• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Minyak, dari 2 Dollar hingga 147 Dollar

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. hendladi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
0926103620X310.jpg


LONDON, KOMPAS.com - Harga minyak melonjak kembali di atas 100 dollar Amerika Serikat per barrel pada Senin (31/1/2011) waktu setempat, melewati penghalang penting untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, karena pedagang cemas atas dampak kerusuhan Mesir pada pasokan minyak mentah global.

Berikut adalah daftar perkembangan penting harga minyak selama 40 tahun terakhir, dari dua dollar AS menjadi hampir 150 dollar AS per barrel.

* 1970: Harga resmi minyak mentah Saudi ditetapkan pada 1,80 dollar AS per barrel.
* 1974: Harga melewati 10 dollar AS per barrel setelah guncangan minyak pertama, dipicu oleh perang Arab-Israel Oktober 1973.
* 1979: Revolusi Islam di Iran menyebabkan guncangan minyak baru dan harga melampaui 20 dollar AS per barrel.
* 1980: Barel minyak melampaui 30 dollar AS per barrel dan mencapai 39 dollar AS per barrel pada awal 1981 pada puncak perang Iran-Irak.
* September-Oktober 1990: Irak menginvasi Kuwait dan harga minyak naik di atas 40 dollar AS per barrel.



* Agustus 2005: Harga naik di atas 70 dollar AS per barrel karena Badai Katrina melanda Teluk Meksiko, merusak instalasi utama minyak lepas pantai.
* 2 Januari 2008: Harga mencapai 100 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya dalam sejarah, di tengah kekhawatiran mendalam atas kekerasan di Nigeria, ketidakstabilan di Pakistan dan masalah pasokan di pasar utama AS.
* 13 Maret 2008: Minyak mentah light sweet ditutup di atas 110 dollar AS per barrel di tengah demam spekulasi atas melemahnya dollar AS dan China dan India yang terus mengalami peningkatan permintaan.
* Mei-Juni 2008: Dalam waktu dua bulan, harga melonjak melewati 120 dollar AS per barrel, 130 dollar dan 140 dollar AS per barrel, dibantu oleh prospek cerahnya ekonomi AS, jatuhnya persediaan energi AS dan permintaan China meningkat.
* 6 Juni 2008: Minyak mentah light sweet melonjak 10,75 dollar AS per barrel -- lompatan terbesar satu hari yang pernah terjadi -- meroket setinggi 139,12 dollar AS per barrel di tengah kekhawatiran baru dari serangan Israel terhadap Iran.
* 11 Juli 2008: Minyak mencapai titik rekor tertinggi baru pada 147,50 dollar AS per barrel di London dan 147,27 dollar AS per barrel di New York. Pasar juga didorong oleh meningkatnya kekhawatiran geopolitik di Iran dan Nigeria, dolar yang lemah dan pembeli spekulatif.
* Juli-Desember 2008: Harga merosot kembali secara dramatis di bawah 100 dollar AS per barrel dalam koreksi harga brutal, karena kemerosotan ekonomi yang tajam di seluruh dunia -- berakar pada krisis keuangan global -- kerusakan permintaan energi.
* 19 Desember 2008: Minyak mentah New York terjatuh ke 32,40 dollar AS per barrel, poin terendah selama hampir lima tahun, setelah runtuhnya bunk investasi AS Lehman Brothers pada awal tahun itu. Lehman yang berbasis di New York, mantan bintang Wall Street, terpaksa menyatakan pailit pada September 2008 karena kekurangan kas akut akibat krisis keuangan global meletus, yang mengarah ke krisis dalam perekonomian AS.



* Januari-Juni 2009: Harga minyak naik terus, mencapai 60 dollar AS per barrel dengan Mei dan 70 dollar AS per barrel pada Juni, karena para pedagang mengambil hati dari tanda-tanda peningkatan pemulihan ekonomi global.
* Desember 2009: Pasar berakhir tahun dengan kenaikan tahunan yang mengesankan lebih dari 70 persen, dibantu oleh harapan memulihkan permintaan energi dunia.
* 2010: Minyak terus menguat didukung rapuhnya pemulihan ekonomi global, bertahap naik umenjadi mengakhiri tahun di sekitar 93 dolar di London dan hampir 90 dollar AS per barrel di New York. Investor terhibur oleh berita bahwa zona euro, Inggris, Jepang dan Amerika Serikat telah lolos resesi sengit.
* Januari 2011: Minyak naik karena jalur pipa yang mencakup Alaska, yang diperkirakan membawa 12 persen dari produksi minyak mentah AS, sementara ditutup untuk kebocoran.
* 31 Januari 2011: Minyak Brent London melonjak kembali di atas 100 dollar AS per barrel untuk pertama sejak Oktober 2008, mencapai puncak tertinggi baru dua tahun di atas 101 dollar AS per barrel, karena para pedagang resah atas dampak kerusuhan kekerasan di Mesir. Kekhawatiran pasar didorong oleh kekhawatiran bahwa kekacauan Mesir bisa mengganggu aliran minyak melalui Terusan Suez ke Barat. Namun, pasar tetap jauh di bawah rekor tertinggi di atas 147 dollar AS per barrel pada Juli 2008.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.