Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebetulnya sudah lama saya harap menulis tentang judul di atas, yakni sejak awal publik dihebohkan dengan sikap politik bang Fahri Hamzah yg kira-kira setahun lalu ataupun ketika masih menjabat sebagai wakil ketua DPR diketahui garang mengkritik pemerintahan presiden Jokowi & sekarang tiba-tiba mendukung anak presiden dalam pilkada mendatang serta menampik "dinasti politik" yg banyak digaungkan masyarakat.
Dan juga ketika bang Sandi Uno tiba-tiba muncul dengan berita jadi regu sukses mantu Jokowi, padahal setahun lalu ia adalah lawan dalam pertarungan pilpres 2019 kemarin.
Dalam waktu setahun aja, perubahan sikap politik mereka begitu kerasa berbeda. Sebenarnya tidak masalah, mau tiba-tiba gini, mau tiba-tiba dipihak sebelah, mau tiba-tiba dukung itu, selama kesemuanya memang bertujuan untuk kemashlahatan bangsa lewat jalan yg berbeda-beda, tetapi tetap saja seolah membekas ketika dalam ingatan sikap mereka setahun lalu begitu kontras dengan yg sekarang..
Siapa mereka-mereka itu?
Quote:
1.Prabowo Subianto
Yang perdana saya mau mulai dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Setelah beliau gagal dalam pilpres kemarin, saya pikirnya beliau mantep akan jadi oposisi, berjuang dari luar istana untuk mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yg dianggap keliru. Eh ternyata pada oktober 2019 lalu, presiden Jokowi mengumumkan mantan rivalnya merapat ke kabinetnya dengan kursi menteri pertahanan.
Sampai disini saya agak sedikit terperangah, soalnya sewaktu pilpres kemarin, pak Jokowi kerap menyerang pak Prabowo dengan isu serta narasi pelanggaran HAM, eh malah disodori kursi Menhan.
Sementara Rocky Gerung menanggapinya dengan ..tetapi sebenarnya saya mau dia di luar koalisi karena saya tau dia punya kemampuan untuk mengekspresikan sesuatu.
Baik dalam & luar istana, kinerja maupun pikiran tetap harus tercurah untuk bangsa yaa pakkk
Quote:
2.Fahri Hamzah
Sewaktu menjabat sebagi wakil ketua DPR, Fahri Hamzah diketahui garang mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi, seperti..
awal 2018 memberikan kartu merah sebagi kiritinya kepada pemerintahan Jokowi-JK yg dinilainya sudah kehilangan arah.
Mengkritik mengatakan bilateral yg dipakai Jokowi dalam pertemuannya dengan Presiden FIFA,November 2019 lalu. Menurutnya, poinnya bukan soal bilateralnya, tetapi bahwa presiden itu tidak boleh salah
Menganggap wakil presiden Maruf Amin sebagai simbolik saja,
Presiden Jokowi sempat ramai dengan rencana pemindahan ibukota, namun Fahri Hamzah mengatakan rencana pemindahan ibukota tak masuk akal (dengan berbagai pertimbangan yg disebutkannya)
Mengkritik program Prakerja
Intinya bang Fahri dahulu seperti air & minyak dengan pemerintah, seakan tidak dapat bersatu, lewat berbagai kritik tajamnya secara lisan maupun tulisan-tulisannya dalam bebagai media sosialnya, tetapi ketika nama Gibran Rakabuming Raka cukup ramai diperbincangkan karena maju di pilkada Solo, Fahri Hamzah justru mendukung serta menampik dinasti politik yg dilekatkan netizen ke putra Jokowi tersebut.
Tak ayal sikap Fahri tesebut banjir nyinyiran oleh Netizen. Ketika ia ditanya oleh Karni Ilyas dulu anda diagung-agungkan netizen, tetapi sekarang anda mendapat kritikan. Pertanyaannya, ini anda yg berubah atau netizen yg berubah? Fahri menjawab Iya semua orang dapat berubah, tak ada yg pasti kecuali perubahan itu sendiri.
Saking banyaknya netizen yg kecewa dengan sikap wakil ketua partai Gelora ini, meme wajahnya bersorban di dekatkan dengan sosok Ali Mochtar Ngabalin.
Quote:
3.Sandiaga Uno
Setahun lalu tatkala gagal memenangkan pilpres bersama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno kembali bergabung bersama Gerindra pada Oktober tahun lalu & di dapuk jadi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra (Wakawanbin).
Partai Gerindra mendapat sorotan tajam ketika keputusannya mendukung keluarga Jokowi pada Pilkada serentak Desember mendatang, padahal diketahui sebelumnya Gerindra tegaskan beroposisi (Oktober 2019), seperti mengatakan ketua DPP Gerindra, Ahmad Eiza Patria ..kami siap diluar sebagai partai penyeimbang check and balance.
Kini mantan Rival Jokowi itu menjadi pendukung sekaligus juru kampanye anak mantu Presiden.
Kecaman & nyinyiran bertubi-tubi diarahkan padanya, bahkan hingga wakil ketua majelis Mudzakarah, Novel Bamukmin melabeli Sandi dengan mengatakan penghianat, waduh keras amattt, seperti katanya waduh sudah gak mungkinlah saya mendukung pengkhianat seperti Sandi..
Quote:
4.Ali Mochtar Ngabalin
Siapa yg gak kenal Ngabalin? Pembela-pembelaannya kepada pemerintahan sudah sangat lekat kepadanya.
2014 silam ia diketahui sebagai pendukung Cawapres Prabowo-Hatta, menyerang Jokowi dengan mengatakan capres kurus kerempeng, tidak dapat menepati janji kampanye di Jayapura, ia pula pernah ikut aksi 411 (demo kasus Al-Maidah yg dilontarkan Ahok) serta menyampaikan orasinya kepada presiden Jokowi kala itu. konrtroversi yg pernah dilakukan Ngabalin sewaktu mendukung Prabowo ngecapres adalah ia mendesak Allah untuk memenangkan Jokowi.
Namun semua sikap kerasnya ke Jokowi akhirnya luluh & berbalik arah tatkala ia di dapuk jadi tenaga pakar di KSP, ia jadi lantang membea rezim Jokowi, & bahkan sempat berkata saya harus menyampaikan tidak ada kezaliman yg dilakukan pemerintah ini, tidak ada kebohongan, tidak ada kemunafikan, tidak ada tipu-menipu, tetapi kenapa diftnah? (5/18).
Wah kontras banget ya dengan sebelumnya hehe..
"Mereka yg Dulu, Bukanlah Mereka yg Sekarang", ini bukan soal tampangnya yg tiba-tiba berubah, hehe bukan, melainkan sikap politiknya yg tiba-tiba tidak sejurus dengan semula
Nah itulah sedikitnya 4 menurut saya pribadi. Waktu yg menciptakan perubahan itu ada, tetapi dimanapun tempat & koalisi yg dipilih, sekiranya tujuan untuk berbuat baik kepada bangsa & masyarakat harus tetap nomor wahid..
Spoiler for sumber:
Thread: Pikiran TS & beberapa artikel tambahan:1,2,3,4
gambar : Google
Hari ini 01:12