• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Merokok ganja bisa turunkan risiko diabetes?

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
8HRhP.jpg

Anda tentu telah mengetahui efek negatif dari merokok ganja. Namun ternyata ganja juga memiliki manfaat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang secara rutin merokok ganja memiliki risiko terkena diabetes lebih rendah.

Pengguna ganja memiliki tingkat insulin yang lebih rendah. Hal ini mengindikasikan kontrol gula darah yang lebih baik. Jika kaitan antara ganja dan pencegahan diabetes diperjelas, maka kemungkinan peneliti akan mengembangkan perawatan diabetes menggunakan zat dalam ganja, yaitu THC (tetrahydrocannabinol).

Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Medicine ini menemukan bahwa orang yang merokok ganja dengan rutin memiliki tingkat insulin 16 persen lebih rendah dibanding dengan orang yang tak pernah merokok ganja.

Mereka yang menggunakan ganja juga diketahui memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil, sementara lingkar pinggang yang besar bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.

Saat ini ganja secara umum digunakan pada pasien yang terkena kanker atau mengalami rasa sakit yang parah. Penggunaan ganja sebagai obat diperbolehkan di 18 negara bagian Amerika, seperti dilansir oleh Daily Mail (15/05).

Penelitian ini mengamati 4.657 pasien. Sekitar 579 orang menggunakan ganja, 1.975 menggunakan ganja di masa lalu tetapi sudah berhenti, dan 2.013 orang tidak pernah menggunakan ganja. Insulin dan glukosa kemudian diukur melalui sampel darah setelah partisipan puasa selama sembilan jam.

Hasilnya, pengguna ganja memiliki tingkat insulin 16 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tak pernah menggunakan ganja sama sekali. Murray Mittleman dari Cardiovascular Epidemology Research Unit di Beth israel Deaconess Medical Center juga menjelaskan bahwa pada penelitian sebelumnya peneliti menemukan tingkat obesitas dan diabetes yang lebih rendah pada pengguna ganja.

Meski zat dalam tanaman ganja diketahui bisa mengontrol insulin dan mencegah diabetes, akankah Indonesia memperbolehkan penggunaan ganja untuk pengobatan?
 
sebenarnya ganja itu adalah bahan untuk pengobatan, tetapi banyak disalah gunakan, itu letak kesalahnnya.
 
sebenarnya ganja itu adalah bahan untuk pengobatan, tetapi banyak disalah gunakan, itu letak kesalahnnya.

ane setuju gan..apalagi di indonesia banyak yang disalah gunakan..
ini penemuan yang bagus untuk penderita diabetes..
 
susahnya ada efek ketagihannya, inginnya lebih dan lebih.. riskan juga kalau dijadikan pengobatan diabetes
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.