Mimpi saya.....
Saya tiba-tiba terjun ke tengah-tengah sebuah medan perang. Indonesia vs Tentara Mongol. Setting sore hari, masih jamannya Genghis Kahn, jadi perangnya make pedang, panah, pasukan kuda, dsb.
Saya terjun ke tengah medan perang tersebut seperti halnya "warp", jadi tiba-tiba saja muncul. Saya dianggap sebagai utusan dari masa depan, selain menjadi pahlawan bagi Indonesia, saya juga menjadi buruan yang paling diincar bagi Tentara Mongol.
Saya muncul tanpa dilengkapi senjata apapun. Saya berlindung dari beberapa tebasan pedang yang jelas-jelas mengincar saya, mengelak dari lesatan anak panah, mencari sebuah senjata. Yang saya pikirkan saat itu hanyalah mencari senjata, demi mempertahankan hidup saya.
Setelah mencari-cari diantara tumpukan mayat (perang masih terus berlanjut), saya menemukan sebuah belati (biasanya lebih dikenal dengan sebutan "Dagger"). Belati tersebut saya pegang di tangan kanan saya. "Belati ini terlalu kecil", pikir saya. Saya harus mencari senjata yang lebih panjang jangkauannya, "Ya! Saya butuh sebuah... Tidak... Dua buah pedang".
Saya manfaatkan belati tersebut sebaik-baiknya hingga saya mendapat senjata pengganti yang saya harapkan. Saya mulai mencari musuh, entah mengapa saya menjadi haus darah. Satu sasaran terlihat. Dia lengah. Dan dia membawa sebuah pedang (Dalam image saya, pedang tersebut berjenis "Scimitar", namun lebih tipis dan lebih panjang. Berwarna hitam). Tanpa pikir panjang, saya robek lehernya dengan belati yang saya miliki. Saya menyerangnya tanpa ampun. Setelah dia mati, saya mengambil senjatanya. "Ya! Akhirnya saya memiliki sebuah pedang! Tapi... Saya butuh satu lagi...". Akhirnya saya mencari lagi sebuah pedang yang serupa sebagai pedang kedua. Saat ini saya memegang belati saya di tangan kanan dan pedang di tangan kiri dalam posisi bertahan.
Pencarian pedang yang kedua lebih mudah dari yang pertama. Pedang yang saya butuhkan menancap pada jantung mayat seorang Tentara Mongol. Saya memiliki dua buah pedang. Saya rasa ini cukup untuk memulai aksi saya memenggal kepala para Tentara Mongol.
Entah mengapa, saya begitu lihai, begitu cekatan menggunakan senjata tersebut. Beratus-ratus Tentara Mongol berhasil saya bunuh. Hal ini membuat mereka ngeri. Mereka takut kepada saya. Tidak ada yang berani menantang saya bertarung. Pada akhirnya Genghis Kahn sendirilah yang memutuskan untuk menarik mundur pasukan Mongol.
Sesaat setelah itu.... Saya terbangun....
Saya jarang sekali melihat mimpi yang "tuntas". Apalagi Happy Ending. Tapi, meskipun ini hanya mimpi, ketegangan dalam perang tersebut masih terasa hingga seminggu kedepan. Aneh???? Saya tidak tahu mengapa...
Jiika ada dari kalian yang membayangkan seperti apa perangnya, kira-kira seperti film "300", saya sebagai Leonidas. Penuh dengan cipratan darah segar. Namun latar belakang padang rumput dengan sedikit semak-semak, seperti pada game Age of Empires 2. Baju yang saya kenakan dalam mimpi juga hanya kaos yang sehari-hari saya pakai dengan celana panjang bahan bukan jeans.
Iiiidddiiihhh.... detil amat...!!! Gajebo gitu loch...!!!
Huehuehuehuheuheuhe....