• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Meski ada konvensi, tak ada jaminan pamor Demokrat naik

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
gTlNM.jpg

Untuk mendapatkan calon pemimpin atau capres 2014 mendatang, Partai Demokrat berdalih akan menjaring calon-calon dengan sistem konvensi. Dekan Fisip UIN Jakarta Bahtiar Effendy berpendapat, partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini harus menyiapkan alternatif lain selain sistem konvensi.

"Bagaimana kalau nanti perolehan pileg Partai Demokrat kurang bagus. Nanti kalau persentasenya sampai 2014 turun. Ini harus jelas, harus ada ancar-ancar kemungkinan koalisi," ujar Bahtiar saat diskusi bertajuk konvensi Partai Demokrat di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/6).

Bahtiar menegaskan, sistem konvensi Partai Demokrat merupakan salah satu langkah untuk menaikkan pamor atau elektabilitas partai.

Oleh karena itu, sistem konvensi harus jelas dan transparan mekanismenya. Sehingga, niat baik konvensi dan membuka peluang calon dari luar partai untuk maju sebagai capres 2014 dapat memberikan angin segar bagi calon yang maju.

"Jika institusi konvensi tidak kredibel, kasihan calon yang menang konvensi tersebut. Karena itu diserahkan ke Mas Didi mau sungguh-sungguh atau tidak. Walau saya kira Partai Demokrat tidak mau korbankan integritas mereka," jelas Bahtiar.

Namun demikian, dirinya mengapresiasi langkah Partai Demokrat yang membuka capres melalui sistem konvensi. Pasalnya, dalam pemilu-pemilu sebelumnya, nama-nama yang maju sebagai capres adalah tokoh-tokoh dengan wajah lama.

"Beberapa tahun terakhir wacana siapa yang bisa dicalonkan pada 2014 terbatas beberapa orang seperti Ical, Prabowo, dan Megawati. Bayangkan 3 hingga 4 tahun wacana pilpres dikuasai orang itu. Membosankan, bukan karena tidak bagus tapi wacana saja," papar Bahtiar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.