yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Langkah tepat diambil PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) debgab memasarkan Mitsubishi Mirage di Indonesia. Apalagi, saat ini pasar city car terus tumbuh bahkan bisa jadi semua agen pemegang merek mengeluarkan andalan masing-masing. Dengan harga yang rata-rata beda tipis, salah satu jurusnya untuk menarik konsumen menawarkan fitur lebih banyak! Soal ini, Mirage di atas angin.
Kemarin (27/9), KTB mengajak media ”mengintimi” Mirage, keliling Jakarta dengan berbagai aktivitas untuk menunjukkan kelincahannya. Satu mobil diisi tiga awak media yang diminta mengunjungi beberapa tempat. Kesan pertama yang KompasOtomotif, kabin si kecil ini lega!
Siti Sarah, usher yang mendampingi KompasOtomotif dan dua rekan media lainnya bilang, ini city car yang paling lega. ”Nih lihat, kaki saya bisa selonjor, dan di belakang masih bisa duduk dengan nyaman,” ujar mahasiswi jurusan PR FISIP UI itu.
Menembus kemacetan
Cukup memandangi sekilas interior, kini saatnya membesut si kecil banyak warna itu. KompasOtomotif kebagian varian Exceed bertransmisi otomatis. Dirasakan sedikit hentakan ketika memindahkan tuas transmisi (CVT) dari posisi N atau P ke D. Namun, ketika mobil sudah melaju, perpindahan giginya cukup halus. Kick down sesekali dilakukan untuk mengejar ketertinggalan.
Untukmanuver, city car banget! Electronic Power Steering membuat setir sangat ringan dioperasikan. Kebetulan, tes kemarin dihadapkan dengan kondisi jalanan yang sangat macet. Rute Pulomas-Kuningan-Menteng-Kemayoran-Sudirman-Senayan menyita waktu hampir tujuh jam! Untung mobil berbobot 870 kg itu fun to drive. Putar balik, salah satu kelebihan Mirage. Radius putarnya hanya 4,4 meter, paling kecil di kelas rata-rata 4,5 meter.
Selama menunggu macet, fitur di dalam sangat membantu. Setir bisa dinaik-turunkan untuk memperoleh posisi tangan yang pas dan mantap. Jok juga bisa ditinggikan, cukup mengobati gelisah karena stress menghadapi macet luar biasa.
Sistem pemanja telinga cukup berkelas, yaitu radio dan CD Player yang dilengkapi USB port. Semua itu terintegrasi pada dasbor sehingga tampak semakin mewah. Dua fitur itu tersedia di semua varian Mirage yang visa mengurangi kebosanan saat macet.
Irit
Mirage dilengkapi dengan fitur lane change turn signal. Pengemudi cukup menggeser tuas lampu sein setengah saja, untuk membuat lampu berkedip tiga kali dan menandai mobil akan berpindah jalur. Saat memasuki tempat pencucian mobil otomatis di kawasan SCBD Sudirman, wiper dicoba! Ternyata, sudah dilengkapi dengan pengatur kecepatan.
Konsumsi bahan bakar? Perjalanan dimulai dengan mengisi bensin di kawasan Kuningan 25 liter dan event berakhir di Senayan dengan kondisi macet parah. Indikator bensin bergerak satu bar. Di layar informasi tertera, konsumi bahan bakar rata-rata mencapai 12.km per liter.
Kemarin (27/9), KTB mengajak media ”mengintimi” Mirage, keliling Jakarta dengan berbagai aktivitas untuk menunjukkan kelincahannya. Satu mobil diisi tiga awak media yang diminta mengunjungi beberapa tempat. Kesan pertama yang KompasOtomotif, kabin si kecil ini lega!
Siti Sarah, usher yang mendampingi KompasOtomotif dan dua rekan media lainnya bilang, ini city car yang paling lega. ”Nih lihat, kaki saya bisa selonjor, dan di belakang masih bisa duduk dengan nyaman,” ujar mahasiswi jurusan PR FISIP UI itu.
Menembus kemacetan
Cukup memandangi sekilas interior, kini saatnya membesut si kecil banyak warna itu. KompasOtomotif kebagian varian Exceed bertransmisi otomatis. Dirasakan sedikit hentakan ketika memindahkan tuas transmisi (CVT) dari posisi N atau P ke D. Namun, ketika mobil sudah melaju, perpindahan giginya cukup halus. Kick down sesekali dilakukan untuk mengejar ketertinggalan.
Untukmanuver, city car banget! Electronic Power Steering membuat setir sangat ringan dioperasikan. Kebetulan, tes kemarin dihadapkan dengan kondisi jalanan yang sangat macet. Rute Pulomas-Kuningan-Menteng-Kemayoran-Sudirman-Senayan menyita waktu hampir tujuh jam! Untung mobil berbobot 870 kg itu fun to drive. Putar balik, salah satu kelebihan Mirage. Radius putarnya hanya 4,4 meter, paling kecil di kelas rata-rata 4,5 meter.
Selama menunggu macet, fitur di dalam sangat membantu. Setir bisa dinaik-turunkan untuk memperoleh posisi tangan yang pas dan mantap. Jok juga bisa ditinggikan, cukup mengobati gelisah karena stress menghadapi macet luar biasa.
Sistem pemanja telinga cukup berkelas, yaitu radio dan CD Player yang dilengkapi USB port. Semua itu terintegrasi pada dasbor sehingga tampak semakin mewah. Dua fitur itu tersedia di semua varian Mirage yang visa mengurangi kebosanan saat macet.
Irit
Mirage dilengkapi dengan fitur lane change turn signal. Pengemudi cukup menggeser tuas lampu sein setengah saja, untuk membuat lampu berkedip tiga kali dan menandai mobil akan berpindah jalur. Saat memasuki tempat pencucian mobil otomatis di kawasan SCBD Sudirman, wiper dicoba! Ternyata, sudah dilengkapi dengan pengatur kecepatan.
Konsumsi bahan bakar? Perjalanan dimulai dengan mengisi bensin di kawasan Kuningan 25 liter dan event berakhir di Senayan dengan kondisi macet parah. Indikator bensin bergerak satu bar. Di layar informasi tertera, konsumi bahan bakar rata-rata mencapai 12.km per liter.