• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Militer Kenya Kepung Mal Westgate untuk Selamatkan Sandera

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
73OPU.jpg
Militer Kenya telah membebaskan sebagian sandera di pusat perbelanjaan Mal Westgate, Nairobi, Minggu 22 September 2013. Serangan oleh kelompok militan Islam Somalia, al Shabaab, terhadap mal itu telah menyebabkan setidaknya 68 orang tewas.

Warga negara asing yang tengah berada di mal tersebut juga menjadi korban tewas, di antaranya warga Kanada – salah satunya diplomat-- dua warga Prancis, seorang warga China, dan seorang warga Amerika Serikat yang merupakan istri staf Kedutaaan Besar Amerika Serikat di Nairobi.

“Sebagian besar sandera berhasil dibebaskan, dan Angkatan Pertahanan Kenya telah mengambil alih sebagian besar bangunan mal dari tangan penyerang,” kata Juru Bicara Militer Kenya Kolonel Cyrus Oguna seperti dikutip Reuters dari stasiun televisi KTN.

Selain korban tewas, lebih dari 150 pengunjung mal itu terluka. Sebelum membunuh, kelompok militan al Shabaab menyortir para korbannya. Jika Muslim, mereka biarkan bebas. Jika bukan, peluru langsung menembus tubuh korban.

Mayat-mayat bergelimpangan mulai dari tempat parkir mal, pintu masuk, hingga ke dalam pusat perbelanjaan. Darah segar menggenang di bawah mayat-mayat yang diterjang timah panas. Pengunjung bersembunyi berdesakan di dalam sebuah toilet, beberapa di kolong meja, menahan nafas, khawatir ditembak.
 
43 jam penyanderaan Kenya, tiga ledakan terdengar dari dalam mal

Baku tembak antara kelompok bersenjata al-Shabaab dan pihak keamanan masih berlangsung dalam penyerangan pusat perbelanjaan Westgate di Ibu Kota Nairobi, Kenya. Tiga ledakan juga terdengar hari ini. Penyanderaan itu hingga kini telah berlangsung 43 jam.

Pasukan militer Kenya sebelumnya telah mengatakan mereka sudah mengepung mal itu dan membebaskan sebagian besar pengunjung, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (23/9).

Pemberontak Shabaab yang punya kaitan dengan Al-Qaidah Sabtu lalu mengatakan dalam akun Twitter yang kini telah ditutup, mereka melancarkan aksi itu guna membalas campur tangan militer Kenya dalam penyerangan di Somalia. Gabungan pasukan militer sejumlah negara Afrika kini tengah bertempur dengan kelompok Islamis di Somalia.

Sabtu siang lalu sekitar sepuluh hingga 15 anggota bersenjata al-Shabaab menyerang pusat perbelanjaan ramai pengunjung di Nairobi. Sebanyak 68 orang dilaporkan tewas dan sekitar 200 lainnya terluka dan sejumlah pengunjung menjadi sandera.

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan teroris," kata juru bicara militer Kenya Kolonel Cyrus Oguna dalam jumpa pers kemarin.
 
ns9ou.jpg
Seorang tentara Angkatan Udara Inggris (SAS) yang sedang tidak bertugas dan berpakaian sipil menjadi pahlawan dalam penyanderaan di mal Westgate, Ibu Kota Nairobi, Kenya. Dia berhasil menyelamatkan seratus sandera hanya berbekal pistol.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (24/9), dia mengaku sedang minum kopi di pusat perbelanjaan itu ketika kelompok bersenjata Al-Shabaab menyerang mal itu Sabtu lalu.

Dalam sebuah foto peristiwa itu tentara Inggris itu tampak sedang menolong dua perempuan. Di pinggangnya terselip pistol.

Dia dilaporkan bolak-balik keluar masuk gedung mal di tengah baku tembak untuk menyelamatkan sandera.

"Apa yang dilakukannya sangat heroik. Dia bolak-balik 12 kali dan menyelamatkan seratus orang," kata seorang temannya.

sejumlah sumber menyatakan dia adalah tentara Angkatan Laut Inggris. Namanya tidak dapat disebutkan karena alasan keamanan.

Tentara Inggris selama ini bertugas di Kenya dan sudah banyak terlibat dalam melacak warga Inggris yang menjadi anggota garis keras Islamis di Somalia dan Yaman.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.