• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Minuman Bersoda Perlambat Perkembangan Otak

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
iD2Uo.jpg
Dahaga akan membuat minuman bersoda dingin menjadi sangat menggiurkan, apalagi jika dipanggang cuaca terik. Namun, sebaiknya jauhkan minuman itu dari anak-anak dan remaja. Pasalnya, sebuah studi menyebutkan, minuman bersoda dapat memperlambat perkembangan otak anak.

Alasannya, minuman bersoda mengandung kafein yang dapat mencegah tidur nyenyak. Padahal, tidur merupakan saat tepat untuk meningkatkan fungsi otak. Proses koneksi antarsel otak menjadi lebih optimal saat tidur nyenyak.

Terlalu banyak minuman bersoda dikhawatirkan menyebabkan skizofrenia, kecemasan, dan gangguan kepribadian. Kondisi itu dihasilkan konsumsi 300-400 miligram kafein per hari. Mengutip laman Daily Mail, itu setara dengan empat kaleng minuman soda atau tiga cangkir kopi per hari.

Profesor Reto Huber dari Rumah Sakit Universitas Anak di Zurich telah melakukan uji coba minuman bersoda pada tikus. Tikus muda yang diberi air mineral tidur jauh lebih nyenyak dibanding tikus yang mengkonsumsi minuman bersoda. Koneksi otak mereka juga lebih baik.

Meski otak tikus berbeda dengan manusia, ditemukan banyak kesamaan dalam cara berkembangnya. Bahkan muncul kekhawatiran, efek minuman bersoda pada otak manusia jauh lebih dahsyat dibandingkan pada tikus.

Padahal, 30 tahun terakhir konsumsi minuman bersoda oleh anak-anak dan remaja meningkat 70 persen. Penjualan minuman berenergi yang mengandung lebih banyak kafein pun meningkat tajam.

Oleh karena itu, disarankan anak dan remaja tak mengkonsumsinya. Demi mencegah penyakit otak muncul sejak remaja. Tak hanya itu, gula berlebih pada minuman bersoda juga dipercaya membuat anak-anak lebih penyendiri serta berpikiran kacau.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.