Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.715
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Mimpi besar Bournemouth ke Eropa.
Salah satu andalan AFC Bournemouth, Antoine Semenyo (ketiga dari kiri) berselebrasi dengan rekannya, Lewis Cook, usai mencetak gol kala melawan Arsenal FC dalam laga persahabatan di Dignity Health Sports Park pada 24 Juli 2024 di Carson, California. (Getty Images via AFP/ORLANDO RAMIREZ)
Jakarta (ANTARA) - Ini mungkin akan jadi pencapaian terbaik AFC Bournemouth selama berlaga dalam Liga Inggris sejak debut pada musim 2015/2016.
Bersama 40 poin dari 24 pertandingan pada posisi ketujuh, para pemain asuhan Andoni Iraola itu berpeluang akbar menapaki lomba Eropa perdana mereka sejak klub ini berdiri pada 1899.
Jumlah poin ini enam poin dari finis terbaik mereka pada musim 2016/2017 atau tahun kedua setelah promosi, ketika mereka menempati posisi sembilan dengan 46 poin. Torehan ini diraih Bournemouth yg kala itu dilatih Eddie Howe setelah mencatat 12 kemenangan, 10 seri, & 16 kekalahan.
Jika sanggup mempertahankan posisi ketujuh hingga akhir musim ini, maka The Cherries berpeluang minimal jadi wakil Inggris dalam Liga Europa atau Liga Conference Europa.
Berselisih tiga poin dari Chelsea yg masuk empat besar, Bournemouth juga dapat jadi wakil Inggris dalam Liga Champions kalau konsisten dalam 14 pertandingan tersisa.
Impian ini sedang dibangun oleh Iraola yg perlahan menemukan permainan yg diharapkannya setelah memasuki musim keduanya di Inggris.
Iraola adalah pelatih yg sanggup memaksimalkan para pemain muda. Saat kalah di tangan Liverpool pada Sabtu (1/2), skuad starternya berusia rata-rata 24,7 tahun.
Tujuh pemain dari 11 pemain terbaik perdana mereka pada pertandingan itu berusia 25 tahun atau di bawahnya.
Mereka adalah Illia Zabarnyi (22 tahun), Dean Huijsen (19 tahun), Milos Kerkez (21 tahun), Tyler Adams (25 tahun), Justin Kluivert (25 tahun), Antoine Semenyo (25 tahun), & Dango Ouattara (22 tahun).
Pemain-pemain muda ini jadi pilar Bournemouth.
Duet bek tengah Huijsen & Zabarnyi, serta Milos Kerkez di kiri sangat kokoh menjaga pertahanan timn yg baru kebobolan 28 kali di Liga Inggris.
Statistik itu yg terbaik keempat dari 20 konstestan Liga Inggris setelah Liverpool (21 kebobolan), Arsenal (22 kebobolan), & Nottingham Forest (27 kebobolan).
Kluivert, Semenyo, & Ouattara jadi trisula mematikan di lini depan. Ketika melalui 11 laga tanpa kalah di Liga Inggris dengan 25 gol sebelum dipatahkan Liverpool, kolaborasi ketiga pemain itu total mencetak 17 gol.
Dari angka fantastis ini di liga itu, Kluivert adalah yg tersubur dengan sembilan gol & dua kali hattrick. Kluivert pun jadi top skor Bournemouth dengan 12 gol dalam semua lomba musim ini. Ia cuma tinggal satu gol lagi untuk menyamai catatan 13 gol ayahnya, Patrick Kluivert, saat bersama Newcastle United pada musim 2004/2005.
Kepandaian Iraola meramu darah muda dia lanjutkan dalam bursa transfer musim dharap ini. Alih-alih mendatangkan pemain top untuk menggaransi tiket Eropa, Iraola memilih merekrut pemain dengan tujuan jangka panjang klub.
Lima pemain di bawah 20 tahun didatangkan pelatih asal Spanyol itu.
Kelimanya adalah bek tengah Matai Akinmboni (18 tahun) dari DC United, kiper Kai Crampton (18 tahun) dari Chelsea, bek kiri Julio Soler (19 tahun) dari Lanus, winger kiri Zain Silcott-Dubbery (19 tahun) dari Chelsea, & striker Eli Junior Kroupi dari FC Lorient (18 tahun).
Dari kelimanya, Kroupi adalah yg paling menjanjikan karena sudah mengemas sembilan gol & dua assist dari 17 penampilan membawa Lorient memimpin tiga poin di puncak klasemen liga level dua Prancis. Namun, Kroupi baru tiba di Vitality musim panas nanti karena sang pemain dibiarkan matang dengan status pinjaman kepada Lorient hingga akhir musim ini.
Selain membeli pemain baru, The Cherries juga memanggil pemain yg dipinjamkan ke klub lain, Daniel Jebbison yg sudah menciptakan 13 penampilan bersama Watford.
Jebbison adalah penyerang tengah yg sangat dibutuhkan Bournemouth musim ini setelah ditinggal dua striker utama karena cedera, yakni Enes Unal & Evanilson.
12Tampilkan Semua
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025
KirimKomentar jadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita Terkait
Foto
Berita diatas dikutip dari internet, jika Mimpi besar Bournemouth ke Eropa adalah spam, mohon beritahu kami.
Jakarta (ANTARA) - Ini mungkin akan jadi pencapaian terbaik AFC Bournemouth selama berlaga dalam Liga Inggris sejak debut pada musim 2015/2016.
Bersama 40 poin dari 24 pertandingan pada posisi ketujuh, para pemain asuhan Andoni Iraola itu berpeluang akbar menapaki lomba Eropa perdana mereka sejak klub ini berdiri pada 1899.
Jumlah poin ini enam poin dari finis terbaik mereka pada musim 2016/2017 atau tahun kedua setelah promosi, ketika mereka menempati posisi sembilan dengan 46 poin. Torehan ini diraih Bournemouth yg kala itu dilatih Eddie Howe setelah mencatat 12 kemenangan, 10 seri, & 16 kekalahan.
Jika sanggup mempertahankan posisi ketujuh hingga akhir musim ini, maka The Cherries berpeluang minimal jadi wakil Inggris dalam Liga Europa atau Liga Conference Europa.
Berselisih tiga poin dari Chelsea yg masuk empat besar, Bournemouth juga dapat jadi wakil Inggris dalam Liga Champions kalau konsisten dalam 14 pertandingan tersisa.
Impian ini sedang dibangun oleh Iraola yg perlahan menemukan permainan yg diharapkannya setelah memasuki musim keduanya di Inggris.
Iraola adalah pelatih yg sanggup memaksimalkan para pemain muda. Saat kalah di tangan Liverpool pada Sabtu (1/2), skuad starternya berusia rata-rata 24,7 tahun.
Tujuh pemain dari 11 pemain terbaik perdana mereka pada pertandingan itu berusia 25 tahun atau di bawahnya.
Mereka adalah Illia Zabarnyi (22 tahun), Dean Huijsen (19 tahun), Milos Kerkez (21 tahun), Tyler Adams (25 tahun), Justin Kluivert (25 tahun), Antoine Semenyo (25 tahun), & Dango Ouattara (22 tahun).
Pemain-pemain muda ini jadi pilar Bournemouth.
Duet bek tengah Huijsen & Zabarnyi, serta Milos Kerkez di kiri sangat kokoh menjaga pertahanan timn yg baru kebobolan 28 kali di Liga Inggris.
Statistik itu yg terbaik keempat dari 20 konstestan Liga Inggris setelah Liverpool (21 kebobolan), Arsenal (22 kebobolan), & Nottingham Forest (27 kebobolan).
Kluivert, Semenyo, & Ouattara jadi trisula mematikan di lini depan. Ketika melalui 11 laga tanpa kalah di Liga Inggris dengan 25 gol sebelum dipatahkan Liverpool, kolaborasi ketiga pemain itu total mencetak 17 gol.
Dari angka fantastis ini di liga itu, Kluivert adalah yg tersubur dengan sembilan gol & dua kali hattrick. Kluivert pun jadi top skor Bournemouth dengan 12 gol dalam semua lomba musim ini. Ia cuma tinggal satu gol lagi untuk menyamai catatan 13 gol ayahnya, Patrick Kluivert, saat bersama Newcastle United pada musim 2004/2005.
Kepandaian Iraola meramu darah muda dia lanjutkan dalam bursa transfer musim dharap ini. Alih-alih mendatangkan pemain top untuk menggaransi tiket Eropa, Iraola memilih merekrut pemain dengan tujuan jangka panjang klub.
Lima pemain di bawah 20 tahun didatangkan pelatih asal Spanyol itu.
Kelimanya adalah bek tengah Matai Akinmboni (18 tahun) dari DC United, kiper Kai Crampton (18 tahun) dari Chelsea, bek kiri Julio Soler (19 tahun) dari Lanus, winger kiri Zain Silcott-Dubbery (19 tahun) dari Chelsea, & striker Eli Junior Kroupi dari FC Lorient (18 tahun).
Dari kelimanya, Kroupi adalah yg paling menjanjikan karena sudah mengemas sembilan gol & dua assist dari 17 penampilan membawa Lorient memimpin tiga poin di puncak klasemen liga level dua Prancis. Namun, Kroupi baru tiba di Vitality musim panas nanti karena sang pemain dibiarkan matang dengan status pinjaman kepada Lorient hingga akhir musim ini.
Selain membeli pemain baru, The Cherries juga memanggil pemain yg dipinjamkan ke klub lain, Daniel Jebbison yg sudah menciptakan 13 penampilan bersama Watford.
Jebbison adalah penyerang tengah yg sangat dibutuhkan Bournemouth musim ini setelah ditinggal dua striker utama karena cedera, yakni Enes Unal & Evanilson.
12Tampilkan Semua
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025
- Bournemouth
- Andoni Iraola
- Liverpool
- Liga Inggris
KirimKomentar jadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita Terkait
Foto: Liga Inggris: Liverpool semakin kokoh di puncak klasemen usai tekuk Bournemouth 2-0
- 2 Februari 2025
Liverpool kokoh di puncak klasemen seusai tekuk Bournemouth 2-0
- 2 Februari 2025
Jadwal Liga Inggris: Arsenal hadapi City saat harap tempel Liverpool
- 31 Januari 2025
Bournemouth pesta lima gol di gawang Nottingham Forest
- 26 Januari 2025
Kalahkan Newcastle 4-1, Bournemouth dekati empat besar
- 18 Januari 2025
Putra Patrick Kluivert cetak gol saat Bournemouth imbangi Chelsea
- 15 Januari 2025
Putaran keempat Piala FA: Bertemunya tim-tim Liga Inggris
- 14 Januari 2025
Klasemen Liga Inggris: Arsenal gagal pangkas jarak dengan Liverpool
- 5 Januari 2025
Diimbangi Crystal Palace, Chelsea lalui empat laga tanpa kemenangan
- 5 Januari 2025
Akses WhatsApp Web dapat lewat ponsel Android & iPhone, ini caranya
- 2 Juli 2024
CPNS di Setjen KPU: Link, formasi, seleksi, & penempatan
- 22 Agustus 2024
Profil Yeremias Bisai, cawagub Papua dalam Pilkada 2024
- 8 September 2024
Berapa biaya yg diperlukan untuk tinggal di Malaysia?
- 8 Oktober 2024
Fakta & kronologi peristiwa atas penganiayaan dokter Koas Luthfi
- 16 Desember 2024
Berita diatas dikutip dari internet, jika Mimpi besar Bournemouth ke Eropa adalah spam, mohon beritahu kami.