Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dalam dongeng bawang merah & bawang putih, tabiat bawang merah diketahui sebagai sosok yg tamak & sangat kejam. Ia tak segan menyiksa saudara tirinya cuma demi harta & kepuasan hati.
Namun siapa sangka di dunia ini ternyata masih ada yg jauh lebih kejam dari bawang merah. Bahkan ia tega membunuh saudara kandungnya sendiri, supaya dapat jadi satu-satunya.
Begitulah citra dari kejamnya kehidupan di alam liar, hukum rimba berlaku, yg kuat dia yg berkuasa. Yang kuat akan memangsa yg lemah & yg lemah harus sanggup bertahan dari kerasnya kehidupan.
1. Bayi Angsa Teritip Menggantung Nyawa Di Tepi Tebing
Spoiler for 1. Bayi Angsa Teritip Menggantung Nyawa Di Tepi Tebing:
Sekilas angsa teritip nampak seperti hewan yg lemah, tetapi kenyataanya unggas ini sangat tangguh & pemberani. Ketika waktunya bertelur angsa teritip akan membangun sarang disisi tebing batu yg tinggi & terjal.
Tujuannya, tentu untuk menghindari serangan dari hewan pemangsa, seperti rubah arktik & beruang.
Kerasnya kehidupan sudah mereka rasakan sejak menetas dari telur, sang induk akan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan & membiarkan anak-anaknya kelaparan.
Bayi angsa teritip belum dapat terbang, mereka akan berjuang mengikuti induknya mencari makan dengan cara melompat dari tebing.
Bagi si bayi angsa bak buah simalakama, kalau tak lompat mati kelaparan, kalau melompat pun mereka akan mati terluka jatuh & menggelinding di bebatuan. Banyak yg selamat, tetapi tak sedikit juga yg terluka & mati, lalu dimangsa predator.
Bayi angsa teritip yg selamat akan hidup bersama angsa teritip dewasa selama musim dharap.
2. Burung Kedasih Sang Pembawa Kematian
Spoiler for Burung Kedasih Sang Pembawa Kematian:
Mungkin Anda sering mendengar rumor, kalau mendengar suara kicauan burung kedasih, pertanda akan ada kematian disekitar Anda. Kehadiran burung kedasih sering kali dianggap sebagai pembawa petaka, mungkin mitos tersebut berkembang karena mengetahui pola hidup burung kedasih yg sangat kejam.
Burung kedasih diketahui dengan sifatnya yg licik & merugikan burung lain, alih-alih membangun sarang untuk bertelur, burung ini lebih memilih menumpang di sarang burung lain & membuang telur-telur yg sudah ada sebelumnya.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, sifat jahat & licik mengalir turun-temurun di dalam darah burung ini.
Bayi burung kedasih memiliki hasrat untuk jadi satu-satunya, burung yg perdana kali menetas akan membuang telur-telur yg belum menetas, supaya tak perlu berbagi makanan dengan saudaranya.
Hal kejam itu juga terjadi, apabila saudaranya sudah terlanjur menetas.
3. Persembahan Kepala Untuk Sang Betina
Spoiler for Persembahan Kepala Untuk Sang Betina:
Belalang sentadu atau lebih diketahui sebagai belalang sembah merupakan salah satu serangga yg unik karna sikap tubuhnya yg terlihat seperti sedang berdoa. Nyatanya serangga ini sangat mengerikan & memiliki sifat layaknya zombie.
Belalang sembah memiliki kebiasaan memakan otak burung hidup-hidup, hewan mungil yg sering diremehkan ini ternyata berada di piramida makanan teratas, karena sanggup membunuh berbagai hewan yg lebih besar, seperti katak, ulat, ular, & tikus.
Walaupun kejam, belalang sembah ternyata memiliki pengorbanan sayang tak terbatas. Ketika proses kimpoi, belalang jantan akan secara sukarela menyerahkan kepalanya untuk dimakan betina.
Proses alami ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan protein belalang betina yg akan bertelur.
Kekejaman tak berhenti hingga disitu, belalang betina akan memproduksi 100 hingga 200 ekor telur. Sangking banyaknya, bayi-bayi belalang yg baru lahir akan saling memangsa karena keterbatasan makanan.
4. Bertarung Nyawa Dengan Saudara
Spoiler for Bertarung Nyawa Dengan Saudara:
Ikan hiu diketahui sebagai hewan yg paling ganas di lautan, giginya yg tajam sanggup memangsa hewan lain yg lebih lemah. Tak jarang pula kasus ikan hiu yg menyerang manusia hingga merenggut korban jiwa.
Keganasan ikan hiu ternyata sudah tertanam bahkan sebelum mereka lahir ke dunia.
Hiu harimau pasir memiliki sifat kanibalisme sejak masih dalam kandungan, embrio hiu yg dominan akan secara kejam memangsa embrio lainnya.
Embrio yg perdana kali menetas akan tumbuh lebih cepat & lebih akbar daripada yg lain, & pada saat inilah sang kakak akan memakan adik-adik yg lebih kecil & lemah, untuk menunjukan siapa yg paling unggul.
Embrio di dalam rahim hiu betina berasal dari beberapa keturunan hiu jantan yg berbeda, persaingan antara embrio ini akan strategi evolusi cuma hiu yg berasal dari jantan yg paling agresif & kuat saja yg dapat bertahan hidup.
5. Si Bungsu Yang Teraniaya
Spoiler for Si Bungsu Yang Teraniaya:
Elang emas memiliki keunikan berkat bulu-bulunya yg berwarna keemasan ketika terkena sinar matahari, layaknya spesies elang hewan ini juga termasuk pemburu ganas yg suka menyergap mangsanya dari udara.
Elang emas ternyata tak cuma bersikap kejam kepada mangsa & musuhnya, tetapi juga dengan saudara kandungnya sendiri.
Elang emas betina biasanya cuma bertelur sebanyak 2 butir, uniknya hewan ini membutuhkan jeda waktu 3 hari untuk mengeluarkan telurnya yg kedua.
Ketika menetas bayi elang, berasal dari perdana sudah pasti memiliki ukuran yg lebih akbar daripada telur kedua.
Merasa tak perlu berbagi makanan dengan adiknya, si sulung akan menunjukan kuasanya dengan mematuki si bungsu. Tak jarang sang adik elang yg malang ini akhirnya mati akibat kelaparan atau terluka parah.
Walaupun kejam ternyata ada keuntungan bagi sang induk, kalau jumlah anaknya yg harus dibesarkan oleh induk elang cuma 1 ekor, maka beban waktu & tenaga yg diperlukan untuk mencarikan makanan jadi lebih ringan.
6. Dikira Hewan Imut Tapi Ternyata Sangat Ganas
Spoiler for Dikira Hewan Imut Tapi Ternyata Sangat Ganas:
Kuda nil sering kali dinilai sebagai hewan yg jenaka & tak berbahaya, karena kerjanya cuma bermalas-malasan di air. Faktanya kuda nil adalah salah satu hewan paling mematikan di afrika, dilaporkan seiap tahunnya lebih dari 300 korban meninggal akibat serangan hewan ini.
Kuda nil lebih sering menghabiskan waktu di air dengan berendam & suka menguap. Sejatinya kuda nil membuka mulut bukan menguap secara harfiah melainkan sebagai peringatan untuk menandai wilayanya.
Tidak cuma itu, mereka juga kerap mendengus untuk memberikan peringatan supaya kuda nil lainnya tidak mendekat. Jika ada kuda nil lain yg nampak akan mengancam, hewan ini tak akan segan-segan untuk menyerang & membunuh hingga tewas.
Perilaku ini biasanya terjadi pada kuda nil jantan yg sedang memperebutkan wilayah kekuasaan, mereka berkelahi dengan membuka mulut lebar-lebar & saling beradu hingga salah satu tumbang.
Quote:
Nah, itulah perjuangan tanpa batas yg harus di hadapi oleh hewan-hewan ketika hidup di alam liar supaya dapat bertahan hidup.
Hari ini 17:15
Namun siapa sangka di dunia ini ternyata masih ada yg jauh lebih kejam dari bawang merah. Bahkan ia tega membunuh saudara kandungnya sendiri, supaya dapat jadi satu-satunya.
Begitulah citra dari kejamnya kehidupan di alam liar, hukum rimba berlaku, yg kuat dia yg berkuasa. Yang kuat akan memangsa yg lemah & yg lemah harus sanggup bertahan dari kerasnya kehidupan.
1. Bayi Angsa Teritip Menggantung Nyawa Di Tepi Tebing
Spoiler for 1. Bayi Angsa Teritip Menggantung Nyawa Di Tepi Tebing:
Sekilas angsa teritip nampak seperti hewan yg lemah, tetapi kenyataanya unggas ini sangat tangguh & pemberani. Ketika waktunya bertelur angsa teritip akan membangun sarang disisi tebing batu yg tinggi & terjal.
Tujuannya, tentu untuk menghindari serangan dari hewan pemangsa, seperti rubah arktik & beruang.
Kerasnya kehidupan sudah mereka rasakan sejak menetas dari telur, sang induk akan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan & membiarkan anak-anaknya kelaparan.
Bayi angsa teritip belum dapat terbang, mereka akan berjuang mengikuti induknya mencari makan dengan cara melompat dari tebing.
Bagi si bayi angsa bak buah simalakama, kalau tak lompat mati kelaparan, kalau melompat pun mereka akan mati terluka jatuh & menggelinding di bebatuan. Banyak yg selamat, tetapi tak sedikit juga yg terluka & mati, lalu dimangsa predator.
Bayi angsa teritip yg selamat akan hidup bersama angsa teritip dewasa selama musim dharap.
2. Burung Kedasih Sang Pembawa Kematian
Spoiler for Burung Kedasih Sang Pembawa Kematian:
Mungkin Anda sering mendengar rumor, kalau mendengar suara kicauan burung kedasih, pertanda akan ada kematian disekitar Anda. Kehadiran burung kedasih sering kali dianggap sebagai pembawa petaka, mungkin mitos tersebut berkembang karena mengetahui pola hidup burung kedasih yg sangat kejam.
Burung kedasih diketahui dengan sifatnya yg licik & merugikan burung lain, alih-alih membangun sarang untuk bertelur, burung ini lebih memilih menumpang di sarang burung lain & membuang telur-telur yg sudah ada sebelumnya.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, sifat jahat & licik mengalir turun-temurun di dalam darah burung ini.
Bayi burung kedasih memiliki hasrat untuk jadi satu-satunya, burung yg perdana kali menetas akan membuang telur-telur yg belum menetas, supaya tak perlu berbagi makanan dengan saudaranya.
Hal kejam itu juga terjadi, apabila saudaranya sudah terlanjur menetas.
3. Persembahan Kepala Untuk Sang Betina
Spoiler for Persembahan Kepala Untuk Sang Betina:
Belalang sentadu atau lebih diketahui sebagai belalang sembah merupakan salah satu serangga yg unik karna sikap tubuhnya yg terlihat seperti sedang berdoa. Nyatanya serangga ini sangat mengerikan & memiliki sifat layaknya zombie.
Belalang sembah memiliki kebiasaan memakan otak burung hidup-hidup, hewan mungil yg sering diremehkan ini ternyata berada di piramida makanan teratas, karena sanggup membunuh berbagai hewan yg lebih besar, seperti katak, ulat, ular, & tikus.
Walaupun kejam, belalang sembah ternyata memiliki pengorbanan sayang tak terbatas. Ketika proses kimpoi, belalang jantan akan secara sukarela menyerahkan kepalanya untuk dimakan betina.
Proses alami ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan protein belalang betina yg akan bertelur.
Kekejaman tak berhenti hingga disitu, belalang betina akan memproduksi 100 hingga 200 ekor telur. Sangking banyaknya, bayi-bayi belalang yg baru lahir akan saling memangsa karena keterbatasan makanan.
4. Bertarung Nyawa Dengan Saudara
Spoiler for Bertarung Nyawa Dengan Saudara:
Ikan hiu diketahui sebagai hewan yg paling ganas di lautan, giginya yg tajam sanggup memangsa hewan lain yg lebih lemah. Tak jarang pula kasus ikan hiu yg menyerang manusia hingga merenggut korban jiwa.
Keganasan ikan hiu ternyata sudah tertanam bahkan sebelum mereka lahir ke dunia.
Hiu harimau pasir memiliki sifat kanibalisme sejak masih dalam kandungan, embrio hiu yg dominan akan secara kejam memangsa embrio lainnya.
Embrio yg perdana kali menetas akan tumbuh lebih cepat & lebih akbar daripada yg lain, & pada saat inilah sang kakak akan memakan adik-adik yg lebih kecil & lemah, untuk menunjukan siapa yg paling unggul.
Embrio di dalam rahim hiu betina berasal dari beberapa keturunan hiu jantan yg berbeda, persaingan antara embrio ini akan strategi evolusi cuma hiu yg berasal dari jantan yg paling agresif & kuat saja yg dapat bertahan hidup.
5. Si Bungsu Yang Teraniaya
Spoiler for Si Bungsu Yang Teraniaya:
Elang emas memiliki keunikan berkat bulu-bulunya yg berwarna keemasan ketika terkena sinar matahari, layaknya spesies elang hewan ini juga termasuk pemburu ganas yg suka menyergap mangsanya dari udara.
Elang emas ternyata tak cuma bersikap kejam kepada mangsa & musuhnya, tetapi juga dengan saudara kandungnya sendiri.
Elang emas betina biasanya cuma bertelur sebanyak 2 butir, uniknya hewan ini membutuhkan jeda waktu 3 hari untuk mengeluarkan telurnya yg kedua.
Ketika menetas bayi elang, berasal dari perdana sudah pasti memiliki ukuran yg lebih akbar daripada telur kedua.
Merasa tak perlu berbagi makanan dengan adiknya, si sulung akan menunjukan kuasanya dengan mematuki si bungsu. Tak jarang sang adik elang yg malang ini akhirnya mati akibat kelaparan atau terluka parah.
Walaupun kejam ternyata ada keuntungan bagi sang induk, kalau jumlah anaknya yg harus dibesarkan oleh induk elang cuma 1 ekor, maka beban waktu & tenaga yg diperlukan untuk mencarikan makanan jadi lebih ringan.
6. Dikira Hewan Imut Tapi Ternyata Sangat Ganas
Spoiler for Dikira Hewan Imut Tapi Ternyata Sangat Ganas:
Kuda nil sering kali dinilai sebagai hewan yg jenaka & tak berbahaya, karena kerjanya cuma bermalas-malasan di air. Faktanya kuda nil adalah salah satu hewan paling mematikan di afrika, dilaporkan seiap tahunnya lebih dari 300 korban meninggal akibat serangan hewan ini.
Kuda nil lebih sering menghabiskan waktu di air dengan berendam & suka menguap. Sejatinya kuda nil membuka mulut bukan menguap secara harfiah melainkan sebagai peringatan untuk menandai wilayanya.
Tidak cuma itu, mereka juga kerap mendengus untuk memberikan peringatan supaya kuda nil lainnya tidak mendekat. Jika ada kuda nil lain yg nampak akan mengancam, hewan ini tak akan segan-segan untuk menyerang & membunuh hingga tewas.
Perilaku ini biasanya terjadi pada kuda nil jantan yg sedang memperebutkan wilayah kekuasaan, mereka berkelahi dengan membuka mulut lebar-lebar & saling beradu hingga salah satu tumbang.
Quote:
Nah, itulah perjuangan tanpa batas yg harus di hadapi oleh hewan-hewan ketika hidup di alam liar supaya dapat bertahan hidup.
Hari ini 17:15