Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pak Haji memiliki pohon mangga di halaman rumahnya. Suatu hari saya lewat di depan rumahnya, lalu saya menyapa beliau,
"Pak Haji, boleh gak saya minta mangga nya ?"
"Boleh dong Pak Ustad, silahkan petik sendiri mana yg Pak Ustad mau"
Nah itu cerita pertama. Adapun cerita kedua terjadi pada hari yg berbeda.
Pak Haji karena sudah hafal jam berapa biasanya saya lewat, beliau sudah menyiapkan satu plastik mangga, lalu beliau duluan yg menyapa saya "Pak Ustad, ini kebetulan mangga nya lagi pada mateng, tunggu sebentar ya saya sudah siapkan spesial buat Pak Ustad"
"Wah terimakasih Pak Haji, jadi ngerepotin"
Nah saudara, mana yg lebih enak ? Tentu saat ditawarkan. Karena mangga nya sudah siap, & pastinya manis semua karena si empunya yg memetik langsung. Bandingkan saat saya yg minta, sudahlah saya petik sendiri, & dapat jadi mangga nya ada yg asam karena saya tidak pakar memilih mangga.
Begitulah saat kita mengharapkan pertolongan Allah, mengharap rizki Allah, meminta kebahagiaan kepada Allah, lebih enak saat ditawarkan sendiri oleh Allah kan ? Bagaimana caranya ?
Satu, sholat awal waktu. Karena panggilan azan adalah panggilan saat kita ditawarkan kebahagiaan oleh Allah. Saat muazin menyeru "Hayya alal falah" itu kalimat sedap banget kalau mau kita renungkan. Segera datangi panggilan tersebut !
Kedua, pada waktu tahajud. Karena, sesuai dengan hadist Nabi, rahmat Allah ditawarkan pada waktu tersebut. Allah senantiasa menunggu siapakah diantara kita yg bangun menyambut penawaran itu, saat orang lain sedang terlelap tidur.
Jadi, hingga kapan kita terus mengabaikan kedua kesempatan tersebut ?
Buku Motivasi Islam untuk Pengembangan diri
campsite.bio
Bisa Cek-cek dulu, barangkali ada diantara Sahabat sukai.
Up cendolnya ya!
Waktunya bangun & berubah dari tidur panjang kita !
Wassalam. Hari ini 08:53
"Pak Haji, boleh gak saya minta mangga nya ?"
"Boleh dong Pak Ustad, silahkan petik sendiri mana yg Pak Ustad mau"
Nah itu cerita pertama. Adapun cerita kedua terjadi pada hari yg berbeda.
Pak Haji karena sudah hafal jam berapa biasanya saya lewat, beliau sudah menyiapkan satu plastik mangga, lalu beliau duluan yg menyapa saya "Pak Ustad, ini kebetulan mangga nya lagi pada mateng, tunggu sebentar ya saya sudah siapkan spesial buat Pak Ustad"
"Wah terimakasih Pak Haji, jadi ngerepotin"
Nah saudara, mana yg lebih enak ? Tentu saat ditawarkan. Karena mangga nya sudah siap, & pastinya manis semua karena si empunya yg memetik langsung. Bandingkan saat saya yg minta, sudahlah saya petik sendiri, & dapat jadi mangga nya ada yg asam karena saya tidak pakar memilih mangga.
Begitulah saat kita mengharapkan pertolongan Allah, mengharap rizki Allah, meminta kebahagiaan kepada Allah, lebih enak saat ditawarkan sendiri oleh Allah kan ? Bagaimana caranya ?
Satu, sholat awal waktu. Karena panggilan azan adalah panggilan saat kita ditawarkan kebahagiaan oleh Allah. Saat muazin menyeru "Hayya alal falah" itu kalimat sedap banget kalau mau kita renungkan. Segera datangi panggilan tersebut !
Kedua, pada waktu tahajud. Karena, sesuai dengan hadist Nabi, rahmat Allah ditawarkan pada waktu tersebut. Allah senantiasa menunggu siapakah diantara kita yg bangun menyambut penawaran itu, saat orang lain sedang terlelap tidur.
Jadi, hingga kapan kita terus mengabaikan kedua kesempatan tersebut ?
Buku Motivasi Islam untuk Pengembangan diri
selfdevelopment's Campsite.bio
selfdevelopment's Campsite.bio profile. Create your own bio link for free today.
Up cendolnya ya!
Waktunya bangun & berubah dari tidur panjang kita !
Wassalam. Hari ini 08:53