Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kehadirannya sahabat, teman, keluarga bahkan seorang kekasih. Seakan melahirkan keadaan bagi seseorang untuk tidak merasa sendirian sekaligus--mungkin--dicabik-cabik oleh biadabnya kesepian ketika menyelami setiap episode dalam hidup ini.
Begitupun mana kala Sanga Maha Pencipta menghadiahkan sebuah keluarga--yang nyatanya sering menerima segala kondisi kita--seakan sanggup menjadikan seseorang penuh bergairah dalam tiap detik memperjuangkan apa yg mereka harapkannya.
Bahkan, kita pun sudah paham. Peran seorang nahkoda keluarga--ayah--dalam aktivitas kesehariannya mencari nafkah sering kali berani bertaruh dengan maut, demi berupaya menyaksikan bahagia yg bertaut di bibir anak istri mereka.
Mengingat Ane sendiri dapat dibilang orang yg mungkin sedikit introvert--senang menghabiskan waktu sendiri.
Ketika melemparkan pandangan ke potret sebuah keluarga di ujung sana (yang ada di foto). Rasanya lumayan begitu 'kabita' dengan kehangatan yg mereka ciptakan. Sebab, bagi Ane jangankan untuk urusan mengajak keluarga sendiri. Sekedar mengalokasikan waktu beberapa jam untuk saling berbincang saja, Ane seakan tidak sanggup untuk meluangkannya (tapi suatu saat mesti diupayakan).
Namun, Ane berharap meskipun intensitas bertukar cerita dengan keluarga di rumah sangat minim, semoga Sang Maha Pengasih tak henti-hentinya melimpahkan segala kebaikan kepada mereka--orang tua--yang senantiasa sangat berpangaruh dalam menggapaikan setiap apa yg sedang Ane upayakan.
Kembali lagi ke tadi. Keberadaan sosok mereka (keluarga) sekaligus merawatnya di kehidupan seseorang. Mungkin seperti halnya memelihara tumbuhan. Tanpa adanya terus berupaya merawatnya dengan baik. Sesuatu yg engga tuk diharapakan pun, di satu waktu dapat jadi akan datang tanpa diundang.
Saya pun, berasumsi bahwa salah-satu demi menciptakan sebuah keluarga supaya tetap terasa hangat & sanggup menjalin keterikatan lebih; baik istri maupun anak-anak. Tak cuma soal mengikuti aktivitas keagamaan--sholat berjamaah ataupun mengikuti kajian bersama--yang mesti perlu ditekankan.
Sesekali diselingi dengan asupan kegiatan sederhana di luar ruangan--bersantap ataupun sekedar ngopi bersama-- di akhir pekan, setelah bergelut dengan berbagai rutinitas harian. Merupakan jadi bumbu yg pas. Sebab, tak ada keluarga yg sempurna & tanpa diliputi sebuah masalah.
Untuk Agan-agan sendiri, seberapa seringkah bertatap muka sekaligus bertukar cerita dengan keluarga tersayang. Hari ini 02:08