• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mikel Arteta merevolusi Arsenal

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.862
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Mikel Arteta merevolusi Arsenal.

Mikel Arteta merevolusi Arsenal


Manajer Arsenal Mikel Arteta saat pertandingan leg perdana semifinal Piala Liga antara Liverpool & Arsenal di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 13 Januari 2022. (REUTERS/CRAIG BROUGH)

Jakarta (ANTARA) - Menghadapi regu raksasa seperti Liverpool di kandangnya sendiri di Anfield dengan sepuluh pemain selama hampir satu jam setelah Granit Xhaka diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-24, adalah pengalaman mengerikan.

Bagaimana tidak, dalam pertandingan leg perdana semifinal Piala Liga itu, Arsenal tak henti diteror. Namun The Gunners berhasil menjaga gawangnya sekalipun tak henti diberondong The Reds.

Reaksi cepat pelatih Mikel Arteta & kemampuannya dalam membaca pertandingan serta mengenali skuadnya menciptakan timnya selamat dari kekalahan. Hasil 0-0 ini juga berkat penampilan tenang tetapi menggigit para pemain Arsenal yg rata-rata masih muda belia.

Laga itu jadi salah satu dari banyak contoh mengenai adanya revolusi dalam Arsenal yg tidak saja disimpulkan dari permainan atraktif nan ofensif, tetapi juga dari hasil pertandingan yg diperoleh Arsenal.

Setelah mengawali musim dengan buruk akibat kalah tiga kali kalah berturut-turut dalam pertandingan liga, Arsenal memenangkan 15 dari 22 pertandingan terakhirnya dalam semua kompetisi.

Arsenal cuma empat kali kalah yg dua di antaranya saat melawan dua regu pendominasi Liga Inggris; Liverpool & Manchester City.

Sebelum dibungkam 1-2 oleh Man City 1 Januari lalu di Stadion Emirat, Arsenal memenangkan lima laga berturut-turut dengan melesakkan total 19 gol & kebobolan 2 gol.

Baca juga: Sepuluh pemain Arsenal sukses tahan imbang Liverpool

Seperti saat menahan seri Liverpool dalam semifinal Piala Liga itu, Arsenal dalam kualitas tinggi. 1 Januari itu City malah nyaris ditahan seri The Gunners yg bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-60. Beruntung Rodri menciptakan gol pada menit terakhir waktu tambahan.

Kisah transformasi Arsenal ini jadi bagian menarik dari Liga Inggris musim ini, apalagi revolusi itu bertumpu kepada skuad muda hingga legenda Arsenal Lee Dixon berkata, "Penghargaan akbar harus diberikan kepada Arteta karena sudah memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda."

Padahal, menurut Dixon, langkah Arteta itu adalah perjudian karena inkonsistensi dapat terjadi kapan saja pada regu muda, & ini memang sempat terjadi saat awal musim.

Tetapi itu tak berlangsung lama karena Arsenal kemudian malah jadi salah satu regu yg berpeluang akbar menuntaskan musim dalam area empat besar.

Seperti Steven Gerrard meremajakan Glasgow Rangers & kini Aston Villa, Arteta fokus merendahkan umur rata-rata pemainnya dengan mempersilakan pemain-pemain senior yg tidak cocok dengan filosofinya untuk mundur dari barisan.

Willian, David Luiz & Sokratis Papastathopoulos adalah di antara pemain seperti itu. Sebaliknya pemain muda seperti Ben White, Bukayo Saka, Martin Odegaard, Gabriel Martinelli, & Kieran Tierney didorong untuk lebih maju lagi.

Tak saja berbekal pengalaman jadi asisten untuk salah satu pelatih sepakbola terhebat sepanjang masa Pep Guardiola, Arteta memimpin Arsenal dengan modal afinitas yg kuat dengan klubnya yg bertahun-tahun dibelanya sewaktu jadi pemain. Dia memahami sekali tradisi Arsenal & cara The Guners bermain.

Pada awalnya kepelatihan dia ditanggapi skeptis banyak kalangan. Alasannya, dia tak berpengalaman melatih klub, apalagi klub sebesar Arsenal, sekalipun pernah jadi asisten Guardiola di Manchester City.

Tetapi ada modal yg tak dipunyai pelatih lain, yakni Arteta mengenal luar dalam Arsenal yg mungkin seperti Guardiola saat perdana kali melatih Barcelona yg juga dikenalnya luar dalam karena jadi legenda selama jadi pemainnya.

Kuncinya kesatuan

Arteta sendiri memiliki ciri spesifik berupa ketenangan dalam memimpin regu tetapi ketenangan yg menciptakan regu yg mengerikan. Buktinya dapat dilihat dari hasil 5-0 & 4-1 di kandang Norwich & Leeds. Kemudian menang 2-0 & 3-0 atas Southampton & West Ham yg bukan regu sembarangan.

Bagi penggemar Arsenal era lawas, revolusi Arteta ini mirip dengan revolusi yg dilakukan George Graham yg melatih Arsenal dari 1986 hingga 1995 sebelum era Arsene Wenger.

Graham mewarisi skuad muda luar biasa seperti dipunyai Arteta saat ini. Keduanya mewarisi pemain-pemain bintang yg mapan yg disayangi penggemar Arsenal kendati tak sesuai dengan rencana pelatihnya.

Pada musim pertamanya melatih Arsenal, Graham mempersilakan pemain-pemain senior seperti Stewart Robson, Tony Woodcock, & Tommy Caton supaya hengkang.

Tetapi justru tanpa bintang-bintang seperti itu Graham mempersembahkan Piala Liga pada 1987 yg merupakan trofi pertamanya kepada The Gunners pada musim pertamanya.

Formula sukses Graham mirip dengan yg diracik Arteta sekarang, yakni memadukan pemain muda dengan pemain berpengalaman yg cocok dengan filosofi pelatih.

Namun dua musim kemudian para pemain berpengalaman yg bertahan harus bersaing sengit dengan pemain-pemain muda yg semakin matang & jadi opsi utama Graham. Ini menciptakan pemain-pemain favorit penggemar seperti Viv Anderson, Kenny Sansom & Charlie Nicholas meninggalkan Arsenal.

Situasi sama terjadi saat ini di mana pemain-pemain yg sesuai dengan etos kerja & gaya Arteta akan dipertahankan oleh pelatih asal Spanyol ini. Sebaliknya pemain yg tidak cocok dengan filosofinya dipersilakan meninggalkan Emirates.

Arteta sama tegasnya dengan Graham yg tak segan membiarkan pemain-pemain pindah ke klub lain, sekalipun tampil bagus.

Keduanya memandang manajemen & pembinaan klub sebagai upaya bersama di mana semua orang dalam klub mempercayai perannya & setiap peran terkait satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama yg lebih besar.

Baca juga: Mikel Arteta berusaha tetap positif di tengah lonjakan Covid-19

Pandangan ini pula yg menciptakan Arteta aktif bekerja bersama direktur teknis Edu & manajer akademi muda Arsenal Per Mertesacker serta unsur klub lainnya guna menghadirkan kembali hal-hal yg jadi bukti diri Arsenal, khususnya kesatuan tim. "Tanpa kesatuan Anda tak dapat mencapai apa yg harap Anda capai," mengatakan Arteta seperti dikutip laman Goal.

Menurut dia, kesatuan regu mengharuskan semua orang bekerja dalam organisasi yg menyisihkan ego & membuang agenda pribadi. "Itu yg harap kami ciptakan," tandas Arteta.

Kemauan dia ini sama kerasnya dengan Guardiola saat menjadikan Barcelona & kini Manchester City jadi tim-tim maut yg seperti Arteta bertumpu kepada pemain muda yg dipoles sejumlah pemain berpengalaman.

Demi pemain muda ini Arteta bahkan rutin hilir mudik menyambangi pertandingan & latihan regu muda bersama Mertesacker, selain melibatkan legenda-legenda Arsenal untuk turut memoles talenta muda, termasuk kiper legendaris David Seaman yg dimintanya menolong melahirkan kiper-kiper hebat Arsenal.

Namun begitu dia mengakui Arsenal masih dalam proses jadi sebesar dulu & sebesar yg dia harapkan. Genderang revolusi masih akan terus ditabuhnya.

Tapi kalau Anda melihat betapa enerjik & eksplosifnya permainan Arsenal belakangan ini, maka klub ini sepertinya tengah dalam kondisi terbaik guna jadi yg terbaik, untuk sekarang & nanti.

Berita diatas dikutip dari internet, jika Mikel Arteta merevolusi Arsenal adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.