• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Misi SBY ke Luar Negeri Tak Bisa Diukur Uang

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
"Kita harus melihat ada satu misi yang dibawa Presiden ke suatu negara."

Sta Khusus Presiden menyatakan perjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke luar negeri memiliki akuntabilitas yang jelas. Namun, mereka menyatakan, perjalanan yang membawa misi negara itu jangan diukur dengan uang.

"Kita harus melihat ada satu misi yang dibawa Presiden ke suatu negara," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 21 September 2010.

Setiap tahun, kata Faizasyah, secara reguler Presiden RI akan menghadiri beberapa forum regional maupun global. Misalnya, KTT ASEAN, G20, dan APEC. Misi suatu kunjungan juga akan ditetapkan dan dinilai. "Kita tidak serta merta melihat jumlah orang terhadap produk akhir, tetapi kita harus mengedepankan misi yang diemban," Faizasyah menambahkan.

Misi ini, lanjut Faizasyah, tidak bisa diukur dengan uang. Kunjungan Presiden ke luar negeri, pertama-tama adalah membawa misi bangsa, dan semua itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Demikian juga soal anggaran yang juga sudah direncanakan sebelumnya.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menjelaskan sesungguhnya banyak penghematan di dalam kunjungan-kunjungan kerja Presiden. "Saya tidak bisa mengatakan detailnya, tetapi itu ada dan sudah dilakukan," ia menegaskan.

Hari ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menyebut biaya perjalanan parlemen dan pemerintah untuk 2010 ini mencapai Rp1,9 triliun. DPR sendiri menganggarkan Rp109 miliar untuk 2010 ini. Meski turun di banding 2009, Pramono Anung mendesak penghematan lebih jauh.

• VIVAnews
 
"Kita harus melihat ada satu misi yang dibawa Presiden ke suatu negara."

Sta Khusus Presiden menyatakan perjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke luar negeri memiliki akuntabilitas yang jelas. Namun, mereka menyatakan, perjalanan yang membawa misi negara itu jangan diukur dengan uang.

"Kita harus melihat ada satu misi yang dibawa Presiden ke suatu negara," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 21 September 2010.

Setiap tahun, kata Faizasyah, secara reguler Presiden RI akan menghadiri beberapa forum regional maupun global. Misalnya, KTT ASEAN, G20, dan APEC. Misi suatu kunjungan juga akan ditetapkan dan dinilai. "Kita tidak serta merta melihat jumlah orang terhadap produk akhir, tetapi kita harus mengedepankan misi yang diemban," Faizasyah menambahkan.

Misi ini, lanjut Faizasyah, tidak bisa diukur dengan uang. Kunjungan Presiden ke luar negeri, pertama-tama adalah membawa misi bangsa, dan semua itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Demikian juga soal anggaran yang juga sudah direncanakan sebelumnya.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menjelaskan sesungguhnya banyak penghematan di dalam kunjungan-kunjungan kerja Presiden. "Saya tidak bisa mengatakan detailnya, tetapi itu ada dan sudah dilakukan," ia menegaskan.

Hari ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menyebut biaya perjalanan parlemen dan pemerintah untuk 2010 ini mencapai Rp1,9 triliun. DPR sendiri menganggarkan Rp109 miliar untuk 2010 ini. Meski turun di banding 2009, Pramono Anung mendesak penghematan lebih jauh.

• VIVAnews

yg penting hasilnya ...bukan jalan-jalannya:D
 
mending ga ada hubungan terlalu dekat dng negara lain...........
tpi rakyatnya makmur..............
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.