapan buatan asing, Kopassus tak melupakan keberadaan senapan buatan negeri sendiri. Adalah Senapan Serbu 2 atau dikenal dengan nama SS-2, yang desain dan materialnya asli dari Indonesia.

TNI sendiri sudah menggunakannya sejak 2005 lalu, dimulai dari SS-2 V1. Khusus untuk Kopasus, varian yang diberikan adalah SS-2 V5 Commando yang baru diproduksi tahun 2012. SS2 V5 muncul untuk menanggapi keluhan terhadap SS2 V2 dan V4.

Dibandingkan varian sebelumnya, SS-2 V5 memiliki ukuran lebih pendek, ringan, dan nyaman dipakai. Tak hanya itu, senjata ini tahan terhadap kelembaban tinggi dan akurat setelah mengoreksi sustain rate of fire.

SS-2 dilengkapi ball stoper. Ketika peluru habis ditembakan, petembak tidak perlu mengokang kembali senjata untuk pengisian magazin.

Jangkauan tembaknya mencapai 400-500 meter dan dilengkapi teleskop Trijikon atau Close Quarter/Tactical CQT. Senapan serbu SS 2 diklaim dapat beroperasi diberbagai medan tanpa khawatir macet ketika digunakan.
 
5 Kendaraan tempur andalan Kopassus, ada yang buatan Indonesia

Keberadaan kendaraan tempur (ranpur) sangat penting untuk mendukung pasukan yang terjun ke medan pertempuran. Selain berfungsi sebagai alat transportasi, kendaraan ini juga digunakan sebagai alat transportasi untuk membawa pasukan menuju target yang ditentukan.

Kepemilikan kendaraan tempur tak hanya diperuntukkan bagi pasukan reguler, sekelas pasukan elite seperti Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga membutuhkannya. Apalagi, dengan misi-misi yang tentunya amat khusus dan tertutup, membuat mereka harus bergerak cepat namun senyap.

Pergerakan dengan berjalan kaki menuju lokasi yang sangat jauh bisa membuat kondisi pasukan letih, tentunya kondisi ini membuat daya tempur melemah dan bukan tidak mungkin kalah di medan pertempuran. Untuk menghindari ini, Kopassus memilih lima kendaraan tempur untuk memperbesar data gebuk mereka terhadap musuh.

Berikut kendaraan-kendaraan tempur andalan Kopassus:

1.Komodo
BDntA.jpg
Komodo merupakan produk asli buatan PT Pindad Bandung. Salah satu produk karya anak negeri yang tak kalah dengan alutsista buatan luar negeri.

Sosok mobil lapis baja 4X4 ini nampak gagah, tak kalah dengan humvee buatan Amerika Serikat. Salah satu perwira Kopassus menyebut ranpur jenis ini cocok untuk operasi anti-terorisme, yakni penyerbuan gedung dan pesawat.

Harga satu unit Komodo diperkirakan antara Rp 3,23 miliar sampai Rp 3,88 miliar. Kendaraan ini bisa membawa 5 orang personel, termasuk sopir dan pasukan pendukung di dalamnya.

Saat ini, sudah ada tujuh varian dari ranpur Komodo ini, yakni ambulans, APC, anti-teroris, komando, komunikasi, anti-udara hingga pengintaian. Ketebalan baja yang dimiliki bergantung dengan varian yang dipilih.

2.Casspir MK3
BIst0.jpg
Garang dan sangar, itulah kesan pertama saat melihat kendaraan angkut personel buatan Afrika Selatan ini. Di era 1980an, kendaraan ini kerap kali dimunculkan dalam latar televisi di dunia, terutama pada masa pergolakan pemberontakan para pejuang apartheid di Afrika Selatan.

Casspir memiliki sejumlah keistimewaan, salah satunya dapat menahan ledakan ranjau anti-personel hingga anti-tank. Itulah alasan mengapa desain kendaraan dibentuk mirip huruf 'V'. Sehingga tenaga ledakan bergerak menyamping, bukan diredam. Di AS, ranpur ini dikenal dengan buffalo.

Casspir juga mampu meredam hantaman peluru kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter. Jadi tak soal bila Casspir dihujani peluru dari senjata macam M-16 atau AK-47. Kabinnya mampu memuat 12 personel bersenjata lengkap.

Untuk perlengkapan tempurnya, Casspir senjata andalan yang terpasang pada kendaraan ini adalah varian senapan mesin kaliber 7,62 mm. Senjata bisa diganti dengan senapan mesin berat (SMB) kaliber 12,7 mm atau 20 mm.

Dengan beragam kelebihan itu, Kopassus mempercayakan Casspir MK3 sebagai 'kuda perang', khususnya Satuan Penanggulangan Teror alias Sat Gultor-81.

3.Bushmaster PMV
rqGQi.jpg
Ranpur buatan Australia ini memiliki penampilan yang hampir sama dengan Casspir. Tak hanya itu, Bushmaster telah memiliki pengalaman tempur cukup baik di medan Afghanistan dan Irak. Sehingga, keselamatan seluruh awak yang berada di dalam kendaraan terlindungi.

Bushmaster memiliki sejumlah keunggulan, terutama lapisan baja yang terpasang di bodi kendaraan ini. Lapisan baja rantis ini dibuat dari bahan baja super keras dan diolah dengan metode desulfurisasi serta vacuum degassing untuk menghilangkan kandungan sulfur, hidrogen, oksigen, dan nitrogen sehingga mendapatkan molekul bisalloy. Alhasil, proyektil hingga kaliber 7,62 mm tidak akan mampu menembus lapisan bajanya, begitu pun lapisan kacanya.

Jika melindas ranjau, Bushmaster sudah siap menahan ledakan berkat bodinya yang menyatu dari atas hingga ke bawah, ditambah sudut tajam menyerupai huruf 'V'. Para penumpangnya pun diberikan kenyamanan dengan adanya tangki bladder air yang dilengkapi sistem pendingin dari AC berkapasitas 270 liter. Air ini pula yang menjadi perisai kedua pada saat terjadi ledakan di bawah kendaraan.

Saat diujicoba pertama kali, para prajurit Kopassus mengaku terkesan dengan kapabilitas yang dimiliki Bushmaster. Bahkan, dianggap lebih baik dibandingkan Casspir.

"Bushmaster lebih tangkas daripada ranpur Casspir yang dimiliki oleh Satuan saya saat ini," ujar Serda Supriyanto dari Sat Gultor-81 Kopassus. "Mesin Bushmaster jauh lebih kuat dan sistem kendali operasi terasa sangat lebih ringan. Bushmaster ini juga sudah dilengkapi dengan AC dan joknya jauh lebih enak untuk diduduki."

4.Land Rover Defender
uCwKP.jpg
Kontur alam Indonesia membuat Tentara Nasional Indonesia memilih mempergunakan Land Rover Defender untuk mengatasinya. Kendaraan 4x4 asal Inggris ini menjadi andalan ketika melintasi medan off road saat melintasi medan berlumpur, pasir hingga berbatu sekalipun.

Land Rover sendiri mengklaim, Defender memiliki kemampuan yang sangat kuat, sebab mulai dari mesin, kaki-kaki hingga bodi seluruhnya menggunakan alumunium. Spesifikasi yang disediakan juga disebut-sebut mumpuni untuk melintasi medan berat.

Bahkan, rangka yang kuat membuatnya tetap berjalan meski tertimpa helikopter. Tak heran jika kendaraan ini dibanderol pada kisaran harga Rp 800 juta.

Land Rover Defender disokong mesin 2.200 cc tenaga 122 Ps pada 3.500 rpm dan torsi 360 Nm pada 2.000 rpm. Mobil dua alam ini memiliki 12 varian dengan daya jelajah 11,7 liter per 100 km untuk kapasitas tangki 60 liter dan 13,6 liter per 100 km untuk kapasitas tangki 75 liter. Land Rover Defender bisa berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam hitungan waktu 15,8 detik dengan kecepatan maksimal 145 km/jam.

5.Flyer 4×4
mWMV3.jpg
Sebagai satuan khusus, sudah barang tentu Kopassus membutuhkan kendaraan yang mampu memobilisasi pasukan dengan cepat. Alhasil, kendaraan taktis sangat diperlukan agar pergerakan dapat dilakukan secara tepat dan cepat, meski jumlah personelnya sedikit tapi mematikan.

Untuk menunjang misi tersebut, dipilihlah Flyer 44 buatan Australian Defence Industries. Berbeda dengan ranpur milik Kopassus lainnya, kendaraan ini menyerupai kendaraan taktis yang digunakan tim elite AS, Delta Force. Meski tidak memberikan perlindungan karena penampakannya yang serba terbuka, tapi seluruh penumpangnya bisa bergerak dengan bebas.

Flyer mempunyai bobot 1.600 kg dan ditenagai mesin turbo diesel dengan 2.100 cc. Untuk memberi efek perlindungan, mesin ditempatkan pada sisi belakang. Kecepatan Flyer dapat dikebut hingga 100 km per jam dengan jarak jelajah 700 km. Flyer mempunyai dua dudukan senjata untuk kaliber 7,62 mm.

Kendaraan pelibas medan off road ini juga sangat pas untuk mendukung mobilitas tempur pasukan udara (airborne). Beratnya yang hanya 1.600 kg membuatnya mudah diangkut oleh C-130 Hercules, apalagi di sekujur body memang sudah disiapkan cantelan untuk dikaitkan dalam kargo pesawat.
 
"Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada Gagal di Medan Tugas"
 
Salah satu pasukan terbaik dunia :-bd
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.