yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Rofyanto Kurniawan mengungkapkan, kuota BBM dapat jebol menjadi 48 juta kiloliter (kl). Lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-P 2012 sebesar 40 juta kl.
Menurutnya, hal ini terjadinya akibat adanya peningkatan konsumsi BBM bersubsidi oleh masyarakat. "Kalau 2,5 juta kl saja, itu bisa sampai Rp6-8 triliunan," ujar Rofyanto di kantornya, Jakarta 11 Mei 2012.
Untuk itu, Rofyanto mengatakan, adanya kebijakan terkait penghematan energi sangat penting dilakukan pada tahun ini. "Satu juta kl saja bisa menghematnya cukup signifikan," katanya.
Dia menegaskan, dengan mengeluarkan kebijakan, pemerintah belum meredam jebolnya subsidi yang terjadi. Namun, minimal lebarnya subsidi bisa diperkecil. "Dari 48 juta kl bisa ditekan sampai 44 atau 43 juta kl. Nah, itu sangat signifikan," ujarnya.
Sementara itu, jebolnya anggaran ini lebih kecil dari perkiraan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Hatta mengungkapkan, bila pemerintah tidak menghemat BBM, baik melalui pembatasan atau lainnya, subsidi energi akan jebol menjadi Rp340 triliun. Padahal dalam APBN-P 2012, jatah subsidi energi hanya Rp225 triliun