• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Meski Mungil, Ialah Pahlawanku.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Meski Mungil, Ialah Pahlawanku.



Seperti yg kita ketahui semenjak mewabahnya corona sekolah-sekolah diliburkan, tidak terkecuali sekolah-sekolah di daerah ane tinggal. Tidak boleh keluar rumah pun kalau terpaksa wajib mematuhi peraturan dengan memakai masker, menjaga jarak & lain sebagainya. Di rumah seharian menciptakan anak-anak mulai bosan termasuk si sulung. Mereka harap segera kembali bersekolah, tetapi apa boleh buat. Virus itu masih sayang Indonesia.

Ialah Rahma Syafitri. Gadis belia yg menyandang status sebagai anak sulung di keluarga ane. Saat ini ia duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Tidak pernah mengira-ngira sebelumnya bahwa ia yg terbiasa menerima saja kini menjelma sebagai sosok yg tidak terduga. Berawal dari bantu-bantu, menghilangkan jenuh, akhirnya gadis ini bertansformer alias bertukar posisi dari pelajar ke sosok seorang ibu. Kenapa ane tuliskan demikian? Karena di awal-awal covid-19 ane sedang hamil trimester pertama.

Meski Mungil, Ialah Pahlawanku.


Apa hubungannya? Simpan dulu pertanyaan agan & sista. Yuk, dilanjutkan.

Agan sista dapat bayangkan bagaimana keadaan ibu-ibu hamil dalam kesehariannya? Yup, kebanyakan drama. Akan tetapi memang begitu adanya. Ada yg kuat ada pula yg lemah. Ada yg semangatnya menggebu-gebu pula melempem. Ada pula yg kesehatannya bagus pun sebaliknya. Ada juga yg tidak dapat apa-apa sama sekali hingga-hingga harus dipapah bila hendak ke kamar mandi.

Begitulah kira-kira citra sekilas tentang ibu hamil. Mereka tidak luput dari 5L (lemah, lemas, letih, lesu, lelah) & di kondisi inilah ane berada pada waktu itu. Loyo. Saban hari banyak tidur dari pada beraktifitas. Apapun yg masuk ke perut pasti keluar lagi & keadaan ini ane jalani hingga trimester kedua. Pada trimester ketiga alhamdulillah mulai mereda, sudah dapat makan nasi tanpa mual yg diikuti drama mengiris hati. Jauh dari kedua orang tua & sanak saudara tentu keadaan ini jadi sebuah cerita derita seorang ibu yg tengah mengandung anak ke sekiannya.

Meski Mungil, Ialah Pahlawanku.


Nah, sebagai anak sulung di sinilah gadis itu berlakon sebagai sosok pahlawan yg tentunya tidak akan pernah terlupakan oleh sang ibu. Kesehariannya yg semestinya main bersama teman-teman setelah belajar, ia mengambil alih peran ane sebagai seorang ibu bagi adik-adiknya. Aktifitasnya dimulai dari menolong ane merapikan tempat tidur. Lalu menyapu seluruh ruangan. Berlanjut masak-memasak. Kemudian mencuci piring beserta perkakas dapur lainnya. Meski hasilnya tidak sesuai asa setidaknya ia sudah berusaha sepenuh hati. Bagi ane dialah pahlawan tanpa tanda jasa.

Semenjak mesin cuci rusak terpaksa ane yg mengerjakan cucian. Kasihan kalau dia juga yg mengerjakan. Apalagi ini manual, bukannya bersih malah mubazir. Boros sabun pun tenaga sebab hasilnya tidak jauh-jauh dari bentuk semula. Meski begitu capeknya dia, sulung ane tidak pernah terdengar mengeluh. Dia bilang, malah kasihan ane jikalau mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian.

Membanggakan? Oh, tentu.

Meski Mungil, Ialah Pahlawanku.


Setelah ane melahirkan, tiga bulan lalu, pekerjaan rumah tetap jadi tanggung jawab dia. Begitu katanya. Namun, ketika waktu senggang dalam artian si bayi terlelap nyenyak tentu saja tugas ibu negara ane ambil alih. Malu dong, hongkang-hongkang kaki di rumah sendiri apalagi di rumah mertua yg saban hari cuma 'makan, molor, pup'.

Lalu di bagian paragraf ke berapa sang kepala keluarga berperan? Nah, di sini ane tidak mau menjabarkan secara detail perannya. Sebab sebagai ayah, ia menghabiskan waktu dari pagi hingga petang untuk mencari nafkah. Jika berhenti memanfaatkan tenaga maka berhenti pulalah kami makan. Begitulah kira-kira.

Demikianlah citra sosok pahlawan dalam kehidupan ane. Meski usianya baru menginjak sebelas tahun, akan tetapi ia tidak menunjukkan demikian. Ia gadis yg cantik, pengertian, perhatian & memiliki rasa kepedulian yg tinggi kepada keluarga juga sesama.

Meski mungil, ialah pahlawan ane.

Sumber: Opini Pribadi
Gambar: Dokpri​


Hari ini 12:16
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.